BerandaOlahragaEmas BMX Buah Ketekunan 1...

Emas BMX Buah Ketekunan 12 Tahun Sifa

Amellya Nur Sifa menjadi pebalap putri BMX Indonesia yang pertama kali meraih medali emas Asian Games. Prestasi ini buah ketekunan Sifa berlatih selama 12 tahun serta kecerdikan para pelatih tim BMX meracik taktik.

01 Okt 2023 21:59 WIB · Olahraga

Oleh AGUNG SETYAHADI

Pebalap putri BMX Indonesia, Amellya Nur Sifa (kanan) dan Jasmine Azzahra Setyobudi, masing-masing meraih medali emas dan perunggu dalam Asian Games Hangzhou 2022 di Sirkuit Chun'an Jieshou, Minggu (1/10/2023). Sifa menjadi pebalap putri BMX pertama Indonesia yang meraih medali emas di Asian Games.

JAKARTA, KOMPAS — Amellya Nur Sifa sempat panik menjelang hari balapan BMX putri Asian Games Hangzhou 2022 karena bahu kanannya cedera akibat terjatuh dalam sesi latihan resmi. Bahu Sifa kaku, tidak bisa diangkat. Benak pebalap putri berusia 20 tahun itu mulai dirayapi kekhawatiran tidak bisa tampil dalam ajang yang sudah dia nantikan bertahun-tahun.

Namun, kepercayaan diri Sifa kembali bangkit berkat mental bajanya, dukungan tim pelatih balap sepeda Indonesia, dan penanganan medis dari dokter Andhika Respati.

Keesokan harinya, Sifa sudah bisa menggerakkan kembali bahu kanannya dan tampil maksimal dalam sesi individual time trial yang mengawali tiga moto atau balapan BMX di Sirkuit Chun'an Jieshou, Hangzhou, China, Minggu (1/10/2023). Sifa pun meraih medali emas dan pebalap putri Indonesia lainnya, Jasmine Azzahra Setyobudi, meraih medali perunggu.

”Saat balapan sudah tidak terasa sakit, jadi saya bisa tampil maksimal. Padahal, setelah terjatuh dan bahu tidak bisa diangkat, saya sempat panik. Takut tidak bisa tampil saat balapan, padahal ini, kan, puncaknya,” ujar Sifa melalui sambungan telepon.

Pebalap putri asal Temanggung, Jawa Tengah, itu pun berjuang maksimal dalam moto 1, moto 2, dan moto 3, yang menjadi penentu poin akhir. Memasuki moto 3, poin Sifa tertinggal dari pebalap China, Gu Quanquan. Dalam moto 1 dan 2, Sifa finis di posisi ketiga dan kedua, sedangkan Quanquan selalu finis di posisi terdepan.

Pebalap putri BMX Indonesia, Amellya Nur Sifa (nomor 10), memimpin di moto 3 yang menjadi final balap sepeda disiplin BMX kategori putri dalam Asian Games Hangzhou di Sirkuit Chun'an Jieshou, Minggu (1/10/2023).

Dalam fase krusial itulah peran pelatih sangat penting untuk menentukan strategi balapan moto 3. Kepala pelatih tim nasional balap sepeda Indonesia Dadang Haries Purnomo dan pelatih BMX Ari Kristanto pun mengutak-atik taktik. Ini bukan perkara mudah karena China menurunkan dua pebalap andal, Quanquan dan Wang Mengyao, yang finis di posisi kedua dan kelima dalam dua moto sebelumnya. Ini menuntut kerja sama tim yang solid antara Sifa dan Jasmine yang finis di posisi keempat dan ketiga dalam moto 1 dan 2.

Berdasarkan hasil moto 2, Dadang membaca strategi China untuk moto 3 adalah menerapkan jepitan. Mereka akan memilih posisi start yang mengapit Sifa dan Jasmine. Taktik itu bisa menutup peluang Indonesia meraih emas, tetapi ada strategi untuk mematahkan itu.

Baca juga: Sifa Membuka Jalan Emas BMX di Asian Games

”Jadi, dalam peraturan, BMX Asian Games kali ini menggunakan sistem poin, karena hanya ada satu grup di putri (delapan pebalap). Maka, hanya dilakukan tiga kali moto dan moto yang ketiga adalah final. Moto 1 ditentukan dari hasil ITT, individual time trial, moto 2 ditentukan dari hasil moto 1, dan moto 2 ditentukan dari hasil moto 3,” jelas Dadang yang matang dalam regulasi BMX.

”Karena poin Indonesia dengan China sangat berdekatan, dan posisi start itu sangat menentukan, kita membikin beberapa simulasi strategi, di mana simulasi saat itu adalah China di gate pertama karena China memimpin moto 2,” lanjut Dadang.

”Kita berusaha menghindar dari China, supaya tidak berdempetan dengan China, karena kita melihat China akan melakukan strategi jepit, arah jepit panah. Jadi, kita perlu menghindar,” ungkap Dadang.

”Strategi ini juga terbantu oleh posisi pebalap Korea Selatan yang diberi posisi di sebelah China karena sudah tidak memiliki peluang meraih medali. Ternyata, asumsi kita betul, China memang melakukan strategi yang kita sampaikan tadi, orang keduanya memilih di gate ketujuh, jadi gate satu dan tujuh, di posisi samping kiri dan kanan, tujuannya untuk menjepit pebalap Indonesia yang ada di tengah,” lanjut Dadang.

Pebalap putri BMX Indonesia, Amellya Nur Sifa (nomor 10), memimpin di moto 3 yang menjadi final balap sepeda disiplin BMX kategori putri dalam Asian Games Hangzhou di Sirkuit Chun'an Jieshou, Minggu (1/10/2023). Sifa meraih medali emas. Sementara perak diraih pebalap putri China, Gu Quanquan, dan perunggu diraih pebalap Merah Putih, Jasmine Azzahra Setyobudi (nomor 9).

”Namun, strategi itu tidak berjalan dengan baik karena kami memilih gate yang dalam hitungan kami akan menghancurkan konsentrasi pebalap China yang melakukan strategi menjepit. Alhamdulillah, Sifa dan Jasmine bisa menjalankan instruksi strategi dari pelatih dengan baik, tidak ada kendala. Semua dilakukan dengan lancar, obstacle demi obstacle di line satu, dua, tiga, dan empat, dan Sifa bisa melampaui dua pebalap China tersebut,” pungkas Dadang.

Taktik ini membuahkan medali emas yang diraih oleh Sifa serta medali perunggu digenggam Jasmine yang finis di posisi kedua dalam moto 3. Sementara perak diraih oleh Qunquan yang finis di posisi keempat dalam moto 3.

”Kunci kemenangan ini adalah tetap tenang dan fokus meskipun dalam posisi tertinggal di moto 1 dan moto 2. Sebelum start memang sempat deg-degan, tetapi begitu start berbunyi sudah tidak lagi, langsung fokus balapan,” ujar Sifa yang sudah bisa memimpin di jump kedua.

Baca juga: Keran Medali Emas Indonesia Mulai Terbuka

Sifa bisa start dengan bagus setelah dia menjalani pemusatan latihan dua pekan di Turki menjelang Asian Games, di mana treknya memiliki start delapan meter yang sama dengan di Hangzhou. Sifa merasakan peningkatan besar dalam start di Turki karena Indonesia tidak memiliki start setinggi delapan meter. ”Jadi, itu untuk mengasah feeling saat meluncur start delapan meter, kalau obstacle lainnya sama,” ungkap Sifa.

Mentalitas Sifa bertarung dalam balapan BMX yang sangat intens sudah terasah sejak dia berusia tujuh tahun. Semua bermula dari sirkuit kecil BMX di depan rumahnya di Parakan, Temanggung, Jawa Tengah. Olahraga BMX sempat semarak di daerah penghasil tembakau itu tahun 2011-2012. Sifa pun terjangkiti virus BMX dan menjadi segelintir anak putri di antara banyak anak laki-laki yang menggemari BMX.

”BMX sempat ramai di Temanggung tahun 2011-2012. Kalau lomba ke luar daerah berangkatnya pakai truk. Awalnya saya tertarik BMX itu karena setiap hari melihat mas-masnya latihan, jadi ikut tertarik. Saya dari kecil biasa terjatuh, jadi sudah biasa bersaing,” ungkap Sifa.

Pebalap putri BMX Indonesia, Amellya Nur Sifa (nomor 10) dan Jasmine Azzahra Setyobudi (nomor 9), bersaing ketat dengan pebalap China, Wang Mengyao (14) dan Gu Quanquan (15), dalam moto 3 yang menjadi final balap sepeda disiplin BMX kategori putri dalam Asian Games Hangzhou di Sirkuit Chun'an Jieshou, Minggu (1/10/2023).

Setelah 12 tahun menggeluti BMX itu, Sifa kini menjadi pebalap putri BMX Indonesia pertama yang meraih medali emas Asian Games. ”Rasanya seperti bermimpi,” ujar atlet berusia 20 tahun itu.

Namun, ini belum menjadi akhir mimpi Sifa. Dia ingin menggapai asa yang lebih tinggi lagi. ”Semoga bisa lolos Olimpiade Perancis. Peluang masih terbuka,” ujar Sifa.

Mimpi besar Sifa itu sebenarnya merupakan buah dari dukungan kedua orangtuanya saat dia mulai menggeluti BMX di usia tujuh tahun. Sifa pun mempersembahkan medali emas Asian Games untuk kedua orangtuanya yang memberi dukungan penuh sejak awal.

”Medali emas ini saya persembahkan untuk orangtua saya. Mereka berdua sangat mendukung saya sejak awal, membelikan sepeda BMX, ya pertamanya sepeda BMX biasa, setiap kali juara dibeliin,” pungkas Sifa.


Kerabat Kerja

Penulis:

AGUNG SETYAHADI
 | 

Editor:

PRASETYO EKO PRIHANANTO