Saksikan laporan wartawan harian Kompas (Kompas.id) Mh Samsul Hadi dari Amerika Serikat menjelang pemilihan presiden negara tersebut. Di bagian pertama, harian Kompas (Kompas.id) mengulas bagaimana sistem pemilihan presiden AS.
Sekilas tentang Donald Trump dan Kamala Harris
Untuk memahami lebih dalam kedua kandidat ini, ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan.
Latar Belakang Politik: Donald Trump dikenal sebagai sosok pengusaha dan mantan presiden, yang menekankan kebijakan nasionalisme ekonomi serta pengetatan imigrasi. Sebaliknya, Kamala Harris, Wakil Presiden AS saat ini, berlatar belakang hukum yang kuat serta berfokus pada inklusivitas dan reformasi keadilan sosial.
Pandangan pada Kebijakan Ekonomi: Trump mengusung strategi pemangkasan pajak korporasi dan deregulasi untuk merangsang pertumbuhan ekonomi. Harris berfokus pada pendekatan ekonomi berkelanjutan yang mendukung kelas pekerja serta mempersempit ketimpangan ekonomi.
Isu Kebijakan Luar Negeri: Trump cenderung mengutamakan kebijakan ”America First” dengan menarik AS dari perjanjian internasional tertentu, sementara Harris mendukung pendekatan multilateral dan mempererat kerja sama global dalam isu perubahan iklim serta keamanan dunia.
Tonton Ulang Live: Menjelang Pemilihan Umum Amerika Serikat – Mengenal Sistem Pemilu AS
Dalam siaran langsung bertajuk ”Jelang Pemilihan Umum Amerika Serikat: Bagaimana Rakyat AS Memilih Presiden?”, beberapa poin krusial diungkap untuk memahami kompleksitas proses pemilihan presiden di AS. Berikut lima poin utama yang disampaikan.
Sistem Electoral College: Pemilihan presiden di Amerika Serikat menggunakan sistem electoral college atau dewan pemilih. Dalam sistem ini, setiap negara bagian memiliki jumlah suara elektoral yang setara dengan total perwakilannya di Kongres, yaitu gabungan anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan Senat. Untuk memenangi kursi presiden, kandidat harus meraih mayoritas suara elektoral, minimal 270 dari 538 suara yang tersedia. Sistem ini menekankan strategi kemenangan di negara bagian tertentu, bukan sekadar perolehan suara terbanyak secara nasional.
Perbedaan Suara Populer (Popular Vote) dan Suara Elektoral: Meskipun warga AS memberikan suara melalui popular vote, hasil akhir pemilihan presiden ditentukan oleh suara elektoral yang dikumpulkan kandidat di setiap negara bagian. Hal ini memungkinkan kandidat memenangi suara populer tetapi kalah dalam perolehan suara elektoral, seperti terjadi pada pemilu tahun 2000 dan 2016. Sistem ini kerap menjadi perdebatan karena dianggap mengurangi pengaruh suara dari wilayah berpopulasi padat.
Negara Bagian Swing (Swing States): Beberapa negara bagian, seperti Florida, Pennsylvania, dan Ohio, dikenal sebagai swing states karena tidak memiliki kecenderungan konsisten dalam memilih partai tertentu. Hasil suara di negara-negara bagian ini dapat berubah setiap pemilu, menjadikannya medan pertempuran utama bagi kandidat Partai Demokrat dan Partai Republik. Kandidat biasanya memfokuskan kampanye mereka di swing states karena kemenangan di wilayah ini dapat menentukan hasil akhir pemilu.
Berbagai Metode Pemungutan Suara: Amerika Serikat menawarkan berbagai metode pemungutan suara untuk meningkatkan aksesibilitas pemilih. Selain pemungutan suara langsung di tempat pemungutan suara pada hari pemilu, terdapat opsi early voting di beberapa negara bagian. Selain itu, metode mail-in voting atau pengiriman surat suara lewat pos menjadi populer, terutama selama pandemi Covid-19. Fleksibilitas ini dirancang untuk memastikan partisipasi tinggi dan memberikan kesempatan bagi warga yang kesulitan hadir pada hari pemilu.
Tahapan dan Timeline Pemilu: Pemilu presiden di Amerika Serikat diselenggarakan setiap empat tahun pada hari Selasa pertama setelah Senin pertama di bulan November.
Baca juga artikel terbaru terkait pemilu Amerika Serikat:
Saksikan laporan wartawan harian Kompas (Kompas.id) Mh Samsul Hadi dari Amerika Serikat menjelang pemilihan presiden negara tersebut. Di bagian pertama, harian Kompas (Kompas.id) mengulas bagaimana sistem pemilihan presiden AS.
Sekilas tentang Donald Trump dan Kamala Harris
Untuk memahami lebih dalam kedua kandidat ini, ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan.
Latar Belakang Politik: Donald Trump dikenal sebagai sosok pengusaha dan mantan presiden, yang menekankan kebijakan nasionalisme ekonomi serta pengetatan imigrasi. Sebaliknya, Kamala Harris, Wakil Presiden AS saat ini, berlatar belakang hukum yang kuat serta berfokus pada inklusivitas dan reformasi keadilan sosial.
Pandangan pada Kebijakan Ekonomi: Trump mengusung strategi pemangkasan pajak korporasi dan deregulasi untuk merangsang pertumbuhan ekonomi. Harris berfokus pada pendekatan ekonomi berkelanjutan yang mendukung kelas pekerja serta mempersempit ketimpangan ekonomi.
Isu Kebijakan Luar Negeri: Trump cenderung mengutamakan kebijakan ”America First” dengan menarik AS dari perjanjian internasional tertentu, sementara Harris mendukung pendekatan multilateral dan mempererat kerja sama global dalam isu perubahan iklim serta keamanan dunia.
Tonton Ulang Live: Menjelang Pemilihan Umum Amerika Serikat – Mengenal Sistem Pemilu AS
Dalam siaran langsung bertajuk ”Jelang Pemilihan Umum Amerika Serikat: Bagaimana Rakyat AS Memilih Presiden?”, beberapa poin krusial diungkap untuk memahami kompleksitas proses pemilihan presiden di AS. Berikut lima poin utama yang disampaikan.
Sistem Electoral College: Pemilihan presiden di Amerika Serikat menggunakan sistem electoral college atau dewan pemilih. Dalam sistem ini, setiap negara bagian memiliki jumlah suara elektoral yang setara dengan total perwakilannya di Kongres, yaitu gabungan anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan Senat. Untuk memenangi kursi presiden, kandidat harus meraih mayoritas suara elektoral, minimal 270 dari 538 suara yang tersedia. Sistem ini menekankan strategi kemenangan di negara bagian tertentu, bukan sekadar perolehan suara terbanyak secara nasional.
Perbedaan Suara Populer (Popular Vote) dan Suara Elektoral: Meskipun warga AS memberikan suara melalui popular vote, hasil akhir pemilihan presiden ditentukan oleh suara elektoral yang dikumpulkan kandidat di setiap negara bagian. Hal ini memungkinkan kandidat memenangi suara populer tetapi kalah dalam perolehan suara elektoral, seperti terjadi pada pemilu tahun 2000 dan 2016. Sistem ini kerap menjadi perdebatan karena dianggap mengurangi pengaruh suara dari wilayah berpopulasi padat.
Negara Bagian Swing (Swing States): Beberapa negara bagian, seperti Florida, Pennsylvania, dan Ohio, dikenal sebagai swing states karena tidak memiliki kecenderungan konsisten dalam memilih partai tertentu. Hasil suara di negara-negara bagian ini dapat berubah setiap pemilu, menjadikannya medan pertempuran utama bagi kandidat Partai Demokrat dan Partai Republik. Kandidat biasanya memfokuskan kampanye mereka di swing states karena kemenangan di wilayah ini dapat menentukan hasil akhir pemilu.
Berbagai Metode Pemungutan Suara: Amerika Serikat menawarkan berbagai metode pemungutan suara untuk meningkatkan aksesibilitas pemilih. Selain pemungutan suara langsung di tempat pemungutan suara pada hari pemilu, terdapat opsi early voting di beberapa negara bagian. Selain itu, metode mail-in voting atau pengiriman surat suara lewat pos menjadi populer, terutama selama pandemi Covid-19. Fleksibilitas ini dirancang untuk memastikan partisipasi tinggi dan memberikan kesempatan bagi warga yang kesulitan hadir pada hari pemilu.
Tahapan dan Timeline Pemilu: Pemilu presiden di Amerika Serikat diselenggarakan setiap empat tahun pada hari Selasa pertama setelah Senin pertama di bulan November.
Baca juga artikel terbaru terkait pemilu Amerika Serikat:
Serial Artikel
Di Hari-hari Krusial, Biden Jadi Beban Harris
Pernyataan Biden kontraproduktif dengan pesan kampanye Harris yang tak ingin membedakan warga AS sesuai pilihan politik.