Saat ini, timnas sepak bola putri menempati peringkat ke-50 dunia dan 10 besar Asia. Bergabungnya keempat pemain naturalisasi diharapkan meningkatkan prestasi.
10 Jun 2025 15:00 WIB · Olahraga
JAKARTA, KOMPAS — Pemerintah meneken dokumen naturalisasi empat perempuan pesepak bola asal Belanda untuk menjadi warga negara Indonesia atau WNI. Masuknya pemain berdarah Indonesia ini diharapkan semakin memantapkan posisi sepak bola sebagai ikon dan duta prestasi Tanah Air.
Keempat atlet sepak bola itu adalah Iris Joska de Rouw, Felicia Victoria de Zeeuw, Emily Julia Frederica Nahon, dan Isa Guusje Warps. Sebelum dinaturalisasi menjadi WNI, keempatnya adalah warga negara Kincir Angin Belanda.
Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU) Kementerian Hukum Widodo saat acara ”Pengambilan Sumpah/Janji Setia Pewarganegaraan terhadap Empat Atlet Sepak Bola Wanita” di kantor Kemenkum, Jakarta, Selasa (10/6/2025), menuturkan, naturalisasi keempat atlet sepak bola itu sudah mendapat pertimbangan serta persetujuan dari Komisi XIII dan Komisi X DPR.
Keputusan itu pun sudah ditetapkan dalam rapat paripurna DPR sebagai usulan dari Presiden Republik Indonesia. Direktorat Jenderal AHU bertugas untuk memberikan penegasan status kewarganegaraan kepada yang bersangkutan. Proses naturalisasi itu juga telah melibatkan pertimbangan dari kementerian lain, yaitu Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Dalam Negeri, dan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).
Dengan demikian, secara prosedural, semua administrasi menyangkut kewarganegaraannya sudah selesai. Saat ini, tinggal yang bersangkutan secara teknis bergabung di timnas Indonesia.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/10/55fdcb21ac9913eb2f4761b463a7e7cc-IMG_20250610_WA0028.jpg)
”Dengan demikian, secara prosedural, semua administrasi menyangkut kewarganegaraannya sudah selesai. Saat ini, tinggal yang bersangkutan secara teknis bergabung di tim nasional atau timnas Indonesia untuk melakukan pendampingan-pendampingan, pelatihan-pelatihan, dan sekaligus juga ikut kejuaraan-kejuaraan yang akan ditentukan oleh PSSI ataupun Kementerian Olahraga pada masa yang akan datang,” tutur Widodo.
Sebagai informasi, pemain naturalisasi Felicia Victoria de Zeeuw lahir di Delft pada 19 Januari 2006. Pemain berusia 19 tahun itu adalah gelandang serang tier 1 asal klub Den Haag. Ia memiliki garis keturunan Indonesia dari darah neneknya, Felixia Adelie Kuhuwasi, yang lahir di Jakarta, 22 Agustus 1940.
Berikutnya, Iris Joska de Rouw lahir di Rotterdam pada 21 April 2005 dan berusia 20 tahun. Ia adalah kiper tier 2 yang bergabung di klub Sparta Rotterdam. Ia memiliki garis keturunan Indonesia dari darah ibunya. Neneknya yang bernama Christina Salomonson kelahiran Lumajang, Jawa Timur, 17 Januari 1949.
Atlet Isa Guusje Warps lahir di Veldhoven pada 3 Juni 2005. Pemain yang saat ini berusia 20 tahun itu adalah penyerang sayap tier 1 Belanda dari klub NAC Breda. Ia memiliki garis keturunan Indonesia dari ayahnya. Neneknya bernama Fhilhomena Wilma Satine Rouschop kelahiran Padang, Sumatera Barat, 30 Desember 1949.
Terakhir, Emily Julia Frederica Nahon terlahir di Oegstgeest pada 17 Mei 2007. Pemain berusia 18 tahun itu adalah bek tengah tier 1 Belanda dari klub ADO Den Haag. Emily memiliki keturunan Indonesia dari ayahnya. Neneknya bernama Julie Andrette Margot Rancuret kelahiran Bogor, Jawa Barat, 29 April 1949.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/10/8d2ca54bfa383ec09ee012f7dd556aae-IMG_20250610_WA0025.jpg)
Pemerintah berharap agar keempat atlet tersebut bisa memberikan kontribusi yang maksimal dan optimal kepada negara. Dengan demikian, prestasi olahraga, baik di tingkat nasional maupun internasional, akan terus meningkat.
Saat ini, timnas sepak bola putri menempati rangking atau peringkat ke-50 di tingkat dunia dan 10 besar Asia. Bergabungnya keempat pemain naturalisasi ini diharapkan bisa menambahkan prestasi, seperti di putaran final AFC Women Asian Cup (Kejuaraan Sepak Bola Wanita Asia) ataupun FIFA Women World Cup 2035 di mana Indonesia diharapkan juga ikut berpartisipasi.
”Nah, diharapkan dengan mereka sudah bergabung sejak usia saat ini, mereka (yang) usia-usianya itu sekitar 18-20 tahunan, ini menjadi sangat mudah dan diharapkan mampu untuk berprestasi lebih baik,” kata Widodo.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/10/141f75db6e93f7ffb9a6f484f5ad5784-IMG_20250610_WA0033.jpg)
Widodo menambahkan, salah satu politik hukum kebijakan di bidang sepak bola, yang telah disampaikan oleh Menpora dan Ketua Umum PSSI, adalah ingin menjadikan sepak bola sebagai ikon dan duta prestasi Tanah Air. Presiden Prabowo Subianto sangat mendukung hal tersebut dan berharap timnas perempuan bisa berprestasi seperti timnas laki-laki.
Pada saat laga putaran keempat kualifikasi Piada Dunia 2026, timnas Indonesia berhasil mengalahkan China dengan skor 1-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (5/6/2025).
Secara terpisah, di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi meminta pendukung timnas untuk selalu memberikan dukungan di setiap pertandingan. Dukungan perlu diberikan tatkala berhasil memenangi pertandingan ataupun saat kalah ketika bertanding.
Sebab, semua hasil tersebut merupakan bagian dari perjuangan Indonesia di panggung dunia. ”Udah enggak lagi nanya, Anda dari mana? Ini dari mana? Semua senang. Kalau mainnya kurang bagus, kita harus kasih semangat. Begitu jadi penonton yang baik, demi timnas Indonesia, kalau kita cinta sama republik,” ujar Prasetyo.
Penulis:
Dian Dewi Purnamasari, Iqbal BasyariEditor:
Cyprianus Anto SaptowalyonoPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra