Semula, Fajar/Fikri hanya berduet di Jepang dan China Terbuka. Setelah juara di China, terbuka peluang duet mereka berlanjut.
31 Jul 2025 20:13 WIB · Olahraga
JAKARTA, KOMPAS — Setelah menjuarai China Terbuka, Fajar Alfian/Mohammad Shohibul Fikri menjadi salah satu opsi formasi baru ganda putra. Ini menjadi bagian dari pencarian pemain ganda yang siap bersaing di level atas sejak 2026 dengan target utama Olimpiade Los Angeles 2028.
Fajar/Fikri menjuarai China Terbuka Super 1000 yang diselenggarakan di Changzhou, 22-27 Juli. Ini menjadi gelar pertama Indonesia dari turnamen BWF level tinggi pada 2025 setelah hanya mendapat dua gelar juara dari Super 300. Gelar terakhir Indonesia dari turnamen BWF World Tour Super 750 atau 1000 adalah ketika Jonatan Christie dan Fajar/Muhammad Rian Ardianto menjuarai All England 2024.
Dalam perjalanan menuju podium tertinggi, Fajar/Fikri mengalahkan pemain-pemain top dunia, salah satunya ganda putra nomor satu dunia, Seo Seung-jae/Kim Won-ho, di perempat final dalam dua gim. Dalam dua gim pula, mereka menang atas peraih medali perak Olimpiade Paris 2024, Liang Wei Keng/Wang Chang, di semifinal.
Adapun dalam laga puncak, giliran peraih perunggu dalam dua Olimpiade terakhir, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, yang dikalahkan melalui permainan cepat di bagian depan lapangan.
Fajar/Fikri menjuarai China Terbuka dan mencapai perempat final Jepang Terbuka, sepekan sebelumnya, dengan status sebagai pasangan sementara karena tak bisa bertanding dengan partner masing-masing.
Rian (pasangan Fajar) absen dari turnamen setelah Indonesia Terbuka karena menanti masa kelahiran anaknya. Adapun Daniel Marthin, yang menjadi partner Fikri sejak Agustus 2024, cedera lutut kiri saat bermain di Piala Sudirman, Mei, dan menjalani operasi, sebulan berikutnya. Selain itu, sebagai ganda putra ranking sepuluh besar dunia pada akhir 2024, Fajar harus memenuhi kewajiban mengikuti turnamen Super 1000.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/07/27/fc55d1f4-2bc3-4838-811e-05efd3e25ce3_jpg.jpg)
Dari pasangan sementara, kerja sama Fajar dan Fikri bisa saja berlanjut. ”Melihat penampilan mereka, apalagi juara di China, Fajar/Fikri bisa menjadi salah satu opsi untuk dilanjutkan. Terbuka kemungkinan, Rian akan dipasangkan dengan pemain pratama. Jadi, ada beberapa opsi untuk ganda putra,” kata Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Eng Hian di pelatnas bulu tangkis, Jakarta, Kamis (31/7/2025).
Namun, kepastian kelanjutan duet Fajar/Fikri tak akan langsung terjadi. Dalam ajang terdekat, yaitu Kejuaraan Dunia di Paris, Perancis, 25-31 Agustus, Fajar akan kembali bermain bersama Rian. Meskipun tak mengikuti turnamen sejak Juni, Rian tetap rutin berlatih di pelatnas.
Semula, pemain yang akan dipasangkan dengan pemain pratama adalah Fikri. Apalagi, Daniel masih berada pada tahap pemulihan. Seperti dikatakan Eng Hian, berdasarkan rekomendasi tim medis, Daniel diprediksi baru bisa bertanding pada Januari 2026.
Atas dasar itulah, PBSI menolak undangan BWF yang memasukkan Fikri/Daniel sebagai cadangan pertama ganda putra pada Kejuaraan Dunia. Dengan status itu, mereka bisa bermain jika ada pasangan lain yang mengundurkan diri. Akan tetapi, karena Daniel belum siap bertanding, PBSI menolak undangan tersebut pada 28 Juli dan diumumkan BWF pada 29 Juli.
Berdasarkan data terbaru BWF, ganda putra Indonesia akan diwakili tiga pasangan di Paris, yaitu Fajar/Rian, Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani, dan Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana.
Selain Fajar/Rian, Leo/Bagas, dan Fikri/Daniel, pelatnas utama ganda putra memiliki Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan/Rahmat Hidayat. Yeremia adalah pemain seangkatan dengan Fikri/Daniel dan Leo/Bagas, tetapi prestasinya tertinggal dari rekan-rekannya.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/07/27/9679564f-f4cf-46e8-8897-8a59aa9cfcb1_jpg.jpg)
Setelah tak bermain bersama Pramudya Kusumawardana, yang pindah ke Australia, Yeremia berduet dengan Rahmat yang saat ini berusia 22 tahun. Hasil terbaik Yeremia/Rahmat adalah juara Indonesia Masters Super 100 pada 2024.
Dalam daftar peringkat dunia, Yeremia/Rahmat berada di ranking ke-50, tertinggal dari Fikri dan kawan-kawan di posisi 20 besar dunia. Adapun di antara delapan atlet pelatnas pratama, pasangan dengan peringkat dunia terbaik adalah Raymond Indra/Nikolaus Joaquin di posisi ke-107.
Eng Hian mengatakan, sudah ada beberapa pilihan pemain pratama yang akan dipasangkan dengan Fikri atau Rian, tetapi kepastian pasangan baru ini dan program turnamennya akan ditentukan setelah berdiskusi kembali dengan pelatih ganda putra yang dipimpin Antonius.
Fikri mengatakan, pelatih belum memberi tahu kelanjutan pasangan dan program setelah China Terbuka. ”Saya siap dipasangkan dengan siapa pun. Semoga gelar juara China Terbuka jadi titik balik bagi saya, bisa lebih baik bagi ke depannya,” kata Fikri.
Meskipun belum mendapat jadwal turnamen terdekat yang akan diikuti, Fikri berlatih setiap hari. Salah satu sesi latihan yang dijalani pada Kamis pagi hingga siang adalah bermain satu melawan tiga orang. Di lapangan berbeda, Fikri, Rian, Leo, dan Bagas berhadapan dengan tiga pemain pratama.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/03/f65c12c575ba04af59558b802b8296a6-20250603TOK53.jpg)
Gelar China Terbuka menjadi gelar pertama bagi Fikri setelah All England 2022 bersama Bagas. Setelah itu, formasi Fikri/Bagas dan Fikri/Daniel tampil dalam tujuh kali final turnamen BWF World Tour, tetapi selalu kalah.
Selain ganda putra, perubahan formasi pasangan akan dilakukan kembali di ganda putri. Sejak selesai Olimpiade Paris 2024, yang menjadi target puncak seluruh atlet, ganda putri melakukan berbagai perombakan. Salah satu kondisi yang memaksa terjadinya hal itu adalah cedera kaki Apriyani Rahayu yang membuatnya absen dari turnamen selama tujuh bulan sejak selesai Olimpiade.
Setelah Kejuaraan Dunia 2025, yang akan diwakili Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi dan Siti Fadia Silva Ramadhanti/Lanny Tria Mayasari, Eng Hian menyebut rencana dikembalikannya formasi Apriyani dan Fadia.
Apriyani dan Fadia bermain bersama mulai Juni 2022 setelah Greysia Polii (partner Apriyani) pensiun. Ketika Apriyani tak bertanding setelah Olimpiade, Fadia bermain bersama Lanny dan meraih gelar juara Indonesia Masters Super 100 pada 2024 serta Thailand Masters Super 300, Februari 2025.
Seusai menjadi juara di Thailand, Fadia berpasangan lagi dengan Apriyani yang kembali ke turnamen. Mereka bermain di Orleans Masters dan All England, Maret.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/05/69a16592647248a48a6093737d0b0065-20250605TOK34.jpg)
Namun, sejak Mei, Apriyani mendapat pasangan dan tanggung jawab berbeda ketika dipasangkan dengan Febi Setianingrum. Dia harus membimbing Febi, atlet 21 tahun yang minim pengalaman bertanding di ajang BWF World Tour.
Hingga Makau Terbuka, 29 Juli-3 Agustus, Apriyani/Febi tampil dalam lima turnamen. Hasil terbaik mereka adalah saat mencapai semifinal Malaysia Masters Super 500.
Formasi lain, yang rencananya akan mulai bertanding di Hong Kong Terbuka, September, adalah Febriana/Meilysa Trias Puspitasari, Amalia/Rachel Alessya Rose, dan Lanny/Febi. Febriana/Amalia dipisah karena kesulitan bersaing dengan ganda putri top dunia dari China, Jepang, Korea Selatan, dan Malaysia meski menempati peringkat sepuluh besar dunia. Selain itu, mereka pun sudah berpasangan selama enam tahun.
”Sesuai program kerja PBSI, tahun ini akan digunakan untuk mencari format terbaik di nomor ganda agar mereka siap bersaing pada 2026, lalu mengumpulkan poin kualifikasi Olimpiade. Jadi, karena masih ada sisa waktu pada tahun ini, akan dicoba pertukaran pasangan di sektor ganda,” kata Eng Hian.
Dari Turnamen Makau Terbuka, Alwi Farhan membalas kekalahan dari ”adiknya”, Mohammad Zaki Ubaidillah, yang dialami pada final Indonesia Masters 2024. Pembalasan itu dilakukan pada babak kedua Makau Terbuka di Macau East Asian Games Dome, Kamis. Alwi menang dengan skor 19-21, 21-17, 21-17.
Alwi dan Zaki adalah tunggal putra yang diharapkan segara meneruskan prestasi senior mereka, Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie. Pada tahun ini, mereka dalam tahap mengumpulkan pengalaman bertanding di level tinggi dan melawan atlet yang lebih berpengalaman.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/07/22/f10ed090b13f2d64fa3dafa5f9ba4008-Alwi6_R32_ChinaOpen2025_PBSI_20250722.jpg)
Perempat final melawan Jason Gunawan (Hong Kong), Jumat, menjadi yang keempat bagi Alwi dalam turnamen BWF World Tour. Juara dunia yunior 2023 ini mencapai semifinal Makau Terbuka 2024 sebagai hasil terbaik sejak intens bertanding pada rangkaian BWF World Tour pada 2024.
Alwi menjadi tunggal putra Indonesia tersisa di Makau Terbuka dengan kekalahan yang dialami Chico Aura Dwi Wardoyo dan Yohanes Saut Marcellyno pada babak kedua. Sabar/Reza juga menjadi satu-satunya perempat finalis ganda putra ”Merah Putih” karena Yeremia/Rahmat dan pemain pelatnas pratama, Muhammad Putra Erwiansyah/Daniel Edgar Marvino, tersingkir.
Di ganda campuran, Indonesia memastikan akan memiliki satu semifinalis. Pada perempat final antara sesama pemain Indonesia, Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanulle Widjaja akan berebut tiket semifinal dengan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah.
Pasangan lain, Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil juga lolos ke perempat final. Setelah menang atas Phuwanat Horbanluekit/Fungfa Korpthammakit 21-10, 21-8, mereka akan berhadapan dengan unggulan teratas asal Malaysia, Chen Tang Jie/Toh Ee Wei.
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Rosdiana Sitompul