ASIAN GAMES AICHI-NAGOYA 2026

”False Start” Memupuskan Harapan Panjat Tebing Sandingkan Emas

Aditya Tri Syahria berjanji segera bangkit setelah ”false start” di partai final panjat tebing Asian Games 2026. Kesalahan ini memupuskan harapan medali emas.

01 Okt 2026 20:14 WIB · Olahraga

KOMPAS/REBIYYAH SALASAH

Oleh Rebiyyah Salasah, dari Nagoya, Jepang.

NAGOYA, KOMPAS — Musuh utama pemanjat tebing speed selain terpeleset adalah false start atau kesalahan start. Musuh ini yang memupuskan harapan tim panjat tebing Indonesia menyandingkan medali emas lewat Aditya Tri Syahria dari nomor individu putra. Meski penuh kesedihan dan kekecewaan, Aditya berjanji segera bangkit.

Suasana salah satu sudut zona campuran, tempat bertemunya jurnalis dan atlet yang baru berlaga, tiba-tiba jadi penuh kesedihan. Aditya datang dengan air mata yang sudah menggenang, tinggal menunggu tumpah. Air mata itu akhirnya benar-benar tumpah.

Aditya lantas memeluk pelatihnya satu-satu yang juga ada di situ. Semua orang berusaha menyemangati Aditya—dan juga Veddriq Leonardo yang terpaksa sama-sama pulang tanpa medali. Suasana kontras tercipta sehari sebelumnya di sudut itu selepas Desak Made Rita Kusuma Dewi menghampiri setelah menyabet emas Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Pada partai final speed putra di Portmesse Nagoya Exhibition Hall 1, Nagoya, Jepang, Kamis (1/10/2026), Aditya false start atau melakukan kesalahan start. Kesalahan ini terjadi karena Aditya bereaksi di bawah 0,100 detik selepas sinyal start berbunyi. Sembari tali pengamannya dibuka karena tak bisa melanjutkan perlombaan, Aditya hanya bisa menunduk berkali-kali sambil memejamkan mata.

Pemanjat tebing speed Indonesia, Aditya Tri Syahria, memeluk kedua pelatihnya, Galar Pandu Asmoro dan Fitriyani, selepas perlombaan final Asian Games Aichi-Nagoya 2026, di Portmesse Nagoya Exhibition Hall 1, Nagoya, Jepang, Kamis (1/10/2026).

”Semua variabel dalam perlombaan speed itu banyak banget. Saya pikir, saya sudah berusaha tenang, percaya diri, yakin. Dan, seperti hasil tadi, sepersekian detik ternyata false start,” kata Aditya.

Di sampingnya, peraih medali Olimpiade Paris 2024, Veddriq, terlihat lebih tegar. Veddriq tersingkir di semifinal setelah finis dengan waktu 4,95 detik.

Catatan waktu itu tidak cukup cepat untuk melaju ke final karena Damir Toktarov (Kazakhstan) yang finis dengan 4,789 detik menjadi pemanjat kedua terbaik yang berhak mengamankan final bersama Aditya dengan 4,786 detik.

”Persaingan cukup ketat. Inilah speed, banyak faktor dan variabel yang menentukan hasil. Yang pasti, proses kami sudah maksimal. Latihan juga sudah kami lakukan beberapa kali, termasuk simulasi dengan catatan waktu terbaik,” kata Veddriq yang juga terus berusaha menguatkan Aditya.

Infografik prestasi panjat tebing Indonesia.

Medali emas akhirnya dimenangi Chu Shouhong (China) yang memanjat hanya untuk menentukan warna medali bersama Reza Alipour (Iran) dan Damir Toktarov (Kazakhstan). Chu finis dengan 4,71 detik, disusul Reza dengan 5,36 detik, dan Toktarov dengan 7,34 detik.

Dengan tak ada medali dari Aditya dan Veddriq, harapan menyandingkan medali emas nomor perseorangan putra dan putri pun pupus. Harapan itu sempat diutarakan Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia Yenny Wahid.

Selain itu, hasil di Aichi-Nagoya 2026 juga memperpanjang paceklik emas pemanjat putra Indonesia di Asian Games. Sejak panjat tebing dilombakan di Asian Games pada edisi Jakarta-Palembang 2018, hanya nomor individu putri yang bisa didominasi Indonesia.

Setelah emas dari Aries Susanti (2018), Desak Made Rita Kusuma Dewi melanjutkan prestasi tersebut (Hangzhou 2022 dan Aichi-Nagoya 2026). Sementara itu, pencapain maksimal para pemanjat putra di nomor individu adalah perunggu.

Gold medalist, Desak Made Rita Kusuma Dewi of Indonesia, center, flanked by silver medalist, Deng Lijuan of China, left, and bronze medalist Jeong Ji-min of South Korea pose on the podium during the medal ceremony for the women's speed 4 final at the Asian Games in Nagoya, Japan, Wednesday, Sept. 30, 2026. (AP Photo/Dita Alangkara)

Padahal, pada dua edisi sebelumnya, para pemanjat putra Indonesia adalah atlet elite yang berkali-kali memecahkan rekor dunia dan naik podium seri Piala Dunia. Sebut saja Kiromal Katibin yang menjadi pemanjat putra pertama yang memecahkan rekor dunia, lalu Veddriq  yang menjadi manusia pertama memanjat di bawah 5 detik.

Kebetulan, Asian Games 2026 hanya melombakan nomor speed individu. Tidak ada nomor estafet seperti pada dua edisi sebelumnya ketika tim putra Indonesia bisa meraih emas di Jakarta-Palembang 2018.

Selain itu, perlombaan panjat tebing di Asian Games 2026 menggunakan format empat jalur alih-alih dua jalur seperti biasanya. Dengan format ini, empat atlet melakukan pemanjatan di empat jalur identik secara bersamaan. Mulai putaran final, hanya dua pemanjat terbaik dari tiap sesi pemanjatan yang berhak melaju ke babak selanjutnya.

Jika melihat catatan waktu, sebenarnya hanya Chu yang mampu menyaingi torehan Aditya sepanjang perlombaan. Pada kualifikasi, Aditya keluar sebagai pemanjat tercepat. Pemanjat asal Purbalingga, Jawa Tengah, ini bahkan memecahkan rekor pribadi, nasional, dan Asian Games dengan finis 4,62 detik.

Pemanjat tebing putra Indonesia disiplin speed, Aditya Tri Syahria, melakukan visualiasi saat latihan untuk menghadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di pusat pelatihan panjat tebing nasional di Hotel Santika Premier Harapan Indah, Bekasi, Kamis (10/9/2026).

Mulai perempat final (4,83 detik) hingga semifinal pun, Aditya selalu jadi tercepat di sesi pemanjatan. Namun, apa daya, sering kali kecepatan saja tidak cukup. Atau, semakin cepat sering kali berarti semakin berisiko menemui false start atau fall (terpeleset atau terjatuh hingga tidak bisa melanjutkan perlombaan).

”Ini pelajaran berharga bagi saya. Semoga untuk ke depan bisa lebih baik lagi, terutama untuk pengelolaan dirinya. Hasil ini tentu bakal jadi lecutan buat saya untuk tahun depan (mulai kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028),” ujar Aditya.

Selepas perlombaan speed, lead akan mulai dilombakan pada Jumat (2/10/2026). Atlet lead putri Indonesia, Sukma Lintang Cahyani dan Alma Ariella Tsany, akan mengawali perlombaan di babak semifinal pada pukul 15.00 WIB. Setelah itu, Putra Tri Ramadani dan Raviandi Ramadhan akan menjalani babak semifinal pada pukul 16.30 WIB.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah, dari Nagoya, Jepang.
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Yuliana Karim