Dunia Bola Voli Indonesia Terpukul, Klub Legendaris Bank SumselBabel Mundur dari Proliga

Selama nyaris dua dekade ikut Proliga, Bank SumselBabel berkontribusi memopulerkan bola voli di Sumatera dan mewujudkan pemerataan pembinaan voli di luar Jawa.

05 Okt 2025 07:58 WIB · Olahraga

Oleh Adrian Fajriansyah

Setelah 16 tahun meramaikan laga-laga di Proliga, klub bola voli putra Palembang, Bank SumselBabel, mundur dari liga voli profesional Indonesia atau Proliga mulai musim 2026. Kehilangan klub pengoleksi dua gelar juara Proliga itu menjadi pukulan untuk dunia voli Indonesia. Sebab, selama mengikuti Proliga, Bank SumselBabel sangat membantu memopulerkan voli di Pulau Sumatera dan mewujudkan pemerataan pembinaan pevoli yang selama ini terpusat di Pulau Jawa.

”Mundurnya BSB (Bank SumselBabel) sangat disayangkan. Sebab, mereka banyak membantu mengangkat pamor voli Sumsel di tingkat nasional, memopulerkan voli di Sumatera, dan mendorong minat generasi muda terhadap voli. BSB telah membantu pemerataan pembinaan pevoli di luar Jawa. Tak sedikit pemain asal Sumsel maupun Sumatera yang diorbitkan BSB menjadi pemain nasional,” ujar Wakil Direktur Proliga Regi Nelwan saat dihubungi dari Palembang, Sabtu (4/10/2025) malam.

Regi mengatakan, kabar mengenai mundurnya BSB dari Proliga pertama kali datang dari salah satu pengurus BSB jelang rapat kedua membahas persiapan Proliga 2026 pada Selasa (30/9/2025). Saat itu, salah satu pengurus BSB bersangkutan mengirim pesan Whatsapp bahwa mereka tidak hadir ke rapat yang dijadwalkan pada Rabu (1/10/2025) karena direksi BSB memutuskan klub mereka tidak ikut Proliga 2026.

Meski menghormati keputusan itu, pengurus Proliga sangat terpukul dengan keputusan tersebut. Sebab, kehilangan BSB menimbulkan banyak kerugian. Bagi BSB, mundur dari Proliga 2026 membuat rangkaian sejarah panjang mereka di Proliga terputus.

BSB adalah salah satu peserta Proliga paling senior. Mereka menjalani debut partisipasi di musim kedelapan Proliga pada tahun 2009. Saat itu, mereka muncul sebagai kekuatan baru voli Indonesia dengan julukan ”Bayi Ajaib”. Hal itu ditandai dengan kesuksesan mereka menyabet dua gelar juara, yakni pada musim 2011 dan 2013.

Secara keseluruhan, selama 16 tahun berpartisipasi, BSB mengoleksi dua gelar juara, dua runner-up, dan dua kali tempat ketiga. Prestasi itu menjadikan mereka klub tersukses dalam kancah Proliga setelah Surabaya Samator dengan tujuh gelar juara, enam runner-up, dan empat kali tempat ketiga, serta Jakarta BNI 46 dengan lima gelar juara, lima runner-up, dan dua kali tempat ketiga.

Laga saat Palembang Bank SumselBabel (biru) menang 3-0 (25-23, 29-27, 25-22) atas Kudus Sukun Badak (hitam) dalam Proliga 2024 seri Palembang, Sumatera Selatan di GOR Palembang Sport and Convention Center (PSCC), Minggu (12/5/2024). Berkat hasil tersebut, Bank SumselBabel kokoh di urutan ketiga dengan 11 poin. Mereka hanya tertinggal 2 poin dari Jakarta STIN BIN di puncak klasemen dan tertinggal 1 poin dari Lavani Allo Bank Electric di peringkat kedua. Langkah Bank SumselBabel ke babak berikutnya, final four pun terbuka lebar.

Hingga musim 2025, BSB tercatat sebagai klub paling sering berpartisipasi di kategori putra Proliga setelah Surabaya Samator dan Jakarta BNI 46 yang masing-masing berpartisipasi selama 22 musim. Kiprah BSB tidak sebatas level nasional, melainkan juga pernah mewakili Indonesia dalam Kejuaraan Voli Antarklub Asia pada 2011.

”BSB sejatinya tidak lagi sekadar menjadi milik Palembang ataupun Sumsel, melainkan telah menjadi representasi kekuatan voli dari luar Jawa. Sebab, mereka adalah klub voli dari luar Jawa yang paling konsisten ikut Proliga. Bahkan, musim lalu, mereka menjadi satu-satunya klub dari luar Jawa yang ikut kategori putra Proliga,” kata Regi.

Quote

BSB sejatinya tidak lagi sekadar menjadi milik Palembang ataupun Sumsel, melainkan juga telah menjadi representasi kekuatan voli dari luar Jawa. Sebab, mereka adalah klub voli dari luar Jawa yang paling konsisten ikut Proliga. Bahkan, musim lalu, mereka menjadi satu-satunya klub dari luar Jawa yang ikut kategori putra Proliga.

Menurunkan kualitas kompetisi

Dengan mundurnya BSB, untuk sementara, hanya ada empat klub yang akan mengikuti kategori putra Proliga 2026. Keempat klub itu adalah juara bertahan Jakarta Bhayangkara Presisi; runner-up musim lalu, Jakarta Lavani; peringkat ketiga musim lalu, Surabaya Samator; dan klub yang berisikan pemain tim U-21 Indonesia, Jakarta Garuda Jaya.

Menurut Regi, kalau tidak ada penambahan klub peserta, Proliga 2026 akan menjadi musim dengan jumlah peserta kategori putra terminim sepanjang sejarah kompetisi tersebut. Adapun Proliga 2026 dijadwalkan berlangsung selama 8 Januari-19 April 2026.

”Berkurangnya jumlah peserta akan menyebabkan tingkat persaingan atau kualitas kompetisi menurun drastis. Sebab, bagi pemain, semakin banyak pertandingan, akan semakin terasah kemampuan dan pengalaman mereka,” tuturnya.  

Para pemain Indonesia berfoto setelah meraih kemenangan atas Thailand pada laga Pul A AVC Nations Cup 2025 di di Isa Bin Rashed Hall, Manam, Bahrain, Rabu (18/6/2025) tengah malam WIB. Indonesia menang 3-2 (22-25, 22-25, 25-19,25-23,15-8) yang memastikan tiket ke babak perempat final AVC Nations Cup 2025.

Selama ini, Proliga menjadi kawah candradimuka menempa para pemain yang kelak mengisi skuad timnas. Berkat itu pula, timnas voli Indonesia cukup disegani di kawasan Asia Tenggara. Setidaknya, tim putra mampu meraih tiga emas dalam tiga edisi SEA Games terakhir, yakni dari Filipina 2019, Vietnam 2021, hingga Kamboja 2023.

Tahun ini, timnas pun sedang berusaha mempertahankan emas voli putra di SEA Games Thailand 2025. ”Untuk itu, kami terus berupaya menjajaki klub lain untuk menambah peserta kategori putra Proliga 2026. Hal itu demi menjaga kualitas kompetisi agar kemampuan pemain tetap terasah dengan baik. Semoga hingga batas akhir pendaftaran di akhir Oktober ini, masih ada klub lain yang mau ikut Proliga 2026,” ujar Regi.

Keterangan BSB

Sementara itu, Direktur Operasional BSB Festero Mohamad Papeko, saat ditemui di Palembang, Sabtu, membenarkan bahwa BSB mundur dari Proliga. Alasannya, dampak pembinaan ikut Proliga tidak seoptimal dahulu. Sebagai gambaran, di awal keikutsertaan, BSB banyak diperkuat oleh pevoli asal Sumsel. Belakangan, BSB diisi oleh mayoritas pemain dari luar Sumsel.

Atas dasar itu, direksi memutuskan BSB mundur dari Proliga mulai musim 2026 dan mengalihkan fokus kepada pembinaan olahraga di daerah. ”Kami akan lebih fokus mendukung kegiatan dan pembinaan olahraga di daerah. Salah satunya untuk mendukung lahirnya atlet-atlet baru dari Sumsel, termasuk di olahraga voli,” katanya.

Saat ditanya mengenai dugaan pengalihan anggaran BSB di Proliga ke klub sepak bola baru asal Sumsel, Sumsel United di Liga Championship, Festero membantahnya. Dia memastikan, pihaknya mendukung semua kegiatan olahraga di Sumsel, baik untuk klub sepak bola Sumsel United dan Sriwijaya FC di Liga Championship maupun cabang olahraga lainnya.

Festero Mohamad Papeko, Direktur Operasional Bank SumselBabel saat dijumpai di Gedung Pusat Bank SumselBabel, Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (4/10/2025).

Bahkan, BSB turut mendukung penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (Pornas) Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) di Palembang pada 5-11 Oktober 2025. ”Kami mendukung setiap kegiatan olahraga yang memiliki dampak positif untuk Sumsel,” tuturnya.

Kendati demikian, Festero mengakui bahwa sejarah panjang dan sejumlah prestasi BSB di Proliga sangat membanggakan. Oleh karena itu, mereka tidak menutup kemungkinan kembali ikut Proliga di masa mendatang guna melanjutkan sejarah yang pernah diukir. ”Kalau memungkinkan, ke depan, kami akan ikut lagi Proliga,” ujar Festero.  

Selama 16 tahun terakhir, BSB telah menjadi salah satu ikon Proliga. Semoga mundurnya mereka dari kompetisi voli paling bergengsi di Indonesia itu hanya untuk sementara. Sebab, di balik mundurnya mereka, ada banyak penikmat voli yang akan merindukan gemuruh mendukung BSB di ”Bumi Sriwijaya”.   


Kerabat Kerja

Penulis:

Adrian Fajriansyah
 | 

Editor:

Harry Susilo
 | 

Penyelaras Bahasa:

Galih Rudanto