Fajar/Fikri Akan Dipasangkan di China Masters dan Korea Terbuka

Duet Fajar/Fikri dalam turnamen bulu tangkis internasional dipastikan berlanjut. Selain itu, ganda putra mencoba duet baru, Rian/Yeremia.

05 Agt 2025 18:46 WIB · Olahraga

Oleh Yulia Sapthiani

JAKARTA, KOMPAS — Setelah ganda putri, sektor ganda putra pelatnas bulu tangkis memanfaatkan sisa tahun ini untuk mencari pasangan solid guna bersaing di level elite pada 2026 dan seterusnya. Salah satu formasi yang kekuatannya akan dipantau adalah pasangan yang telah membuat kejutan, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri.

Fajar/Fikri menjuarai turnamen level Super 1000 terakhir pada 2024, China Terbuka, di Changzhou, pada 22-27 Juli. Dalam perjalanan menuju podium juara, mereka mengalahkan pasangan top dunia, di antaranya ganda putra nomor satu dan dua dunia, Seo Seung-jae/Kim Won-ho (Korea Selatan) dan Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia).

Semula, Fajar/Fikri diagendakan tampil di China Terbuka dan Jepang Terbuka, sepekan sebelumnya, karena pasangan masing-masing absen dari turnamen. Muhammad Rian Ardianto (pasangan Fajar) tak bisa bertanding karena menanti kelahiran anak pertamanya, sementara, sebagai salah satu ganda putra ranking 10 besar dunia pada akhir 2024, Fajar memiliki kewajiban bertanding pada turnamen Super 1000.

Maka, Fajar dipasangkan dengan Fikri yang partnernya, Daniel Marthin, masih menjalani pemulihan karena cedera lutut kiri. Daniel, yang terakhir kali bertanding pada kejuaraan Piala Sudirman, Mei, diperkirakan baru bisa bertanding pada Januari 2026.

Sebelum Fajar/Fikri bertanding di Jepang dan China, pelatih ganda putra serta pengurus bagian pembinaan dan prestasi akan mencarikan pasangan untuk Fikri dari pelatnas pratama. Akan tetapi, performa yang baik dari Fajar/Fikri memunculkan opsi lain untuk meneruskan kerja sama mereka.

Ganda putra Indonesia, Fajar Alfian (kanan) dan Muhammad Shohibul Fikri, beraksi melawan ganda Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, pada laga final China Terbuka di Changzhou Olympics Sports Centre, Minggu (27/7/2025).

Opsi tersebut menjadi keputusan ketika PP PBSI mengumumkan Fajar/Fikri akan bertanding di China Masters Super 750 (16-21 September) dan Korea Terbuka Super 500 (23-28 September). Persiapan menuju turnamen yang menjadi bagian dari Tur Asia itu akan dilakukan setelah Kejuaraan Dunia di Paris, Perancis, 25-31 Agustus.

Pada kejuaraan individu terbesar 2025 tersebut, Fajar akan menjadi salah satu wakil ganda putra bersama Rian. Mereka menjadi salah satu pasangan Indonesia yang lolos berdasarkan ranking BWF selain Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani dan Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana.

Dengan berlanjutnya duet Fajar/Fikri, Rian menjadi pemain yang mendapat partner baru, yaitu Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan. Sebelumnya, Yeremia berpasangan dengan atlet muda, Rahmat Hidayat, tetapi performa mereka tak juga berkembang. Sejak berpasangan pada 2024, mereka hanya bisa menjuarai turnamen level Super 100, yaitu Indonesia Masters pada 2024. Pada level lebih tinggi, hasil terbaik adalah perempat final Taiwan Terbuka Super 500 2025.

Pelatih ganda putra Antonius Budi Ariantho menjelaskan, dia ingin melihat konsistensi Fajar/Fikri bersaing pada level atas setelah menjuarai China Terbuka. Mereka membuat setiap lawan kesulitan meskipun memiliki peran sama dengan partner tetap, yaitu sebagai playmaker di lapangan depan. Kecepatan Fajar dan Fikri bermain di dekat net membuat lawan tak bisa mengembangkan permainan.

Fikri, saat dijumpai di pelatnas, pada pekan lalu, mengatakan, dia sangat terbantu dengan masukan dari Fajar yang lebih berpengalaman sehingga mereka bisa padu meski sama-sama pemain depan.

Quote

Jika Fajar/Fikri bisa konsisten permainannya, kemungkinan bisa dipatenkan, begitu juga dengan pasangan-pasangan lain yang bisa menunjukkan hasil positif.

Ganda putra Indonesia Fajar Alfian (kanan) dan Muhammad Shohibul Fikri merayakan keberhasilan mereka mengalahkan ganda Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, pada laga final China Terbuka di Changzhou Olympics Sports Centre, Minggu (27/7/2025).

Namun, Fikri menyebut faktor lain yang menguntungkan dia dan Fajar di China, yaitu laju angin yang cukup kencang. Mereka memanfaatkan kondisi ini dengan langsung memotong pukulan lawan di dekat net.

Fikri mengatakan, jika bermain dengan kondisi berbeda, mereka pun harus bisa menyesuaikan diri dengan kondisi tersebut. Lawan pun akan semakin waspada setelah melihat penampilan Fajar/Fikri di China Terbuka. Meski demikian, Fikri menyatakan kesiapan dengan siapa pun dipasangkan.

”Jika Fajar/Fikri bisa konsisten permainannya, kemungkinan bisa dipatenkan, begitu juga dengan pasangan-pasangan lain yang bisa menunjukkan hasil positif,” kata Antonius.

Pelatih akan memantau kerja sama Fajar/Fikri hingga akhir 2025 setelah itu akan menetapkan pasangan yang paling berpotensi bersaing pada level atas pada tahun berikutnya. Pada 2027, pemain-pemain tersebut akan berhadapan dengan masa kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028.

Sementara untuk Rian/Yeremia, Antonius akan memantau performa mereka di China Master dan Korea Terbuka. Setelah itu, Rahmat bisa saja kembali diturunkan.

Ganda putra Indonesia Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri (kanan) berfoto bersama ganda Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik untuk memamerkan trofi juara China Terbuka di Changzhou Olympics Sports Centre, Minggu (27/7/2025). Pada laga final, Fajar/Fikri menang dengan skor 21-15, 21-14.

”Uji coba pasangan-pasangan ini sambil menunggu pemulihan Daniel. Maka dari itu, saya akan melihat dan mencari formula terbaik pada sisa tahun ini,” kata Antonius.

Pekan lalu, pelatih ganda putri mengubah formasi pada delapan atlet pelatnas utama, di antaranya mengembalikan duet Apriyani Rahayu dan Siti Fadia Silva Ramadhanti. Selain itu, hasil perombakan pasangan lain melahirkan duet baru, yaitu Amalia Cahaya Pratiwi/Lanny Tria Mayasari, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, dan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase