Enam Orang Tewas akibat Banjir Bandang di Padang Panjang

Sedikitnya enam orang tewas akibat banjir bandang di jembatan kembar sekitar Lembah Anai, Padang Panjang. Akses jalan nasional Padang-Bukittinggi juga terputus.

28 Nov 2025 12:23 WIB · Lingkungan

IRELI SOFIA UNTUK KOMPAS

Oleh Yola Sastra

PADANG, KOMPAS — Sedikitnya enam orang meninggal dan beberapa orang lainnya hilang dalam bencana banjir bandang atau galodo di sekitar Lembah Anai wilayah Kota Padang Panjang, Sumatera Barat. Selain menimbulkan korban jiwa, galodo juga memutus akses jalan nasional Padang-Bukittinggi. 

Banjir bandang terjadi di kawasan jembatan kembar di Kelurahan Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat, Kamis (27/11/2025) siang. Air tiba-tiba datang menghantam badan jalan dan jembatan serta menyapu warung di pinggir jalan dan rumah warga, termasuk pengendara yang berteduh. 

”Kamis pukul 12.20, tiba-tiba langsung tiba banjir bandang dan menyapu warga di lokasi. Ada enam korban tewas yang sudah ditemukan, selebihnya masih dicari,” kata Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang Panjang Noviyanti ketika dihubungi dari Padang, Jumat (28/11/2025).

Kondisi setelah banjir bandang di sekitar jembatan kembar jalan nasional Padang-Bukittinggi di Kelurahan Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, Kamis (27/11/2025). Sedikitnya enam orang tewas dalam bencana ini.
Kondisi setelah banjir bandang di sekitar jembatan kembar jalan nasional Padang-Bukittinggi di Kelurahan Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, Kamis (27/11/2025).

Enam korban yang ditemukan adalah Nilmawati (59), Riki Saputra (38), Junimar (52), Agung Purnomo (35), Silvi Marta Putri (25), dan Roby Handaryo (42). Para korban ditemukan di aliran Sungai Batang Anai di Kecamatan 2 x 11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman. 

Selain mencari korban, Noviyanti menambahkan, petugas di lapangan juga tengah berupaya membersihkan material lumpur, batu, dan kayu sisa banjir bandang di jalan nasional Padang-Bukittinggi itu.

Petugas juga mengevakuasi warga yang melarikan diri ke atas bukit saat galodo datang. ”Jalan sekarang masih terputus. Kendaraan belum bisa lewat,” ujarnya.

Banjir badang di sekitar kawasan Lembah Anai itu dipicu hujan lebat yang terjadi dalam sepekan terakhir. Air bah datang dari Batang Air Putih yang merupakan salah satu hulu Sungai Batang Anai.

Petugas berjibaku membersihkan material banjir bandang di sekitar jembatan kembar jalan nasional Padang-Bukittinggi di Kelurahan Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, Kamis (27/11/2025).
Petugas berjibaku membersihkan material banjir bandang di sekitar jembatan kembar jalan nasional Padang-Bukittinggi di Kelurahan Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, Kamis (27/11/2025).

Di sekitar jembatan kembar di perbatasan Padang Panjang dan Tanah Datar itu terdapat banyak warung dan mushala. Lokasi tersebut biasanya menjadi tempat pengendara berteduh saat hujan ketika melewati kawasan Lembah Anai.

Ireli Sofa Datuak Tan Majolelo (58), salah seorang pemangku adat setempat, menjelaskan, beberapa saat setelah kejadian, jembatan di jalan nasional itu tertimbun lumpur disertai batu-batu besar dan kayu.

Quote

Ada enam korban tewas yang sudah ditemukan, selebihnya masih dicari.

Datuak Tan Majolelo, yang merupakan pimpinan Nagari Bukiksuruangan bidang ulayat adat, mengkhawatirkan kondisi kemenakannya (anggota kaum) yang bermukim di sana. Setidaknya, ada 29 keluarga tinggal di sekitar kawasan itu.

”Kemungkinan ada 22 keluarga yang rumahnya terdampak. Namun, saya belum tahu bagaimana nasib mereka. Suasana masih berduka, saya belum bisa banyak bertanya,” katanya.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yola Sastra
 | 

Editor:

Haris Firdaus
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan