Fajar/Fikri Menjaga Emosi untuk Semifinal Denmark Terbuka

Jonatan dan Fajar/Fikri akan tampil di semifinal Denmark Terbuka. Bagi Fajar/Fikri, ini menjadi semifinal keempat dalam lima turnamen.

18 Okt 2025 07:00 WIB · Olahraga

Oleh Yulia Sapthiani

ODENSE, JUMAT — Kerja sama Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri selama empat bulan memberi hasil baik dengan lolos ke semifinal untuk keempat kali dari lima turnamen. Pebulu tangkis ganda putra Indonesia itu akan menjaga emosi untuk menjalani semifinal Denmark Terbuka.

Duet yang baru berpasangan sejak Juli itu akan menjalani semifinal di JYSKE Bank Arena, Odense, Denmark, Sabtu (18/10/2025). Mereka akan berhadapan dengan Liang Wei Keng/Wang Chang (China) setelah mengalahkan Ben Lane/Sean Vendy (Inggris) pada perempat final dengan skor 21-8, 21-15.

Quote

Senang bisa masuk lagi ke semifinal, konsisten lolos ke babak-babak akhir. Ini jadi motivasi kami untuk lebih baik lagi.

Pada tunggal putra, Jonatan Christie mengalahkan Li Shi Feng (China) 21-18, 21-23, 21-17 untuk berhadapan dengan pemain muda Perancis, Alex Lanier, di semifnal. Pada perempat final, Lanier menang atas Lakhsya Sen yang menyingkirkan juara bertahan, Anders Antonsen, pada babak kedua.

Semifinal di Denmark Terbuka menjadi semifinal keempat Fajar/Fikri setelah mereka mencapai tahap yang sama di China Masters, tampil di final Korea Terbuka, dan menjuarai China Terbuka. Hanya di Jepang Terbuka, Fajar/Fikri kalah di perempat final, yaitu pada debut mereka sebagai pasangan. Kecuali Korea Terbuka yang merupakan BWF World Tour Super 500, turnamen lain berlevel Super 750 dan 1000.

”Senang bisa masuk lagi ke semifinal, konsisten lolos ke babak-babak akhir. Ini jadi motivasi kami untuk lebih baik lagi. Semoga besok kami bisa menunjukkan kembali permainan yang baik,” komentar Fajar yang selama 11 tahun berpasangan dengan Muhammad Rian Ardianto.

Fajar Alfian melakukan pukulan ”overhead” pada perempat final Denmark Terbuka di Odense, Jumat (17/10/2025). Fajar/Fikri melaju ke semifinal.

Dengan menjaga motivasi, Fajar/Fikri berusaha tak lengah dengan hasil baik yang telah mereka peroleh. Apalagi, seperti dikatakan Fikri, dia bermain buruk saat melawan Daniel Lundgaard/Mads Vestergaard pada babak kedua dan itu bisa diperbaiki ketika berhadapan dengan Lane/Vendy.

Pasangan Indonesia ranking ke-35 dunia itu juga tak akan lengah meski unggul dalam pertemuan dengan Liang/Wang. Fajar/Fikri selalu menang dalam dua pertemuan di kandang Liang/Wang, yaitu pada semifinal China Terbuka dan babak kedua China Masters.

Kemenangan tiga gim di China Masters, pada September, setelah mengalahkan peraih medali perak Olimpiade Paris 2024 itu dalam dua gim di China Terbuka menandakan bahwa Liang/Wang telah mempelajari permainan Fajar/Fikri.

”Kami tidak boleh jemawa karena unggul rekor pertemuan dari Liang/Wang. Sebaliknya, kami harus waspada, tetap fokus di lapangan, dan jangan berpikir terlalu jauh,” kata Fikri.

Berbeda dengan Fajar/Fikri, Jonatan akan menjalani semifinal turnamen Super 750 untuk pertama kali dalam sembilan bulan meski dia menjuarai Korea Terbuka, tiga pekan sebelum bertanding di Denmark. Jonatan mencapai semifinal India Terbuka pada Januari, tetapi setelah itu lebih sering tersingkir pada dua babak awal turnamen Super 750 dan 1000.

”Puji Tuhan, bersyukur bisa masuk semifinal lagi, merasakan atmosfer semifinal Super 750 setelah sekian lama. Saya bermain cukup baik hari ini tetapi masih ada yang harus diperbaiki untuk besok,” kata Jonatan.

Becermin dari performa saat mengalahkan Li Shi Feng, Jonatan mengatakan bahwa dia harus lebih tenang ketika lawan mulai mendekati poinnya. Jonatan sebenarnya berpeluang besar memenangi perempat final dalam straight games ketika unggul 16-10 dan membuat match point pada skor 20-18.

Jonatan Christie berteriak meluapkan emosi setelah memenangi perempat final Denmark Terbuka di Odense, Jumat (17/10/2025). Jonatan menang atas Li Shi Feng.

Namun, saat Li mendekat, Jonatan tetap memainkan pola yang sama, yaitu bermain cepat yang sudah diantisipasi lawan. Pemain Indonesia ranking keenam dunia itu mengatakan, dia harusnya bermain lebih sabar untuk membuka peluang melakukan serangan.

Momen perempat final itu menjadi pelajaran untuk menghadapi Lanier di semifinal. Pertandingan yang akan dijalani pada sesi terakhir semifinal ini menjadi pertemuan pertama dengan Lanier, tetapi Jonatan harus waspada karena sebagai pemain Eropa, Lanier bisa didukung sebagian besar penonton.

Selain Lanier, Eropa juga diwakili pemain tuan rumah, Viktor Axelsen, yang akan melawan Shi Yu Qi di semifinal. Axelsen, peraih emas Olimpiade Tokyo 2020 dan Paris 2024, berstatus non-unggulan di Denmark Terbuka tetapi dia mengalahkan Chou Tien Chen pada babak pertama dan Kunlavut Vitidsarn di perempat final. Performanya mulai naik setelah absen enam bulan, Maret-September, karena cedera pinggang.

Bekal Rian/Rahmat

Langkah Rian/Rahmat Hidayat dalam debut sebagai pasangan dihentikan Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty (India) di perempat final dengan skor 15-21, 21-18, 16-21. Hasil ini menjadi bekal bagi mereka untuk bekerja sama pada turnamen lain dalam dua pekan berikutnya, yaitu Perancis Terbuka dan Hylo Terbuka di Jerman.

Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat bertahan dari serangan lawan pada perempat final Denmark Terbuka di Odense, Jumat (17/10/2025). Rian/Rahmat kalah dari Satwiksairjar Rankireddy/Chirag Shetty.

”Hasil di debut kami cukup baik, tetapi masih banyak yang harus diperbaiki. Kalau dilihat tadi, kami kurang baik di pukulan pertama dan keduanya. Ini akan jadi fokus perbaikan untuk ketemu mereka lagi,” ujar Rahmat.

Rian menyayangkan performanya yang tidak maksimal saat melawan Rankireddy/Shetty hingga tidak bisa mengimbangi penampilan Rahmat yang baik. ”Di luar itu, hasil di sini semoga membawa tren positif di Perancis dan Hylo Terbuka,” ujar Rian.

Formasi Rian/Rahmat menjadi bagian dari pencarian ganda putra terbaik, selain Fajar/Fikri, untuk menghadapi tahun-tahun berikutnya dengan target besar Olimpade Los Angeles 2028. Tim pelatih ganda putra pelatnas memanfaatkan sisa waktu 2025 untuk mendapatkan formasi terkuat.

Selain Rian/Rahmat, Fajar/Fikri, dan Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana yang berpasangan sejak Agustus 2024, formasi baru yang akan dicoba adalah Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan/Rinov Rivaldy. Kedua pemain ini pernah berduet di masa yunior, salah satunya saat mencapai semifinal Kejuaraan Dunia Yunior 2017.

Selama ini, Rinov bermain di ganda campuran bersama Pitha Haningtyas Mentari tetapi performa mereka tak berkembang meski menjadi juara dunia yunior 2017. Dalam formasi sebelumnya di ganda putra, Yeremia/Rahmat juga tampil stagnan. Pasangan ini pun akan menjalani ”uji coba” pada turnamen Indonesia International Challenge di Yogyakarta, 11-16 November 2025.

Richie Duta Ricardo memenangi perempat final tunggal putra Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis Yunior di Guwahati, India, Jumat (17/10/2025).

Pada Kejuaraan Dunia Yunior 2025 di Guwahati, India, hanya ada tiga wakil Indonesia yang akan tampil pada semifinal, Sabtu. Mereka adalah dua unggulan teratas tunggal putra, yaitu Mohammad Zaki Ubaidillah dan Richie Duta Ricardo serta ganda putra, Alexius Ongkytama Subagio/Aquino Evano Kennedy Tangka.

Zaki, semifinalis ajang yang sama pada 2024, dan Richie akan berhadapan dengan pemain China. Zaki untuk pertama kalinya akan bertemu Li Zhi Hang, sementara Richie akan menghadapi tantangan berat saat melawan Liu Yang Ming Yu. Dalam tiga pertemuan sebelumnya, Richie selalu kalah dari Liu, salah satunya pada semifinal Kejuaraan Asia Yunior 2025 di Solo, Jawa Tengah.

”Persiapan untuk melawan Liu, pikiran dan mental harus dijaga agar mainnya lebih maksimal dan dapat hasil yang lebih baik,” kata Richie yang kalah pada perempat final Kejuraan Dunia Yunior 2024.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan