Enam Pemain Timnas Indonesia Bersaing di Liga Belanda 2025-2026, Siapa Bakal Bersinar?

Liga Belanda sajikan enam andalan timnas Indonesia. Jumlah itu bisa bertambah hingga maksimal sembilan pemain.

06 Agt 2025 14:09 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

Liga Belanda atau Eredivisie edisi 2025-2026 bakal memulai sepak mula laga perdana pada Jumat (8/8/2025). Antusiasme publik sepak bola nasional terhadap Liga Belanda tetap besar seiring kehadiran lima andalan skuad ”Garuda” yang akan bersaing untuk memamerkan kemampuan terbaik bagi timnya masing-masing.

Mereka adalah Mees Hilgers (Twente), Calvin Verdonk (NEC Nijmegen), Dean James (Go Ahead Eagles), Eliano Reijnders (PEC Zwolle), Ivar Jenner (FC Utrecht), serta Justin Hubner (Fortuna Sittard).

Dari enam nama itu, Ivar dan Justin adalah nama baru di musim 2025-2026. Ivar baru mendapat promosi dari Jong Utrecht, sedangkan Justin kembali ke Belanda setelah lima tahun merantau ke Inggris untuk membela Wolverhampton Wanderers U-21.

Bahkan, kuantitas pemain timnas Indonesia di kompetisi kasta tertinggi Belanda berpotensi besar bertambah. Pasalnya, gelandang flamboyan, Thom Haye, yang berstatus masih tanpa klub diprediksi akan tetap berkarier di tanah kelahirannya. Thom diminati oleh dua klub Liga Belanda, yaitu Fortuna Sittard dan NAC Breda.

Selain itu, dua penyerang yang memiliki darah Indonesia dan berpotensi dinaturalisasi, yaitu Miliano Jonathans dan Mauro Ziljstra, juga sudah terdaftar sebagai bagian skuad utama masing-masing bersama Feyenoord dan tim promosi, Volendam.

Kira-kira siapa saja pemain yang bakal mampu membuktikan kualitas mereka di kompetisi kasta teratas di Belanda? 

Pemain Indonesia Mees Hilgers menggiring bola saat melawan Australia pada laga Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran ketiga di Stadion Sydney, Sydney, Australia, Kamis (20/3/2025). Indonesia kalah 1-5 pada laga itu.

Mees Hilgers (Twente)

Ulasan dimulai dari Mees. Bukan tanpa alasan, bek FC Twente itu masih berstatus pemain Indonesia dengan nilai pasar termahal. Menurut Transfermarkt, bek tengah berusia 24 tahun itu bernilai pasar Rp 113 miliar.

Nilai pasar Mees memang menurun dibandingkan akhir tahun lalu yang menyentuh angka tertinggi, yaitu Rp 174 miliar. Penyebabnya, cedera yang silih berganti menghantam pada paruh kedua musim lalu menyebabkan Mees harus menepi beberapa saat.

Mees pun dirumorkan akan pergi dari Twente. Tetapi, namanya justru masuk ke dalam susunan pemain laga uji coba pamungkas Twente kontra Udinese, Minggu (3/8/2025) kemarin. Itu adalah pertama kalinya Mees masuk dalam daftar skuad Twente pada pramusim menjelang kampanye kompetisi 2025-2026.

Dengan kontrak yang tersisa satu tahun atau bakal kedaluwarsa per 30 Juni 2026, Twente tidak ingin melepas Mees secara cuma-cuma musim panas tahun depan. Namun, tawaran dari klub lain di luar Belanda belum mampu meyakinkan Twente, juga Mees.

Dalam skema permainan Twente asuhan Paul van der Kraan, Mees berpeluang mendapatkan menit bermain yang cukup banyak serupa musim lalu. Pada Liga Belanda 2024-2025, Mees tampil dalam 25 laga yang 23 gim di antaranya berstatus pemain inti. Ia mencatatkan rata-rata penampilan 75 menit per gim.

Kehadiran Mees bakal memberikan banyak opsi duet bek tengah bagi Van der Kraan. Pasalnya, stok bek tengah Twente amat terbatas. Alec van Hoorenbeeck dan Max Bruns menjadi pesaing utama Mees untuk menjadi pilar utama di jantung pertahanan Twente.

Mees memiliki kapasitas untuk bermain dalam skema Twente. Catatan akurasi operan di zona pertahanan sendiri sebesar 94 persen serta umpan akurat di zona lawan sekitar 79 persen adalah modal bagi Mees untuk jadi pilar pilihan Van der Kraan.

Selain itu, 5 dari 11 laga nirbobol Twente musim lalu tercipta ketika Mees bermain. Dengan usia yang tergolong masih muda, Mees wajib memaksimalkan potensi besar bersama Twente pada musim 2025-2026. Dengan performa apik, ia bisa menarik minat klub-klub di tiga liga top Eropa untuk merekrutnya pada kompetisi edisi 2026-2027. 

Pemain timnas Indonesia, Calvin Verdonk (kanan), memeluk Ole Romeny yang berhasil mencetak gol ke gawang China dalam laga Grup C kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (5/6/2025). Indonesia mengalahkan China dengan skor 1-0.

KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA (YGA)
05-06-2025

Calvin Verdonk (NEC Nijmegen)

Calvin adalah pemain Indonesia dengan rating terbaik di Liga Belanda musim lalu. Laman Sofascore, misalnya, memberikan nilai 7,20 untuk penampilan Calvin untuk NEC Nijmegen selama Liga Belanda edisi 2024-2025.

Musim ini, hal serupa masih berpeluang tercipta. Calvin telah menginjak usia 28 tahun yang merupakan masa-masa emas bagi pesepak bola.

Kondisi itu dipertegas dengan kondisi fisiknya yang amat prima. Ia hanya satu kali absen di Liga Belanda musim lalu. Rerata 86 menit penampilan per gim menjadi catatan terbaik Calvin dalam karier profesionalnya.

Ia juga tidak melakukan satu pun kesalahan yang berujung gol bagi lawan. Sembilan laga nirbobol dikoleksi Calvin selama penampilannya membela NEC musim lalu.

Catatan 3,8 sapuan per gim dan 5,3 perebutan bola per laga mempertegas peran penting Calvin di zona pertahanan NEC. Namun, Calvin patut meningkatkan akurasi umpan silangnya yang hanya 26 persen.

Catatan satu gol dan satu asis juga perlu dinaikkan oleh Calvin demi membantu NEC bisa meraih capaian peringkat lebih baik musim ini.

pemain timnas Australia Lewis Miller (kanan) berebut bola dengan pemain Indonesia Dean James pada laga Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran ketiga di Stadion Sydney, Sydney, Australia, Kamis (20/3/2025).

Dean James (Go Ahead Eagles)

Pengaruh Dean untuk Go Ahead Eagles sudah terasa pada Johan Cruijff Schaal kontra PSV Eindhoven, akhir pekan lalu. Dalam laga pembuka kompetisi musim 2025-2026 itu, Dean memberikan asis untuk gol pembuka keunggulan GA Eagles. Sayang, timnya akhirnya tumbang, 1-2, dari juara bertahan Liga Belanda.

”Mari bersatu, kembali fokus, dan bereaksi pada hari Jumat (gim pertama Liga Belanda),” tulis Dean dalam takarir akun Instagram pribadinya yang mengunggah foto-foto aksinya kontra PSV di Arena PhilipS, Eindhoven, Belanda.

Torehan dua gol dan dua asis pada musim 2024-2025 menunjukkan Dean adalah bek sayap yang kental karakter menyerang. Ia juga piawai mengkreasikan peluang dengan koleksi 10 peluang.

Kekurangan yang patut dibenahi Dean adalah memperkuat aspek bertahannya. Hanya tiga kali merebut penguasaan bola per laga dan dua sapuan per gim menjadi bukti Dean harus meningkatkan kemampuan untuk mengantisipasi serangan lawan.

Selain itu, ia juga dinanti meningkatkan akurasi operan di zona pertahanan lawan yang hanya 67 persen. Jika aspek kekurangan itu bisa meningkat selama musim ini, Dean berpeluang membuka kesempatan untuk membela tim-tim raksasa di Belanda.

Eliano Reijnders (kanan) bergabung bersama pemain tim nasional sepak bola Indonesia mencoba lapangan Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, dalam sesi latihan, Kamis (14/11/2024). Indonesia akan menjamu Jepang pada pertandingan kelima Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia yang akan digelar pada Jumat (15/11/2024). *** Local Caption *** Saat ini, Timnas Indonesia berada di urutan 5 dengan 3 poin pada klasemen Grup C

Eliano Reijnders (PEC Zwolle)

Masih berusia 24 tahun sejatinya Eliano memiliki banyak waktu untuk berkembang dan meningkatkan kemampuan. Modalnya ialah bisa menempati banyak posisi. Pada musim lalu, ia dominan dimainkan sebagai bek sayap kanan.

Jangan dilupakan adik kandung gelandang Manchester City, Tijjani Reijnders, itu juga piawai bermain di posisi lebih ofensif, seperti penyerang sayap dan gelandang serang.

Pelatih anyar Zwolle Henry van der Vegt juga sudah mencoba Eliano bermain sebagai gelandang tengah pada dua gim uji coba kontra Kaizer Chiefs dan Rayo Vallecano.

Keahlian menempati banyak posisi itu membuka kans Eliano mencatatkan menit bermain lebih banyak dibandingkan musim lalu. Pada musim 2024-2025, ia hanya 11 kali turun sebagai pemain utama Zwolle. Catatan tampilnya pun sekadar 58 menit per gim.

Ketersediaan bermain di sejumlah posisi adalah bukti kecintaan Eliano kepada Zwolle. ”Saya berambisi tampil maksimal dalam setiap kesempatan bermain demi membantu tim. Ambisi saya juga ingin menghibur pendukung yang selalu mendukung kami,” ucap Eliano dilansir laman klub. 

Pemain Indonesia Ivar Jenner menggiring bola dengan dibayangi pemain Irak pada laga perebutan posisi ketiga Piala Asia U-23 di Stadion Abdullah Bin Khalifa, Doha Kamis (2/5/2024).

Ivar Jenner (Utrecht)

Tidak ada harapan lain kepada Ivar selain bersabar untuk menanti kehadiran momennya menciptakan debut di Liga Belanda bersama Utrecht. Cedera menganggu proses adaptasi Ivar bersama tim utama Utrecht pada pramusim kali ini.

Pengalaman sejak musim 2021-2022 hingga 2023-2024 membela Jong Utrecht di Eerste Divisie atau kompetisi kasta kedua Belanda sudah cukup bagi Ivar untuk menaikkan level permainannya.

Ivar, yang berusia 21 tahun, sejatinya bakal menjalani persaingan terbuka dengan rekan setimnya. Sejumlah gelandang tengah Utrecht sebaya dengannya, sebut saja Gjivai Zechiel (21 tahun) Alonzo Engwanda (22), Zidane Iqbal (22), Can Bozdogan (24), dan Rafik Al Arguioui (20).

Seandainya pada paruh pertama musim 2025-2026 kurang mendapatkan menit bermain di Utrecht, Ivar bisa berpikir untuk mencari peluang ke klub lain yang memberikan jaminan baginya tampil reguler.

Pemain Indonesia Justin Hubner berebut bola dengan pemain China Cao Yongjing dalam pertandingan putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 antara Indonesia melawan China di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (5/6/2025).

Justin Hubner (Fortuna Sittard)

Walaupun berstatus pendatang baru di Liga Belanda, Justin memiliki peluang besar untuk menjadi andalan baru di pertahanan Fortuna Sittard. Itu terlihat dari kesempatan dirinya tampil sejak menit awal pada gim uji coba kontra Bayer Leverkusen, 2 Agustus lalu.

Bermain untuk Fortuna yang berstatus tim papan tengah menjadi peluang Justin menampilkan hasil belajarnya selama lima musim di Inggris. Selain itu, Justin adalah pemain Fortuna dengan pengalaman internasional tertinggi berkat koleksi 18 cap bersama timnas Indonesia.

“Saya harus membuktikan kemampuan saya di Belanda dan Eropa. Saya ingin dikenal sebagai pemain hebat di sini,” tutur Justin kepada ESPN NL.

Sementara itu, dari dua nama pemain keturunan Indonesia, Miliano dan Mauro, penampilan Miliano patut mendapat sorotan. Bekal 11 gol bersama Jong Utrecht pada musim lalu membantunya merasakan delapan kali tampil untuk tim senior Utrecht di Liga Belanda.

Miliano juga sudah merasakan tampil sebagai pemain utama pada laga kualifikasi Liga Europa kontra Sheriff Tiraspol, tim Moldova, 1 Agustus lalu. Rasanya, tinggal menunggu waktu bagi Miliano untuk mencetak gol debutnya di Liga Belanda.

Di sisi lain, Mauro masih harus bekerja keras untuk menembus skuad utama Volendam. Ia memang masuk dalam skuad Volendam yang membantu tim promosi dari Eerste Divisie ke Eredivisie, tetapi ia hanya bermain enam kali.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase