KUALIFIKASI ASIAN GAMES AICHI-NAGOYA 2026

Eksamen Perdana Tim Panjat Tebing Indonesia

Jika mampu berprestasi di Kejuaraan Asia, tim panjat tebing Indonesia tak hanya lolos ke Asian Games 2026. Ini pembuktian mampu atasi ”badai” kasus dugaan kekerasan.

08 Apr 2026 11:50 WIB · Olahraga

KOMPAS/REBIYYAH SALASAH

Oleh Rebiyyah Salasah

Konon, ujian berat dalam hidup seseorang akan membawanya ”naik kelas”. Bagi para atlet panjat tebing Indonesia, eksamen itu ialah berupa turnamen Kejuaraan Asia 2026 yang harus dilakoni di tengah-tengah kasus dugaan kekerasan seksual dan fisik yang menimpa mereka. Jika mampu berprestasi, mereka tidak cuma merebut tiket Asian Games Aichi-Nagoya 2026, tetapi juga membuktikan diri bahwa fokus dan kemampuannya teruji.

Kejuaraan Asia Panjat Tebing 2026 di Meishan, China, 8-12 April, akan diikuti 16 atlet Indonesia yang berlaga di disiplin speed, lead, dan boulder. Lima pemanjat putra, termasuk Veddriq Leonardo yang meraih medali emas Olimpiade Paris 2024, akan tampil di speed bersama empat pemanjat putri. Adapun lima pemanjat putra akan bersaing di lead, dengan Raviandi Ramadhan juga turun di boulder. Dua sisanya merupakan pemanjat putri lead.

Ajang yang akan diawali dengan perlombaan boulder ini digelar hanya dua bulan setelah kasus dugaan kekerasan seksual dan fisik di lingkungan pemusatan latihan (pelatnas) panjat tebing mencuat. Terduga pelaku ialah kepala pelatih yang telah dipecat dan korban adalah para atlet, lima di antaranya atlet putri yang telah melapor ke polisi.

Kasus itu bagai ”badai” yang menerpa panjat tebing Indonesia, cabang olahraga yang tengah naik daun selepas berkali-kali memecahkan rekor dunia dan akhirnya mempersembahkan medali emas di Olimpiade Paris 2024. Para atlet terguncang. Mereka sempat dipulangkan karena terjadi kekosongan pelatih dan ketidakjelasan program latihan sebelum tim kepelatihan baru terbentuk.

Atlet panjat tebing Indonesia disiplin speed, Desak Made Rita Kusuma Dewi, berlatih di pemusatan latihan nasional panjat tebing di Hotel Santika Premier Kota Harapan Indah, Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis (2/4/2026) sore. Tim panjat tebing Indonesia bersiap untuk mengikuti Kejuaraan Asia di Meishan, China, mulai 8 April 2026 untuk kualifikasi Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

”Kaget, pasti. Butuh waktu untuk mencernanya,” kata atlet putri Desak Made Rita Kusuma Dewi, sepekan sebelum turnamen di pelatnas panjat tebing di Hotel Santika Premier Kota Harapan Indah, Kota Bekasi, Jawa Barat.

”Akan tetapi, saya juga akhirnya berpikir, ada impian yang dikejar. Saya harus bisa fokus lagi,” ujar atlet yang menyumbang satu-satunya medali emas untuk panjat tebing di Asian Games Hangzhou 2022.

Panjat tebing di Asian Games 2026 tidak seperti edisi-edisi sebelumnya yang memungkinkan semua pendaftar bisa berpatisipasi. Kini, setiap atlet, termasuk peraih medali emas edisi 2022 seperti Desak, harus mengikuti ajang-ajang kualifikasi untuk kembali bisa tampil di panggung multicabang olahraga Asia itu.

Kejuaraan Asia menyediakan masing-masing enam tiket untuk lead dan boulder putra dan putri serta delapan jatah untuk speed putra dan putri. Indonesia telah meloloskan tiga atlet di Kejuaraan Dunia 2025 di Seoul, Korea. Mereka adalah Putra Tri Ramadhani untuk lead putra, Sukma Lintang Cahyani untuk lead putri, dan Ravianto Ramadhan untuk boulder putra.

Setiap negara hanya memiliki jatah maksimal masing-masing dua atlet putra dan putri untuk tampil di lead, boulder, dan speed. Artinya, Indonesia kini mengejar masing-masing satu tiket lagi untuk lead putra dan putri serta boulder putra. Adapun untuk boulder putri serta speed putra dan putri, tim Merah Putih mengejar kuota penuh.

”Kalau ditanya kesiapan, sekarang sudah sangat siap, harus siap tempur, apalagi bakal bersaing juga dengan teman sendiri. Apa pun itu, harus terbaik untuk diri sendiri dulu,” ucap Desak.

Persaingan sengit

Kuota di speed yang masing-masing jender hanya dua atlet per negara itu imbas dari penyesuaian nomor perlombaan seperti di Olimpiade. Sebelumnya, Hangzhou 2022 ataupun Jakarta-Palembang 2018 melombakan speed, speed relay, dan kombinasi (lead dan boulder). Saat ini, selain lead dan boulder dilombakan terpisah, speed relay dihapus sehingga tidak ada lagi nomor beregu yang menyediakan banyak kuota.

Dengan demikian, sebanyak lima pemanjat putra dan empat pemanjat putri Indonesia tidak hanya harus menembus delapan besar. Mereka juga harus bersaing menjadi dua atlet terbaik Indonesia agar bisa meraih tiket Asian Games.

Persaingan ketat itu menambah motivasi Raharjati Nursamsa. Terlebih, pemanjat yang menyandingkan medali emas di seri Piala Dunia Panjat Tebing 2025 di Krakow, Polandia, bersama Desak ini ingin debut di Asian Games.

Atlet panjat tebing Indonesia disiplin speed, Raharjati Nursamsa, berlatih di pemusatan latihan nasional panjat tebing di Hotel Santika Premier Kota Harapan Indah, Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis (2/4/2026) sore. Tim panjat tebing Indonesia bersiap untuk mengikuti Kejuaraan Asia di Meishan, China, mulai 8 April 2026 untuk kualifikasi Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Menurut pemanjat berusia 25 tahun ini, Asian Games adalah salah satu tahap yang harus dilalui agar bisa mencapai Olimpiade yang jadi mimpi hampir semua atlet. Apalagi Asian Games, kata Raharjati, bisa menjadi gambaran Olimpiade karena persaingan dunia kerap meliputi negara-negara Asia.

”Memang harus benar-benar menampilkan yang terbaik karena persaingan di internal kita juga sengit. Ada yang pernah emas Olimpiade, ada yang pernah pecah rekor, sedangkan kuotanya cuma dua,” ucapnya.

Panggung atlet muda

Selain para atlet yang berpengalaman tampil di seri Piala Dunia dan Asian Games sebelumnya, Kejuaraan Asia juga akan jadi panggung atlet-atlet muda seperti Antasyafi Robby Al Hilmi dan Alma Ariella Tsany. Kedua peraih emas SEA Games Thailand 2025 akan menjajal kesempatan untuk bisa naik ke level selanjutnya.

Sementara Robby akan bersaing untuk dua kuota tersedia di speed, Alma akan berjuang untuk satu tiket tersisa di lead. Baik Robby (18) maupun Alma (16) mengaku tidak gentar bersaing dengan atlet-atlet yang lebih senior dari mereka karena mereka bertekad tampil di level Asia setelah menaklukkan Asia Tenggara.

Pelatih lead, Amri, pun optimistis anak-anak asuhannya bisa memaksimalkan kuota. ”Sebulan terakhir ini kami fokus mencoba berbagai variasi jalur, dengan harapan para atlet terbiasa dengan dinamika jalur, yang kami ubah sampai tiga kali seminggu,” ucap Amri.

Atlet panjat tebing Indonesia disiplin ”lead”, Alma Ariella Tsany, berlatih di pemusatan latihan nasional panjat tebing di Hotel Santika Premier Kota Harapan Indah, Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis (2/4/2026) sore. Tim panjat tebing Indonesia bersiap untuk mengikuti Kejuaraan Asia di Meishan, China, mulai 8 April 2026, untuk kualifikasi Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Atlet panjat tebing Indonesia disiplin ”lead”, Raviandi Ramadhan, berlatih di pemusatan latihan nasional panjat tebing di Hotel Santika Premier Kota Harapan Indah, Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis (2/4/2026) sore. Tim panjat tebing Indonesia bersiap untuk mengikuti Kejuaraan Asia di Meishan, China, mulai 8 April 2026, untuk kualifikasi Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Atlet panjat tebing Indonesia disiplin ”speed” berlatih di pemusatan latihan nasional panjat tebing di Hotel Santika Premier Kota Harapan Indah, Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis (2/4/2026) sore. Tim panjat tebing Indonesia bersiap untuk mengikuti Kejuaraan Asia di Meishan, China, mulai 8 April 2026, untuk kualifikasi Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Para atlet panjat tebing Indonesia disiplin ”speed” berpelukan sebelum berlatih di pemusatan latihan nasional panjat tebing di Hotel Santika Premier Kota Harapan Indah, Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis (2/4/2026) sore. Tim panjat tebing Indonesia bersiap untuk mengikuti Kejuaraan Asia di Meishan, China, mulai 8 April 2026, untuk kualifikasi Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Atlet panjat tebing Indonesia disiplin ”speed”, Antasyafi Robby Al Hilmi, berlatih di pemusatan latihan nasional panjat tebing di Hotel Santika Premier Kota Harapan Indah, Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis (2/4/2026) sore. Tim panjat tebing Indonesia bersiap untuk mengikuti Kejuaraan Asia di Meishan, China, mulai 8 April 2026, untuk kualifikasi Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Atlet panjat tebing Indonesia disiplin ”lead”, Musauwir (kiri) dan Muhammad Ramzi Firmansyah, berlatih di pemusatan latihan nasional panjat tebing di Hotel Santika Premier Kota Harapan Indah, Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis (2/4/2026) sore. Tim panjat tebing Indonesia bersiap untuk mengikuti Kejuaraan Asia di Meishan, China, mulai 8 April 2026, untuk kualifikasi Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia Yenny Wahid menargetkan tim panjat tebing Indonesia bisa memaksimalkan kuota yang tersedia, terutama di speed dan boulder. Dengan demikian, Indonesia bisa berkekuatan penuh di Jepang mendatang.

Sebelumnya, Yenny mengatakan, kasus dugaan kekerasan yang menimpa atlet panjat tebing bukanlah titik jatuh mereka. ”Justru ini harus menjadi titik baru kita untuk bisa memanjat lebih tinggi lagi,” kata Yenny. Kini, pertanyaannya, bisakah panjat tebing melakukan itu setelah dihantam badai?


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji