ATLET ASING

Indonesia Terbuka Bertabur Bintang

Istora Jakarta akan bertabur bintang bulu tangkis. Atlet elite dunia akan berebut gelar juara turnamen Indonesia Terbuka Polytron.

31 Mei 2026 07:00 WIB · Olahraga

AP

Oleh Yulia Sapthiani

Penggemar bulu tangkis di Tanah Air akan punya tontonan menarik di depan mata. Indonesia Terbuka Polytron di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, 2-7 Juni 2026, akan diikuti banyak nama besar di arena bulu tangkis tingkat dunia.

Dari daftar peserta berdasarkan nama-nama atlet yang mendaftar pada 21 April dan dirilis oleh BWF, 24 April, atlet nomor satu dunia dari setiap nomor akan bertanding di Indonesia Terbuka, salah satu dari empat turnamen BWF World Tour berlevel Super 1000. Mereka akan hadir setelah absen pada turnamen lain di Istora pada Januari, Indonesia Masters.

Shi Yu Qi (China) dan Kunlavut Vitidsarn (Thailand) akan menjadi favorit juara di tunggal putra. Atlet Denmark, Anders Antonsen, juga punya kesempatan untuk mempertahankan gelar, apalagi dia selalu bersemangat dan menikmati atmosfer Istora sehingga badminton lover (BL) menyebutnya ”Istora Boy”. Atlet Perancis, Christo Popov, bisa jadi ancaman setelah mengantarkan Perancis ke final Piala Thomas di Horsens, Denmark, 24 April-3 Mei.

Persaingan tunggal putri akan ketat di antara empat atlet terbaik yang punya rekam jejak saling mengalahkan: An Se-young (Korea Selatan), Akane Yamaguchi (Jepang), serta atlet China, Wang Zhi Yi dan Chen Yu Fei.

An menjadi yang terkuat di antara keempatnya meski bukan berarti dia tak dapat dikalahkan. An kalah dari Wang pada final All England.

Dalam persaingan ganda putra dan putri, dominasi Kim Won-ho/Seo Seung-jae (Korea Selatan) dan Liu Sheng Shu/Tan Ning (China) bisa berlanjut. Mereka tak tertandingi dalam dua turnamen Super 1000 yang sudah berlangsung pada 2026, Malaysia Terbuka pada Januari dan All England, Maret.

Di ganda campuran, persaingan ketat bisa terjadi di antara empat pasangan terbaik dari negara berbeda. Mereka adalah Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping (China), Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran (Thailand), Chen Tang Jie/Toh Ee Wei (Malaysia), danThom Gicquel/Delphine Delrue (Perancis).

Di samping deretan nama-nama itu, setiap nomor punya “kuda hitam” yang bisa memberi kejutan, salah satunya Lin Chun Yi pada tunggal putra. Lin membuat kejutan dengan menjuarai India Terbuka dan All England.

Ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, juga pantas diwaspadai pasangan lain. Pasangan muda berusia 21 dan 20 tahun ini akan menjalani debut Indonesia Terbuka dengan pengalaman menjadi semifinalis All England (juga dalam debut mereka) dan finalis Indonesia Masters di Istora.

Shi Yu Qi (China)

Menang-kalah 2026 (Januari -3 Mei): 13-2

Hasil 2026: final Malaysia Terbuka, babak pertama All England, juara Kejuaraan Asia

Hasil terbaik Indonesia Terbuka: juara 2024

China's Shi Yu Qi celebrates winning against Taiwan's Lee Chia-hao at the end of the Mens Singles Final at the All England Open Badminton Championships at the Utilita Arena in Birmingham, central England, on March 16, 2025. (Photo by Darren Staples / AFP)

Selain tersingkir pada babak pertama All England, setelah kalah tiga gim dari Lakhsya Sen, Shi mempertahankan performa baiknya sejak 2025. Dia mengawali 2026 dengan tampil di final Malaysia Terbuka, tetapi harus mundur pada gim kedua saat melawan Vitidsarn karena cedera.

Di hadapan publiknya sendiri di Ningbo, China, Shi menjadi juara Asia tanpa kehilangan gim dalam lima pertandingan. Setelah itu, Shi membela China di ajang Piala Thomas dan Uber.

Shi dalam kondisi tidak fit ketika persaingan Piala Thomas memasuki babak gugur, tetapi dia selalu menuntaskan tugas dengan baik. Saat China melawan Perancis di final, Shi memenangi laga krusial pada partai pembuka dengan mengalahkan Christo Popov. Dia pun tiga kali mengantarkan China menjadi juara Piala Thomas, yaitu pada 2018, 2024, dan 2026.

Kunlavut Vitidsarn (Thailand)

Menang-kalah 2026 : 16-4

Hasil 2026 : juara Malaysia Terbuka S1000, perempat final India Terbuka S750, semifinal All England S1000, semifinal Kejuaraan Asia

Hasil terbaik Indonesia Terbuka : semifinal 2024 dan 2025

Thailand's Kunlavut Vitidsarn plays against China's Shi Yu Qi in the men's singles finals match at the Malaysia Open badminton tournament, in Kuala Lumpur, Malaysia, Sunday, Jan 11, 2026. (AP Photo/Kien Huo)

Kunlavut Vitidsarn dan Shi Yu Qi menjadi dua tunggal putra terbaik sejak 2025. Shi menjuarai tiga dari empat turnamen Super 1000, yaitu Malaysia, All England, dan China Terbuka. Hanya Indonesia Terbuka yang lepas karena dimenangi Anders Antonsen.

Level turnamen yang dijuarai Vitidsarn berada di bawah Shi, tetapi dalam usia 24 tahun, Vitidsarn sudah meraih banyak hal besar. Ketika menjuarai Malaysia Terbuka 2026 dengan mengalahkan Shi (23-21, 6-1, Ret) di final, Vitidsarn melengkapi gelar juara dari semua level BWF World Tour. Gelar dari Malaysia Terbuka Super 1000 menambah gelar juaranya adari level Super 300, 500, dan 750.

Pada 2025, Vitidsarn tampil di final Kejuaraan Dunia (kalah dari Shi) untuk menambah statusnya sebagai finalis Olimpiade Paris 2024 (kalah dari Viktor Axelsen). Tahun ini, tiga kali juara dunia yunior itu tampil konsisten pada empat bulan pertama dengan hanya sekali tersingkir pada perempat final dari empat turnamen. Konsistensi itu akan dibawa Vitidsarn ke Indonesia Terbuka dalam upaya melangkah lebih jauh dibandingkan semifinal pada 2024 dan 2025.

Christo Popov

Menang-kalah 2026: 21-6

Hasil 2026 : babak pertama Malaysia Terbuka, perempat final India Terbua, juara Jerman Terbuka, perempat final All England, juara Kejuaraan Eropa.

Hasil terbaik Indonesia Terbuka : babak kedua 2024 dan 2025

Christo Popov (kanan) dan Shi Yu Qi bersalaman usai bertanding pada partai pertama final Piala Thomas antara Perancis dan China/ Di Horsens, Denmark, Minggu (3/5/2026), China menang 3-1.

Setelah selama ini reputasi pebulu tangkis terbaik Eropa dimiliki pemain-pemain Denmark, Perancis muncul sebagai kekuatan baru. Di antara skuad atlet Perancis yang menjadi kompetitor kuat di tunggal putra, ganda putra, dan ganda campuran, terdapat Christo Popov, adik dari pebulu tangkis lainnya, Toma Junior Popov.

Muncul sebagai finalis tunggal putra Kejuaraan Dunia Yunior 2019, Christo bisa bertahan saat memasuki persaingan lebih tinggi. Setelah membuat kejutan dengan menjadi finalis Perancis Terbuka 2025, dia menjadi tunggal putra terbaik di antara yang terbaik pada tahun tersebut. Christo menjuarai Final BWF pada pengujung 2025 yang hanya diikuti delapan wakil terbaik sepanjang tahun tersebut.

Di penyisihan grup, dia menaklukkan Antonsen, Jonatan, dan Vitidsarn. Performanya semakin baik ketika level persaingan semakin tinggi, yaitu dengan mengalahkan Kodai Naroka di semifinal dan Shi di final.

Dalam persaingan di Kejuaraan Eropa, Christo mempertahankan reputasi tunggal putra Perancis. Setelah Alex Lanier pada 2025, Christo menjadi juara Eropa 2026 usai mengalahkan Antonsen di final.

Rangkaian prestasi ini mengantarkannya pada ranking keempat dunia sejak 14 April, posisi tertinggi yang pernah ditempatinya. Christo bisa membuat kejutan di Indonesia Terbuka seperti yang dilakukannya ketika menjadi semifinalis All England 2024 dan menjadi juara Final BWF 2025, apalagi dia mengantarkan Perancis ke final Piala Thomas 2026.

An Se-young (Korea Selatan)

Menang-kalah 2026 : 28-1

Hasil 2026 : juara Malaysia Terbuka, juara India Terbuka, final All England, juara Kejuaraan Asia

Hasil terbaik Indonesia Terbuka : juara 2021 dan 2025

An Se-young (tengah) memegang Piala Uber setelah Korea Selatan menjuarai kejuaraan bulu tangkis beregu putri. Dalam final di Horsens, Denmark, Minggu (3/5/2026), Korea Selatan menang atas China 3-1.

Setelah absen di Indonesia Masters, An Se-young akan dinanti penggemarnya di Istora. Tunggal putri nomor satu dunia ini datang tak hanya dengan bekal gelar juara turnamen Super 1000, Malaysia Terbuka dan final All England, melainkan juga dengan catatan yang baik di Indonesia Terbuka.

An mencatatkan 19 kemenangan dan tiga kali kalah dari lima penampilan beruntun sejak 2021. Dia langsung juara dalam debut ketika turnamen ini diselenggarakan dalam sistem gelembung di Bali karena pandemi Covid-19.

Setelah kalah dari Chen Yu Fei pada final 2024, An kembali pada tahun berikutnya dan menjadi juara. Dua gelar dari Indonesia Terbuka tersebut menjadi bagian dari enam gelar juara An dari turnamen Super 1000.

Trofi juara dari Indonesia Terbuka menjadi bagian dari 11 gelar juaranya pada 2025. An hanya empat kali kalah dari 77 pertandingan.

Pada periode Januari hingga awal Mei 2026, An hanya sekali kalah dari 29 pertandingan! Rangkaian kemenangan ini mengantarkannya menjadi juara Malaysia Terbuka, India Terbuka, Kejuaraan Asia, dan membawa Korea Selatan menjuarai Piala Uber. Di Piala Uber, An memenangi semua (enam) pertandingan tanpa kehilangan satu gim pun.

Meski demikian, An bukan berarti tak bisa dikalahkan. Ada tiga atlet yang akan menjadi pesaing terkuat, yaitu Wang Zhi Yi, Akane Yamaguchi, dan Chen Yu Fei. Wang adalah atlet yang menggagalkannya menjadi juara All England, pada Maret.

Kim Won-ho/Seo Seung-jae (Korea Selatan)

Menang-kalah 2026 : 16-0

Hasil 2026 : juara Malaysia Terbuka, juara All England, juara Kejuaraan Asia

Hasil terbaik Indonesia Terbuka : juara 2025

Kim Won-ho berusaha mengembalikan kok di depat net saat menjalani semifinal ganda putra turnamen Final BWF di Hangzhou, China, Sabtu (20/12/2025). Kim/Seo Seung-jae lolos ke final.

Seperti An, Kim Won-ho/Seo Seung-jae sulit ditandingi para pesaingnya. Mereka meraih 11 gelar juara pada 2025, termasuk menjadi juara dunia.

Di antara gelar juara dari ajang besar lain setahun lalu, Kim/Seo menjuarai Malaysia Terbuka, All England, Indonesia Terbuka, dan Final BWF World Tour. Hanya dua pasangan yang bisa mengalahkannya di final, yaitu pasangan Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izuddin di India Terbuka dan Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Singapura Terbuka).

Kim/Seo baru sekali menjuarai Indonesia Terbuka, pada 2025, itu pun karena mereka baru sekali itu tampil sebagai pasangan. Pada tahun-tahun sebelumnya, Kim dan Seo tampil dengan pasangan berbeda.

Empat bulan pertama 2026 dilalui Kim/Seo dengan catatan fantastis. Mereka tak tak terkalahkan dalam 19 pertandingan secara beruntun! Gelar juara pun diraih dari Malaysia Terbuka, All England, dan Kejuaraan Asia.

Dengan catatan tersebut, Kim/Seo tampaknya akan berlari lebih kencang dibandingkan pasangan lain di Indonesia Terbuka 2026.

Liu Sheng Shu/Tan Ning (China)

Menang-kalah 2026 : 24-2

Hasil 2026 : juara Malaysia Terbuka, juara India Terbuka, juara All England, babak pertama Swiss Terbuka, final Kejuaraan Asia

Hasil terbaik Indonesia Terbuka : juara 2025

Lia/Tan memotong kok lawan saat tampil di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (8/6/2025). Liu Sheng Shu/Tan Ning menjuarai nomor ganda putri Kapal Api Indonesia Terbuka 2025 setelah mengalahkan pasangan Malaysia Pearly Tan/Thinaah Muralitharan 23-25, 21-12, 21-19.

Liu Sheng Shu/Tan Ning adalah pemain nomor satu dunia dan juara bertahan lainnya yang terdaftar di Indonesia Terbuka 2026. Seperti Kim/Seo, mereka akan datang setelah menjuarai dua turnamen Super 1000 lainnya, Malaysia Terbuka dan All England.

Ketika Liu/Tan memiliki permainan yang mengandalkan pukulan powerful, lawan yang bisa mengimbangi atau mengalahkannya adalah pemain yang bisa ulet dalam bertahan hingga bisa mengambil keuntungan dalam kondisi tersebut.

Sepanjang 2025, hanya sesama pemain-pemain China, Jepang, dan Korea Selatan yang bisa mengalahkan peraih perak Olimpiade Paris 2024 dan juara dunia 2025 tersebut.

Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping (China)

Menang-kalah 2026 : 12-3

Hasil 2026 : juara Malaysia Terbuka, semifinal India Terbuka, babak kedua All England, semifinal Kejuaraan Asia

Hasil terbaik Indonesia Terbuka : semifinal 2023

Feng Yang Zhe/Huang Dong Ping (China) menjuarai ganda campuran turnamen Final BWF di Hangzhou, China, 17-21 Desember 2025. Pasangan nomor satu dunia ini akan tampil di Indonesia Terbuka 2026.

Berpartner dengan seniornya yang merupakan peraih emas Olimpiade Tokyo 2020, Huang Dong Ping, sejak Oktober 2022, Feng Yan Zhe melesat menjadi ganda campuran elite dunia. Tak butuh banyak waktu, Feng/Huang menjuarai tujuh turnamen pada 2023 dan menjadi finalis turnamen Final BWF.

Musim kompetisi 2025 bisa dikatakan sebagai musim terbaik mereka dengan meraih delapan gelar juara, diantaranya dari China Terbuka dan Final BWF. Awal 2026 juga dijalani dengan baik dengan menjuarai Malaysia Terbuka.

Namun, ada catatan bagi ganda campuran nomor satu dunia itu jika ingin menjuarai Indonesia Terbuka untuk pertama kalinya, yaitu waspada pada pasangan Thailand, Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran, yang dua kali mengalahkan mereka pada tahun ini. Feng/Huang kalah dari Puavaranukroh/Paewsampran di semifinal India Terbuka dan semifinal Kejuaraan Asia.

Lin Chun Yi (Taiwan)

Menang-kalah 2026 : 13-7

Hasil 2026 : babak pertama Malaysia Terbuka, juara India Terbuka, semifinal Jerman Terbuka S300, juara All England

Hasil terbaik Indonesia Terbuka : babak pertama 2023-2025

Taiwan's Lin Chun-Yi plays against India's Lakshya Sen during the men's singles final match at the All England Open Badminton Championships in Birmingham, England, Sunday, March 8, 2026. (AP Photo/Kin Cheung)

Sebelum 2026, nama Lin Chun Yi selalu berada di bawah tunggal putra terbaik Taiwan, Chou Tien Chen. Pebulu tangkis tunggal putra dari semua negara mulai waspada ketika atlet berusia 26 tahun ini menjuarai India Terbuka Super 750, salah satunya dengan mengalahkan Jonatan Christie di final.

Lin tak berhenti membuat kejutan. Dia menjuarai ajang prestisius, All England, dengan mengalahkan Jonatan (lagi), Vitidsarn, dan Sen. Jonatan, yang dua kali kalah dalam rentang dua bulan, menilai, Lin bukan hanya punya kecepatan dalam menyerang yang menjadi modal, melainkan juga bertipe ulet dalam bertahan. Kemampuan yang komplet ini pun menyulitkan lawan.

Setelah absen dalam Kejuaraan Asia di Ningbo, China, pada April, Indonesia Terbuka menjadi panggung besar berikutnya bagi Lin untuk unjuk gigi. Ini menjadi panggung persaingan untuk menunjukkan diri apakah dia bisa konsisten bersaing di level elite atau tidak.

 


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Yuliana Karim