Indonesia dan sejumlah negara mengecam keras serangan Israel ke Iran. Tindakan itu merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional.
13 Jun 2025 16:51 WIB · Internasional
JAKARTA, KOMPAS — Serangan Israel ke Teheran, Iran, Jumat (13/6/2025), memperburuk kondisi kawasan Timur Tengah yang selama ini telah dirundung aneka konflik, seperti Israel-Hamas dan Israel-Houthi. Di tengah kondisi kawasan yang telah panas itu, 200 jet tempur Israel menembakkan sedikitnya 330 bom ke Iran pada Jumat dini hari.
Ibu kota Teheran pun tak luput dari serangan Israel itu. Tidak hanya Teheran yang tersengat, dunia pun tercekat. Selain kecaman, sejumlah negara juga segera mengingatkan agar para pihak yang bertikai segera menahan diri dan mengedepankan langkah-langkah damai.
Setelah melontarkan kecaman keras, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Roy Sumirat menyatakan, serangan Israel merupakan pelanggaran yang melemahkan dasar-dasar hukum internasional.
Oleh karena itu, Indonesia mendorong semua pihak untuk menahan diri serta tidak mengambil tindakan lain yang dapat menimbulkan ketegangan dan kerusakan di kawasan. Indonesia juga mengingatkan tentang kewajiban semua negara untuk menyelesaikan perbedaan dengan cara damai.
Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Mark Rutte menyebutkan, saat ini momen ”krusial” bagi negara-negara sekutu Israel, termasuk Amerika Serikat, untuk berusaha menurunkan ketegangan (deeskalasi).
”Ini adalah tindakan unilateral oleh Israel,” kata Rutte dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson di Stockholm.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer juga mendesak Israel ataupun Iran untuk menahan diri dan kembali ke meja diplomasi. Inggris juga menyatakan tidak terlibat serta tidak memberikan dukungan pada Israel dalam serangan tersebut.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/13/155c428e-82b6-4e27-bad4-0030b9b15f96_jpg.jpg)
Marco Rubio, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, sekutu terdekat Israel, juga segera menyangkal terlibat dalam serangan Israel tersebut. ”Israel telah mengambil tindakan unilateral melawan Israel. Kami tidak terlibat dalam serangan terhadap Iran dan prioritas utama kami adalah melindungi pasukan Amerika di kawasan itu,” ujarnya.
Di Berlin, Kanselir Jerman Friedrich Merz mengatakan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menginformasikan serangan udara ke Iran kepadanya melalui sambungan telepon pada Jumat pagi.
Merz berpendapat Israel berhak membela diri dan Iran seharusnya tidak mengembangkan senjata nuklir. Merz menambahkan, Jerman berkoordinasi dengan AS, Inggris, dan Perancis dalam merespons persoalan ini.
”Kami meminta kedua pihak menahan diri dari langkah-langkah yang mengarah pada eskalasi lebih jauh dan destabilisasi seluruh kawasan,” ujar Merz.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/13/7c60c959-17ed-49a3-89de-3a2611a4a918_jpg.jpg)
Seruan agar kedua pihak mengambil langkah yang lebih kondusif bagi perdamaian dan stabilitas kawasan juga disampaikan oleh China. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian menyampaikan, Jumat, China siap untuk mengambil peran konstruktif untuk membantu meredakan situasi.
Arab Saudi yang merupakan rival lama Iran sebelum rekonsiliasi dua tahun lalu juga mengecam keras serangan Israel ke Iran dan menyebutnya sebagai agresi terang-terangan. ”(Serangan) Itu merupakan pelanggaran yang jelas terhadap hukum dan norma internasional,” ujar Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al-Saud dalam sebuah penyataan.
Sementara Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan menyebutkan, serangan udara Israel itu merupakan tindakan provokasi. Hal itu juga menunjukkan, Israel tidak berminat untuk menyelesaikan permasalahan melalui langkah-langkah diplomatik. Kendati demikian, tindakan agresif yang mengobarkan konflik lebih besar harus dihentikan.
Qatar dan Uni Emirat Arab juga menyerukan kecaman serupa atas serangan Israel ke Iran. (AFP/Reuters)
Penulis:
Nur HidayatiEditor:
Bonifasius Josie Susilo HPenyelaras Bahasa:
Retma Wati