DWP Sebut Daftar Oknum Polri Bukan dari Pihaknya, Lalu dari Mana?

Mabes Polri belum ungkap hasil investigasi Propam terhadap 18 oknum Polri yang diduga memeras. Oknum Polda Metro, Polres dan Polsek Metro disebut-sebut.

23 Des 2024 18:59 WIB · Politik & Hukum

Oleh Edna Caroline Pattisina

JAKARTA, KOMPAS –  Ismaya Live, penyelenggara konser Djakarta Warehouse Project atau DWP yang diselenggarakan pada 13-15 Desember lalu, di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, menepis tudingan bahwa pihaknya yang telah mengedarkan nama-nama oknum polisi terperiksa terkait dugaan adanya pemerasaan kepada penonton konser tersebut. Sejauh ini, Kepolisian Negara RI menyatakan telah memeriksa 18 anggotanya yang diduga memeras penonton di acara DWP tersebut.

 “Kegiatan event kami sudah berakhir. Kami ingin menyatakan bahwa satu-satunya official statement kami adalah yang telah diposting di IG @djakartawarehouseproject pada tanggal 19 Desember 2024,” kata Marketing & Promotion Ismaya Live Pratista Ayu Anjati, Senin (23/12/2024).

Pernyataan (official statement) Ismaya Live sebagai penyelenggara DWP 2024 sebelumnya telah dikeluarkan sesaat setelah munculnya laporan dugaan pemerasan oleh polisi pada penonton DWP.

Hujan tak menyurutkan semangat penonton di hari pertama Djakarta Warehouse Project (DWP) 2022 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (9/12/2022) malam. EPAPER KOMING

Dari AKBP hingga Briptu

Menurut Ayu, daftar 12 oknum Polri yang berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) hingga Brigadir Polisi Satu (Briptu) dengan kop surat DWP, bukan dikeluarkan oleh manajemen DWP. Sebagaimana foto yang beredar tersebut, disebutkan adanya Daftar Nama Anggota Polri yang Diduga Melakukan Pemerasan 400 penonton DWP senilai Rp 32 M.

Saat ini, dugaan kasus tersebut sudah berada ditahap Divisi Provesi dan Pengamanan Mabes Polri. “(Jadi) Itu bukan statemen dari kami,” tegas Ayu saat ditanya Kompas.

Quote

“(Jadi) Itu bukan statemen dari kami”

Lebih Ayu mengatakan, saat ini Ismaya Live tengah fokus ke kegiatan dan acara yang selanjutnya akan diselenggarakan. Diharapkan, masyarakat tidak memberikan informasi-informasi yang tidak benar atau hoax dan menyesatkan pemberitaan.

Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Sandi Nugroho, yang merujuk penjelasan Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Mabes Polri yang menyatakan, Polri telah memeriksa 18 anggotanya.

Saat ditemui di Solo akhir pekan lalu, Sandi mengatakan, pimpinan Polri serius menindak siapapun yang melanggar ketentuan. “Yang bagus akan kita berikan penghargaan (reward), sedangkan yang salah akan kita lakukan tindakan sesuai dengan ketentuan berlaku,” jelas Sandi.

Penonton dari Malaysia membawa bendera negara mereka saat menyaksikan penampilan disjoki Dhipa Barus dalam Djakarta Warehouse Project (DWP) 2022 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (9/12/2022) malam.

Dari Polda Metro, Polres dan Polsek Kemayoran

Sebelumnya, Mabes Polri melalui Divisi Profesi dan Pengamanan Polri merespons dugaan pemerasan yang dilakukan oknum polisi terhadap warga negara Malaysia saat menonton konser DWP di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta. Sebanyak 18 oknum polisi yang diduga terlibat kini tengah menjalani pemeriksaan intensif. (Kompas.id, 21 Desember 2024)

”Informasi adanya keluhan dari penonton asal warga negara Malaysia terkait perlakuan yang tidak mengenakkan dengan dugaan pemerasan oleh oknum polisi, Mabes Polri telah menindaklanjuti melalui Divisi Propam Polri dengan mengamankan terduga oknum yang bertugas pada saat itu,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal (Pol) Trunoyudo Wisnu Andiko, melalui keterangan resminya yang diterima pada Sabtu (21/12/2024).

Quote

”Informasi adanya keluhan dari penonton asal warga negara Malaysia terkait perlakuan yang tidak mengenakkan dengan dugaan pemerasan oleh oknum polisi, Mabes Polri telah menindaklanjuti melalui Divisi Propam Polri dengan mengamankan terduga oknum yang bertugas pada saat itu”

Sebanyak 18 terduga oknum polisi yang tengah diperiksa lebih lanjut oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri itu terdiri atas personel dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan Polsek Metro Kemayoran.

Trunoyudo menegaskan, Polri tidak akan mentoleransi pelanggaran yang dilakukan oleh setiap anggota Polri. Hal ini sebagai bentuk komitmen Polri dalam menegakkan hukum untuk meningkatkan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terhadap masyarakat.

Ia juga menekankan kepercayaan publik adalah prioritas Polri dan Polri berkomitmen untuk memulihkan kepercayaan itu melalui tindakan nyata. ”Kami memastikan tidak ada tempat bagi oknum yang mencoreng institusi. Investigasi pun telah kami lakukan secara profesional, transparan dan tuntas,” ujarnya.

Unggahan dugaan pemerasan oleh polisi di acara DWP 2024.

Festival musik elektronik terbesar di Asia Tenggara

Penyelenggaraan festival musik elektronik DWP 2024 digelar selama tiga hari pada 13-15 Desember 2024. DWP dikenal sebagai salah satu festival musik elektronik terbesar di Asia Tenggara dan telah diselenggarakan secara berkala sejak 2008. Pada gelaran DWP tahun ini, tampil sejumlah disjoki tersohor, seperti Timmy Trumpet, Anyma, dan Steve Aoki.

Quote

Oknum polisi itu memaksa untuk tes urine kepada penonton di tengah pergelaran DWP guna mengecek apakah penonton tersebut menggunakan narkoba atau tidak. Kemudian, pengunjung tetap dipaksa untuk membayar suap meski hasil tes narkoba negatif

Penyelenggaraan DWP 2024 itu berjalan lancar hingga akhir. Namun, seusai acara, penonton DWP ramai-ramai melaporkan adanya dugaan pemerasan oleh polisi di platform X ataupun Instagram.

Akun @Twt_Rave, misalnya, mengunggah adanya 400 warga Malaysia yang dipaksa membayar uang dengan total RM 9 juta atau sekitar Rp 32,6 miliar. Tak hanya itu, ia menyebutkan ada penonton asal Singapura dan Thailand yang menjadi korbannya.

Oknum polisi itu memaksa untuk tes urine kepada penonton di tengah pergelaran DWP guna mengecek apakah penonton tersebut menggunakan narkoba atau tidak. Kemudian, pengunjung tetap dipaksa untuk membayar suap meski hasil tes narkoba negatif.

Setelah beredar informasi tersebut, Ismaya Live sebagai penyelenggara mengeluarkan pernyataan resmi melalui Instagram @djakartawarehouseproject. Penyelenggara menyampaikan sudah mendengar kekhawatiran sejumlah penonton selama menyaksikan DWP 2024.

Disebutkan pula, meskipun beberapa aspek dari situasi itu berada di luar kendali langsung penyelenggara, mereka sepenuhnya memahami dampaknya terhadap penonton. Keselamatan penonton ditekankan tetap menjadi prioritas utama penyelenggara.

Berangkat dari hal itu, penyelenggara memastikan akan bekerja sama dengan pihak berwenang dan lembaga pemerintah terkait untuk menyelidiki laporan itu dan mereka akan berusaha untuk mencegah insiden serupa agar tidak terulang lagi di masa yang akan datang.


Kerabat Kerja

Penulis:

Edna Caroline Pattisina
 | 

Editor:

Suhartono .
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase