Paus Leo XIV sangat prihatin tentang penggunaan AI dalam perang dan telah menyerukan pemantauan bagaimana teknologi tersebut digunakan.
19 Mei 2026 11:29 WIB · Kolom
AFP/VATICAN MEDIA
Sudah lama dunia menduga Paus Leo XIV akan menerbitkan ensiklik. Mereka juga menduga ensiklik itu pasti berisi soal kecerdasan buatan atau akal imitasi (AI). Di bagian lain, perusahaan teknologi raksasa juga bergerak melobi Vatikan agar dokumen kepausan itu tak membendung ekspansi bisnis mereka.
Semuanya menjadi terang ketika Vatikan pada Senin (18/5/2026) mengumumkan bahwa ensiklik pertama Paus Leo XIV berjudul Magnifica Humanitas (Kemanusiaan yang Agung) akan diterbitkan pada Senin, 25 Mei 2026. Dokumen ini berisi tentang pelestarian martabat manusia pada era AI. Pada tanggal itu akan ada presentasi dari Paus dan sejumlah pembicara lainnya pada hari yang sama di Vatikan.
Sontak pada Senin malam atau Selasa pagi waktu Indonesia berbagai media mengabarkan pengumuman itu. Mereka langsung menduga isi dari ensiklik tersebut dan membahasnya.
Vatikan siap menghadapi tantangan modernitas teknologi secara langsung dan mengingatkan dunia bahwa kemajuan tidak ada artinya jika melupakan martabat manusia.
Manurut Exaudi News, tema sentral Magnifica Humanitas didefinisikan dengan sempurna dalam pernyataan resmi Vatikan, yaitu karya ini membahas tentang perlindungan manusia di era AI. Di masa ekspansi teknologi yang belum pernah terjadi sebelumnya, Paus merenungkan secara mendalam dampak dan risiko yang ditimbulkan AI terhadap esensi kemanusiaan, lapangan kerja, dan hak-hak para pekerja.
Paus Leo XIV tidak membatasi analisisnya hanya pada teknologi. Ensiklik ini berakar kuat pada realitas geopolitik saat ini dengan membahas konflik global yang sedang berlangsung, krisis hukum internasional yang mengkhawatirkan, dan ancaman laten lainnya yang membahayakan perdamaian dunia.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/04/23/a711675f-4c20-433e-ab8e-acbffc10e440.jpg)
Pemilihan tanggal dan latar belakang dokumen tersebut memiliki bobot simbolis yang mendalam. Laman Exaudi News menyebut, Paus berupaya menempatkan ensiklik pertamanya dalam tradisi sosial Gereja yang agung. Ia menghubungkannya secara langsung dengan dokumen kepausan Rerum Novarum dan Centesimus Annus.
Rerum Novarum yang bersejarah diproklamasikan oleh Paus Leo XIII pada tahun 1891. Dokumen ini dianggap sebagai landasan Ajaran Sosial Katolik yang membela martabat pekerja selama Revolusi Industri. Sementara Centesimus Annus karya paus Yohanes Paulus II pada tahun 1991, yang menganalisis konsekuensi jatuhnya komunisme. Dengan demikian, Leo XIII mengambil alih peran untuk menafsirkan, dari perspektif iman dan etika, tantangan paling kompleks abad ke-21.
Dari laman yang sama juga disebutkan, di luar algoritma dan diplomasi, teks ini berdenyut dengan kritik sosial yang kuat. Paus menggunakan halaman-halaman ini untuk menyuarakan penentangannya terhadap ketidaksetaraan ekonomi. ”Orang miskin bukanlah miskin secara kebetulan,” tegasnya dalam teks tersebut, sekaligus mengutuk sebagai ”kebutaan dan kekejaman” sikap mereka yang berpikir berdasarkan premis tersebut.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/28/d038f59ff81930ec3a796711b236244d-20251028YGA09.jpg)
Dengan Magnifica Humanitas, Leo XIV mengonsolidasikan kepausannya yang berskala global. Vatikan siap menghadapi tantangan modernitas teknologi secara langsung dan mengingatkan dunia bahwa kemajuan tidak ada artinya jika melupakan martabat manusia.
Hingga saat ini belum ada respons dari perusahaan teknologi global tentang rencana pengumuman ensiklik tersebut. Sejak awal mereka khawatir isi ensiklik akan membatasi gerak mereka. Mereka telah lama mengirimkan sejumlaj juru lobi terbaik ke Vatikan untuk memengaruhi isi ensiklik. Upaya ini dilakukan di tengah investasi besar-besaran perusahaan teknologi global pada tahun ini.
Investasi dari berbagai perusahaan teknologi global telah mencapai 750 miliar dolar AS. Angka ini melampaui perkiraan awal yang mana pada tahun ini investasi itu hanya sekitar 600 miliar dolar AS. Perlombaan ini makin menggila karena sejumlah perusahaan yang tak pernah menerbitkan obligasi global, akhirnya mereka juga mencari pendanaan dengan menerbitkan surat utang tersebut.
Upaya mereka sudah barang tentu memunculkan kecemasan yang lain, yaitu kemungkinan terjadi gelembung ekonomi (bubble). Investasi yang besar-besaran dan tak terkendali akan meletus karena penanganan risiko yang tidak benar hingga mengakibatkan krisis ekonomi.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/02/19/5d80a62d456389a1bffc8077d53f893c-wires_photo_11_.jpg)
Salah satu yang unik adalah Paus tidak akan sendirian saat mengumumkan dokumen ini. Paus Leo XIV dan salah satu pendiri perusahaan AI, yaitu Anthropic, dikabarkan akan meluncurkan ensiklik pertama tersebut. Tak diketahui persis alasan pelibatan Anthropic.
Selama ini diketahui Anthropic telah memosisikan dirinya sebagai perusahaan AI yang mengutamakan keselamatan dan mitigasi risiko dalam penelitiannya. Kehadiran salah satu pendiri Anthropic, yaitu Christopher Olah di Vatikan sangat signifikan dan sekaligus untuk menunjukkan bahwa posisi Paus asal AS ini tentang AI sangat penting. Laman ABC 7 Chicago menyebutkan, sangat mungkin peristiwa ini akan menjadi titik konflik baru Vatikan dan tentu Anthropic dengan pemerintahan Trump.
Pada Februari, pemerintahan Trump telah memerintahkan semua lembaga AS untuk berhenti menggunakan teknologi AI buatan Anthropic dan menjatuhkan sanksi besar lainnya karena mereka menolak mengizinkan militer AS menggunakan teknologi AI milik mereka tanpa batasan. Anthropic saat ini menggugat pemerintahan tersebut, yang dituduhnya melakukan pembalasan ilegal karena upayanya untuk membatasi cara-cara penggunaan teknologi AI.
Soal pelibatan Anthropic, salah satu analis di laman Religion News Service Charles C Camosy mengatakan, konstitusi Anthropic untuk Claude (produk AI generatif Anthropic) adalah dokumen yang serius dan benar-benar mengesankan karena berfokus pada etika kebajikan dalam arsitekturnya, berkomitmen setidaknya pada konsep umum martabat manusia, dan jujur tentang keterbatasannya. Ia mengatakan, saya telah meluangkan waktu untuk mempelajarinya dan bekerja sama dengan orang-orang yang menulisnya dan saya mengatakan ini sebagai pujian yang tulus.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/26/f29ed21635816ec74b3e74a604b5c5cc-LG_Smart_Park1.jpg)
Alasan pokok dari peluncuran dokumen gerja ini adalah Paus Leo XIV telah menjadikan AI sebagai prioritas kepausannya. Ia sangat prihatin tentang AI dalam peperangan dan telah menyerukan pemantauan bagaimana teknologi tersebut digunakan.
Kehadiran Paus pada peluncuran dokumen Magnifica Humanitas juga signifikan, karena presentasi semacam itu biasanya dilakukan di ruang pers Vatikan dengan beberapa pejabat terpilih dan tamu undangan yang menjawab pertanyaan wartawan tentang dokumen tersebut.
Kali ini, Vatikan menghadirkan jajaran ”bintang” untuk peluncuran resmi di auditorium utama Vatikan, yaitu dua kardinal utamanya. Kepala Doktrin Kardinal Víctor Manuel Fernández dan Kepala Pengembangan Kardinal Michael Czerny, akan menjadi pembicara utama. Christopher Olah akan menjadi salah satu pembicara awam, bersama dengan teolog Anna Rowlands dan Leocadie Lushombo.
Penulis:
Andreas MaryotoEditor:
Marcellus Hernowo