”Evo Morales Menghilang” Seusai Penangkapan Maduro

Teka-teki menghilangnya Morales terus bergulir dan menjadi perhatian, baik oleh lawan maupun lingkaran dekatnya.

05 Feb 2026 14:50 WIB · Internasional

AP/Juan Karita

Oleh Ignatius Danu Kusworo

Usai penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh militer Amerika Serika pada 3 Januari 2026, mantan pemimpin sosialis Bolivia, Evo Morales, menghilang dari pandangan publik. 

Hilangnya Morales membuat publik bertanya-tanya. Banyak spekulasi bermunculan. Ia telah meninggalkan siaran rutin di radio tiap minggunya selama empat kali berturut-turut. Siaran di radio menjadi sesuatu yang selalu ia lakukan selama bertahun-tahun. 

Selain menghilang, unggahan media sosial yang biasanya selalu update tiap hari, kini sepenuhnya berhenti.

Morales juga telah melewatkan pertemuan yang dijadwalkan dengan anggota serikat penanam daun koka, juga absen dari upacara penyambutan kembalinya siswa dari liburan musim panas. 

Mantan Presiden Bolivia Evo Morales mengunyah daun koka di Lauca, wilayah Chapare, Bolivia, 3 November 2024, di tengah konflik politik yang sedang berlangsung dengan pemerintah Presiden Luis Arce.

Morales dan Maduro adalah dua pemimpin sayap kiri Amerika Latin yang mempunyai hubungan dan aliansi politik yang kuat. Saat masih menjadi Presiden Bolivia, Morales kerap menyuarakan solidaritas terhadap pemerintahan Maduro di tengah tekanan internasional. Keduanya kerap memosisikan diri menentang kebijakan Amerika Serikat.

Sebelumnya, status buronan Morales karena tuduhan perdagangan manusia serta tuduhan pemerkosaan di bawah umur, tidak menghentikannya berbicara di hadapan umum. Ia bahkan kerap menghadiri rapat umum beserta para pendukungnya.

Gambar ini di-”posting” di akun Truth Social Presiden AS Donald Trump pada 3 Januari 2026, memperlihatkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro di atas USS Iwo Jima setelah militer AS menangkapnya pada 3 Januari 2026.
Tangkapan layar akun X Respon Cepat 47, akun resmi Gedung Putih, menunjukkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dikawal oleh agen DEA di dalam markas besar Administrasi Penegakan Narkoba AS (DEA) di Manhattan bagian bawah, New York, pada 3 Januari 2026.
Tangkapan layar akun X Respon Cepat 47, akun resmi Gedung Putih, menunjukkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dikawal oleh agen DEA di dalam markas besar Administrasi Penegakan Narkoba AS (DEA) di Manhattan bagian bawah, New York, pada 3 Januari 2026.
Helikopter yang membawa Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, mendarat di Heliport West 30th Street, Sabtu (3/1/2026), di New York, AS.
Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, tiba di Heliport Sisi Barat pada 3 Januari 2026 di Kota New York. Maduro akan didakwa di pengadilan federal AS di New York atas tuduhan narkotika. Presiden Trump mengonfirmasi dalam konferensi pers bahwa militer AS melakukan serangan skala besar di Caracas dan penangkapan Maduro dan Flores.
Gambar yang diambil dari video ini menunjukkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro turun dari helikopter dalam perjalanan ke Pengadilan Federal Manhattan, Senin (5/1/2025).
Gambar yang diambil dari video ini menunjukkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dikawal menuju helikopter untuk diangkut ke Pengadilan Federal Manhattan, AS, Senin (5/1/2026).
Sketsa ruang sidang ini menunjukkan presiden Venezuela yang digulingkan, Nicolas Maduro, menghadiri dakwaannya di Gedung Pengadilan Amerika Serikat Daniel Patrick Moynihan pada Senin (5/1/2026) di New York.

Kabar hilangnya Morales ini selain membuat pendukungnya khawatir, juga memicu kehebohan di jagat maya. Kolega dekatnya menolak memberikan penjelasan, tetapi kabar Morales terkena demam berdarah hingga harus beristirahat banyak dibicarakan pendukungnya.

”Kami telah meminta saudara kami Evo Morales untuk beristirahat sepenuhnya,” kata Dieter Mendoza, wakil presiden dari sebuah badan petani yang dikenal mengelola perdagangan daun koka. Namun, ia menolak untuk memberikan penjelasan lebih lanjut.

Seorang pejabat pemilihan menunjukkan suara batal yang memiliki coretan "Evo" mengacu pada mantan Presiden Evo Morales yang dilarang mencalonkan diri, saat penghitungan suara untuk pemilihan umum di Entre Rios, wilayah Chapare, Bolivia,  17 Agustus 2025.

Bagi para pesaing Morales, misteri ini telah membangkitkan kenangan pahit tahun 2019. Saat itu, Morales mengundurkan diri di bawah tekanan militer setelah upaya kontroversialnya untuk masa jabatan ketiga yang tidak konstitusional memicu protes massal. 

Morales melarikan diri ke Meksiko, kemudian mencari perlindungan di Argentina. Ia kembali ke tanah air ketika Luis Arce, mantan menteri keuangannya, menjabat sebagai presiden tahun 2020. 

Memusuhi Amerika

Seperti Maduro dan pendahulunya, yakni almarhum Hugo Chavez, Morales secara terbuka memosisikan diri memusuhi Amerika Serikat. Ia juga menjalin hubungan dekat dengan musuh-musuh politik Amerika selama 14 tahun masa jabatannya sebagai presiden pribumi pertama Bolivia dari tahun 2006 hingga 2019.

Mantan Presiden Evo Morales tiba untuk memberikan suara saat pemilihan umum di Villa 14 de Septiembre, wilayah Chapare, Bolivia, 17 Agustus 2025.

Pada 2008, Morales mengusir duta besar Amerika Serikat dan pejabat pemberantasan narkotika karena diduga berkonspirasi melawan pemerintahannya. Saat yang sama, Rusia menggelontorkan uang ke sektor energi dan pertambangan litium Bolivia. 

Perusahaan-perusahaan China juga memenangi kontrak untuk membangun jalan raya dan bendungan. Sementara Iran menawarkan teknologi drone untuk pertahanan Bolivia. 

Namun, terpilihnya Rodrigo Paz sebagai presiden menggantikan Morales membuat pergeseran ideologis negara tersebut. Paz membalikkan arah politiknya. Pemerintahnya telah menghapuskan persyaratan visa untuk turis Amerika serta mengadakan pembicaraan dengan pejabat AS guna penyelamatan ekonomi Bolivia. Suatu hal yang tidak mungkin dilakukan saat Morales memimpin negara itu.

Para pendukung melemparkan confetti pada mantan Presiden Evo Morales setelah pertemuan dengan federasi petani di Villa 14 de Septiembre, di wilayah Chapare Bolivia, 17 Agustus 2025.

Teka-teki menghilangnya Morales terus bergulir dan semakin menjadi perhatian. ”Mantan Presiden belum meninggalkan Bolivia. Setidaknya tidak melalui jalur resmi mana pun,” kata Komandan Polisi Jenderal Mirko Sokol.

”Saudara Presiden kita dalam keadaan baik-baik saja. Dia berada di sudut tanah air kita yang lebih besar,” kata Leonardo Loza, mantan senator dan teman dekat Morales.

Mantan Presiden Bolivia Evo Morales menghadiri pertemuan dengan para pendukung di Lauca, wilayah Chapare, Bolivia, 22 November 2024, di tengah konflik politik yang sedang berlangsung dengan pemerintah Presiden Luis Arce.

Morales bisa muncul kapan saja dan menepis spekulasi tentang statusnya. Namun, untuk saat ini, lingkaran dalamnya tampaknya puas membiarkan semuanya tetap menjadi misteri. (AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Ignatius Danu Kusworo
 | 

Editor:

Heru Sri Kumoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

FX Sukoto