Enam orang masih hilang di Karo dan dua di Deli Serdang akibat banjir dan longsor. Empat kabupaten diterjang bencana akibat hujan lebat yang melanda Sumut.
24 Nov 2024 20:02 WIB · Lingkungan
DELI SERDANG, KOMPAS – Banjir bandang dan longsor menerjang empat kabupaten di Sumatera Utara, yakni Deli Serdang, Karo, Padang Lawas, dan Tapanuli Selatan. Sebanyak 14 korban ditemukan tewas dan sedikitnya delapan masih hilang. Masyarakat di daerah rawan bencana banjir dan longsor diminta waspada karena hujan lebat masih akan melanda sejumlah tempat di Sumut.
Di Deli Serdang, tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan masih melakukan pencarian di permukiman yang rusak berat diterjang banjir bandang di Desa Martelu, Kecamatan Sibolangit, Minggu (24/11/2024). Dua alat berat dikerahkan mencari korban di bawah tumpukan material kayu, batu besar, dan tanah.
”Tim SAR gabugan masih terus bekerja mencari dua korban hilang. Tim sudah menemukan empat korban dalam keadaan meninggal,” kata Penjabat Bupati Deli Serdang Wiriya Alrahman saat meninjau operasi pencarian.
Pantauan Kompas, empat rumah dan satu gereja di permukiman yang berada di lembah di antara bukit itu roboh terbawa arus banjir bandang. Sungai kecil di tengah permukiman melebar dan dipenuhi batu-batu besar yang terbawa arus dari hulu.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/24/97c44907-dd8b-473d-b4c1-ba04008b0ff4_jpg.jpg)
Alat berat ekskavator dikerahkan untuk mencari dua korban yang masih hilang. Alat berat itu memindahkan kayu, batu, dan tanah untuk mencari korban. Namun, hingga Minggu malam, dua korban belum ditemukan.
Edy Ginting (45), warga Desa Martelu, mengatakan, dia selamat karena arus banjir bandang hanya melintas di samping rumahnya. Hujan deras sudah turun di Sibolangit sejak Sabtu (23/11/2024) sore. Saat malam tiba, arus listrik padam sehingga desa gelap gulita.
Warga pun berdiam di rumah di tengah hujan lebat dan listrik yang padam. ”Kejadiannya sangat cepat. Awalnya, kami mendengar suara gemuruh seperti mesin truk. Beberapa saat kemudian, banjir bandang yang membawa batu dan kayu langsung menerjang desa kami,” kata Edy.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/24/dcfe3328-e7d7-4161-b6b6-06329f408c4f_jpg.jpg)
Edy menyebut, warga tidak punya waktu melarikan diri setelah banjir bandang datang. Arus banjir bandang sangat besar dan menghanyutkan rumah-rumah yang ada di permukiman itu. Setelah banjir bandang mereda, warga berupaya mencari korban. Empat korban tewas ditemukan pada Sabtu malam hingga Minggu pagi.
Di Karo, bencana longsor menerjang permukiman dan daerah wisata permandian air panas di Desa Semangat Gunung, Kecamatan Simpang Empat, pada Sabtu (23/11/2024). Lokasi itu berjarak sekitar 15 kilometer dari banjir bandang di Deli Serdang. Empat orang ditemukan tewas dan enam lainnya hilang. Jumlah korban hilang masih bisa bertambah lagi karena kemungkinan ada wisatawan yang belum didata.
”Operasi pencarian korban hilang akibat longsor akan kembali dilanjutkan pada Senin (25/11/2024) pagi. Kami berfokus mencari korban hilang,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo Juspri Nadeak.
Juspri mengatakan, longsor terjadi pada Sabtu malam sekitar pukul 19.00 WIB setelah hujan lebat turun sejak sore. Bukit tinggi di atas permukiman longsor menimpa sedikitnya dua rumah, sebuah penginapan dengan 9 kamar, dan satu masjid.
Korban baru bisa ditemukan pada Minggu sore setelah alat berat dikerahkan. Empat orang ditemukan tewas di bawah timbunan material longsor. Pencarian pun sudah dihentikan pada Minggu malam dan akan dilanjutkan kembali pada Senin pagi.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/24/b62f58b2-7371-455d-93fc-ef8c2d861c88_jpg.jpg)
Sepanjang Sabtu, banjir bandang dan longsor juga terjadi di dua kabupaten lainnya. Di Padang Lawas, hujan deras mengakibatkan longsor yang menimbun dua rumah dan tiga warung makan di Desa Harang Julu, Kecamatan Ulu Sosa. Empat orang dalam satu keluarga ditemukan tewas tertimbun material longsor.
”Kami sudah menemukan semua korban hilang di Padang Lawas. Operasi pencarian sudah ditutup. Untuk penanggulangan bencana akan dilakukan pemerintah daerah,” kata Kepala Kantor SAR Medan Mustari.
Di Tapanuli Selatan, banjir bandang menerjang tiga desa di Kecamatan Sayur Matinggi. Dua warga tewas dan puluhan terluka. Sejumlah rumah rusak berat diterjang arus banjir bandang.
”Akses jalan ke sejumlah desa juga belum bisa dilalui karena tertutup material banjir bandang,” kata Pelaksana Tugas Kepala BPBD Tapanuli Selatan Mashuri.
Penulis:
Nikson SinagaEditor:
Rini Kustiasih