Dukungan Rusia dan Hizbullah Melemah, Presiden Suriah Bashar al-Assad Kian Terdesak

Pergerakan pasukan oposisi mencapai Homs semakin mendekatkan mereka ke kota-kota strategis lain yang masih dikuasai Presiden Suriah Bashar al-Assad.

07 Des 2024 11:28 WIB · Internasional

Oleh Irene Sarwindaningrum

DAMASKUS, SABTU — Satu demi satu kota-kota di Suriah jatuh dengan cepat ke tangan pasukan oposisi atau anti-pemerintah. Lemahnya pertahanan Presiden Suriah Bashar al-Assad terjadi karena para sekutu utamanya, Rusia dan Hizbullah, sedang menghadapi perang mereka masing-masing.

Pada Jumat (6/12/2024) waktu setempat, pasukan anti-Pemerintah Suriah telah bergerak maju mencapai pusat kota Homs setelah sebelumnya merebut Aleppo dan Hama. Kota Daraa dan Deir el-Zor jatuh ke tangan pasukan anti-pemerintah pada Sabtu (7/12/2024).

Dicapainya Homs semakin mendekatkan kelompok anti-pemerintah untuk mencapai kota-kota strategis lain yang masih dikuasai Presiden Suriah Bashar al-Assad. ”Pasukan kami telah membebaskan desa terakhir di pinggiran kota Homs dan sekarang berada di temboknya,” kata faksi Suriah yang memimpin serangan tersebut di kanal mereka di Telegram.

Kelompok oposisi, yang dulu terafiliasi Al Qaeda dan sekarang dikenal sebagai Hayat Tahrir al-Sham (HTS), itu menyampaikan seruan kepada pasukan yang masih setia kepada pemerintahan Assad di Homs untuk membelot.

Sabtu pagi, kelompok anti-pemerintah itu menyatakan telah merebut kota Daraa di wilayah selatan yang berbatasan dengan Jordania. Sebelumnya, mereka mencapai kesepakatan untuk memberikan jalan yang aman bagi para pejabat militer untuk menarik pasukan ke ibu kota Suriah, Damaskus, secara tertib.

TOPSHOT - This aerial picture shows a bullet-riddled portrait of Syrian President Bashar al-Assad adorning Hama's municipality building after it was defaced following the capture of the city by anti government fighters, on December 6, 2024. Rebel forces pressing a lightning offensive in Syria aim to overthrow President Bashar al-Assad's rule, their Islamist leader said in an interview published on December 6. In little over a week, the offensive has seen Syria's second city Aleppo and strategically located Hama fall from Assad's control for the first time since the civil war began in 2011. (Photo by Omar HAJ KADOUR / AFP)

Daraa dijuluki sebagai kota tempat lahirnya revolusi di awal perang saudara Suriah pada 2011. Para aktivis menuduh pemerintah menahan dan menyiksa sekelompok anak laki-laki karena mencoret-coret grafiti anti-Assad di dinding sekolah mereka pada tahun itu

Hal ini memicu unjuk rasa dan berlanjut dengan perang saudara. Perang saudara Suriah berlangsung hingga sekarang. Rusia dan Hizbullah yang didukung Iran sebagai sekutu utama Presiden Assad.

Lembaga Pemantau Hak Asasi Manusia Suriah (SOHR) melaporkan, Aleppo dan Hama, dua kota utama Suriah, jatuh ke tangan aliansi pasukan anti-pemerintah yang dipimpin kelompok HTS.

Adapun Daraa jatuh ke tangan kelompok bersenjata lokal. ”Faksi-faksi lokal telah menguasai lebih banyak wilayah di Provinsi Daraa, termasuk kota Daraa. Mereka sekarang menguasai lebih dari 90 persen provinsi tersebut karena pasukan rezim secara berturut-turut menarik diri,” demikian laporan SOHR yang berbasis di Inggris pada Jumat malam.

SOHR juga melaporkan, di hari yang sama, pasukan anti-pemerintah merebut kota Rastan dan Talbisseh yang berada di antara Hama ke Homs. 

Dosen di Universitas Lumiere Lyon 2, Perancis, yang memantau perang Suriah, Fabrice Balanche, mengatakan bahwa saat ini HTS kini telah menguasai wilayah seluas 20.000 kilometer persegi. Luas itu hampir tujuh kali lebih luas dari wilayah yang mereka kuasai sebelum serangan pekan lalu.

A Syrian opposition fighter holds a rocket launcher in front of the provincial government office, where an image of Syrian President Bashar Assad is riddled with bullets on the facade, in the aftermath of the opposition's takeover of Hama, Syria, Friday, Dec. 6, 2024. (AP Photo/Ghaith Alsayed)

Sementara itu, dalam upaya memperkuat pertahanannya di sekitar Homs, pemerintah menarik pasukan dan meninggalkan wilayah di Suriah timur pada Jumat, termasuk dari kota besar besar Deir el-Zor. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat pertahanan di Homs.

SOHR melaporkan, pasukan pemerintah dan sekutu mereka mundur tiba-tiba dari timur dan menuju kota oasis Palmyra. Mereka menempuh jalan gurun menuju Homs.

Saat tentara dan sekutu milisinya yang didukung Iran itu mundur, pasukan Kurdi mengambil alih. Mereka menyeberangi Sungai Efrat dan menguasai wilayah yang telah dikosongkan di tepi kanan sungai.

”Untuk melindungi rakyat kami, para pejuang Dewan Militer Deir el-Zor kami dikerahkan di kota itu dan sebelah barat Sungai Efrat,” kata dewan komunitas Arab yang berafiliasi dengan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) Kurdi dalam sebuah pernyataan.

SDF, yang juga didukung oleh Amerika Serikat, menyatakan kesiapan untuk berdialog dengan kelompok-kelompok anti-pemerintah lainnya. Mereka menyatakan serangan itu menandai realitas politik baru.

Adapun di selatan, pejabat pemerintah meninggalkan kantor mereka di Provinsi Sweida yang sebagian besar dihuni warga etnis minoritas Druze. 

Rusia dan Ukraina

Selama bertahun-tahun, Assad mempertahankan kekuasaan dengan dukungan kelompok-kelompok milisi regional yang didukung Iran dan dibantu oleh kekuatan udara Rusia. Konstelasi militer ini telah menjadi bagian penting dari keberhasilan pasukan pemerintah dan loyalis Assad untuk menundukkan pasukan oposisi di Suriah yang bangkit pada 2011.

Namun, saat ini Rusia dan Hizbullah tengah menghadapi perang mereka sendiri. Akibatnya, dukungan melemah. Saat ini, milisi Irak yang didukung Iran membantu tentara Suriah menghadapi kelompok anti-pemerintah tersebut.

Infografik peta Suriah: Pemberontak HTS mendekati Hama

Kekuatan udara Rusia masih mendukung pasukan Pemerintah Suriah. Pada pekan ini, militer Suriah beroperasi di perdesaan utara Homs dengan perlindungan dari angkatan udara gabungan Suriah-Rusia, artileri, roket, dan kendaraan lapis baja.

Pada Jumat, tentara Pemerintah Suriah menembaki pasukan oposisi yang maju di darat di Homs. Sementara pesawat Suriah dan Rusia menyerang dari udara. Sedikitnya 20 warga sipil, termasuk lima anak-anak, tewas dalam serangan bom itu. 

Dukungan Rusia pada Assad dinilai melemah sejak Rusia berperang dengan Ukraina mulai tahun 2022. Demikian juga dengan dukungan Hizbullah yang menghadapi perang dengan Israel sejak 2023. Aleppo jatuh ke tangan pasukan oposisi bersamaan dengan dicapainya gencatan senjata antara Hizbullah dan Israel di Lebanon.

Quote

Kita dapat melihat bahwa Rusia tidak dapat berperang di dua palagan. Ini jelas dari kejadian di Suriah.

Dalam panggilan telepon pada hari Selasa (3/12/2024), Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bahwa konflik di Suriah itu perlu segera diakhiri.

Putin mengecam agresi terhadap negara Suriah oleh kelompok yang ia sebut teroris. Seorang pejabat senior dari kantor pemimpin tertinggi Iran juga berada di Moskwa pada Rabu untuk membicarakan masalah Suriah. 

Rusia juga menuduh Ukraina mendukung anti-Pemerintah Suriah. Di forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia mengatakan, Ukraina telah memberi pelatihan dan senjata ke kelompok HTS. Namun, ia tidak memberikan bukti terkait tuduhan itu.

”Instruktur militer Ukraina dari badan intelijen GUR hadir melatih para pejuang HTS untuk operasi tempur, termasuk melawan pasukan Rusia di Suriah,” kata Nebenzia.

Rusia telah menyarankan warganya segera meninggalkan Suriah.

Syria Opposition

Ukraina menyangkal tuduhan itu. Sebaliknya, Ukraina menilai runtuhnya Suriah menunjukkan Moskwa tak dapat berperang di dua palagan. ”Kita dapat melihat bahwa Rusia tidak dapat berperang di dua palagan, ini jelas dari kejadian di Suriah,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Ukraina, Heorhii Tykhyi, Kamis (5/12/2024). 

Tykhyi juga menyangkal tuduhan yang sama dari Iran yang menuding Ukraina mendukung kelompok anti-Pemerintah Suriah. ”Ukraina dengan tegas menolak tuduhan apa pun tentang dugaan keterlibatan kami dalam situasi keamanan yang memburuk di Suriah,” katanya. 

Menurut Tykhyi, Rusia di Ukraina telah menarik sebagian besar pasukan dan peralatannya dari Suriah, meninggalkan sekutunya itu untuk bertempur di Ukraina.

Hizbullah

Pemimpin Hizbullah Sheikh Naim Qassem menyatakan akan berdiri di samping Pemerintah Suriah. Ia tidak memberikan rincian tentang bagaimana mereka akan memberikan dukungannya. Ia hanya mengatakan Hizbullah akan melakukan apa pun yang mereka bisa.

Dari perbatasan Irak, ratusan pejuang Irak yang didukung Iran telah menyeberang ke Suriah pada awal pekan ini. Mereka akan membantu pemerintah memerangi anti-pemerintah yang merebut Aleppo pekan lalu.

Namun, Hizbullah belum berencana untuk bergabung dengan mereka. Bahkan, Hizbullah telah menarik sebagian sumber daya di Suriah untuk dikerahkan menghadapi Israel.

Kantor berita Reuters melaporkan, salah satu sumber Hizbullah yang tak disebutkan identitasnya telah mengatakan bahwa Hizbullah telah menarik perwira senior yang bertanggung jawab di Aleppo keluar dari Suriah utara. Penarikan itu untuk membantu perang darat melawan Israel.

Syria Opposition

Dua sumber lainnya, satu orang Lebanon dan satu lagi orang Suriah, mengatakan Hizbullah juga telah menarik kembali pasukan dari Suriah pada pertengahan Oktober 2024 ketika pertempuran dengan Israel meningkat.

Negara-negara Arab dan Washington menilai melemahnya Hizbullah sebagai peluang untuk memisahkan Assad dari aliansinya dengan Iran. Sejumlah sumber mengatakan, Uni Emirat Arab dan AS telah membahas kemungkinan pencabutan sanksi terhadap Assad jika ia mengurangi ketergantungannya pada Teheran. Serangan anti-pemerintah pekan ini dinilai akan mempersulit upaya itu.

Israel juga melancarkan langkahnya sendiri terkait konflik Suriah. Pekan ini, militer Israel menyatakan telah menghancurkan jalur yang mereka sebut sebagai jalur penyelundupan senjata antara Hizbullah dan Suriah.

Serangan Israel di Damaskus juga menewaskan penghubung Hizbullah dengan tentara Suriah. Laporan kantor berita Suriah, SANA, melaporkan serangan Israel ke sebuah mobil di Bandar Udara Internasional Damaskus pada Selasa pekan ini.

Turki dan Iran

Sebaliknya, Turki mendukung pihak oposisi Pemerintah Suriah. Erdogan mengatakan, ia berharap kemajuan anti-Pemerintah di Suriah itu akan berjalan tanpa insiden. Turki berbatasan langsung dengan Suriah dengan garis batas sekitar 900 kilometer. Saat ini, negara itu menampung sekitar 3 juta pengungsi Suriah.

Turki menyatakan akan mengadakan pembicaraan dengan Rusia dan Iran di Qatar pada akhir pekan ini. Menjelang pembicaraan tersebut, para diplomat tinggi Iran, Irak, dan Suriah bertemu di Baghdad. Dalam pertemuan itu, Menteri Luar Negeri Suriah Bassam al-Sabbagh menuduh musuh-musuh Pemerintah Suriah berusaha mengubah peta politik Suriah.

Sementera itu, di Teheran, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi berjanji untuk memberikan dukungan apa pun yang dibutuhkan kepada pemerintahan Assad. Sumber-sumber Irak dan Suriah mengonfirmasi pengerahan lebih banyak milisi Irak yang didukung Iran ke Suriah.

Iraq Syria Iran

Setidaknya 300 milisi, terutama dari kelompok Badr dan Nujabaa Irak, telah menyeberang pada awal pekan setelah Aleppo jatuh. Tujuan utama mereka adalah mempertahankan tempat suci Syiah.

Seorang sumber militer senior Suriah mengatakan, para anggota milisi Irak telah menyeberang masuk wilayah Suriah dalam kelompok-kelompok kecil untuk menghindari serangan udara. ”Ini adalah bala bantuan baru yang dikirim untuk membantu rekan-rekan kita di garis depan di utara,” kata sumber itu.

Perang saudara Suriah dipicu tindakan keras Assad terhadap protes demokrasi pada 2011. Perang itu telah menewaskan lebih dari 500.000 orang dan jutaan orang mengungsi. Aliansi anti-pemerintah dipimpin oleh HTS, yang berakar pada cabang Al Qaeda di Suriah.

Qatar memberikan dukungan awal kepada para anti-pemerintah setelah pemerintah Assad menyerang kelompok anti-pemerintahan damai pada tahun 2011. Selama ini Qatar terus menjadi pengkritik keras Assad. Namun, Qatar juga menyerukan diakhirinya pertempuran di Suriah melalui negosiasi.

Sebelum perang kembali meletus dalam dua pekan terakhir, Assad dan negara-negara Arab telah menjalin rekonsiliasi. Sempat dibekukan sejak awal perang saudara, Damaskus telah kembali diterima sebagai negara anggota Liga Arab.

Kini, dengan meletusnya kembali konflik dan pertempuran, gelombang pengungsi baru dari Suriah berpotensi menimbulkan krisis kemanusian baru di Timur Tengah. Karena khawatir, puluhan ribu orang anggota minoritas Alawite Assad mulai meninggalkan Homs pada hari Kamis.

Haidar (37), salah satu warga di lingkungan yang mayoritas penduduknya Alawite, mengatakan, saat ini ketakutan adalah payung yang menyelimuti Homs.

Menurut PBB, kekerasan bersenjata di Suriah tersebut telah menyebabkan 280.000 orang mengungsi dan memperingatkan jumlah tersebut dapat membengkak hingga 1,5 juta jiwa.

(AFP/AP/Reuters)


Kerabat Kerja

Penulis:

Irene Sarwindaningrum
 | 

Editor:

Muhammad Samsul Hadi
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan