Fermin Lopez pernah terpuruk saat dipinjamkan ke Linares di Divisi Tiga Spanyol. Di sana, dia menemui realita hingga merasa tak bakal bisa kembali ke Barcelona.
22 Okt 2025 18:58 WIB · Olahraga
Fermin Lopez tiba di Akademi La Masia Barcelona saat masih berusia 13 tahun. Dia pemain belia yang menjanjikan dengan kemampuan olah bola mengagumkan. Namun, dia perlu dimatangkan lebih dulu. Untuk itu, Barcelona mengeluarkannya dari gelembung La Masia.
Lopez dipinjamkan ke Linares Deportivo yang bersaing di Divisi Tiga Liga Spanyol pada musim 2022-2023. Di sana, Lopez menemui ujian sesungguhnya untuk menjadi pemain sepak bola dunia. Ujian itu sempat membuat dia terpuruk dan merasa tidak bakal lagi bisa kembali ke Barcelona.
Meninggalkan Barcelona untuk bermain di klub Divisi Tiga menjadi pukulan berat bagi Lopez yang saat itu berusia 19 tahun. Dia bermain bersama para pemain profesional veteran di klub dengan fasilitas yang sangat minim. Dia kadang menjalani laga dalam kondisi lapangan becek dan permainan fisik yang keras.
”Sangat berat karena itu adalah mimpi saya. Barca adalah segalanya yang saya tahu,” ucap Lopez dalam wawancara dengan ESPN pada awal 2025 ini.
Lopez mengalami kesulitan bermain dengan pola permainan yang berbeda dengan yang biasa dia pelajari di Barcelona. Dia pun kesulitan membaur dengan para pemain senior dan terbelenggu oleh keinginan untuk membuktikan kemampuannya. Namun, bermain sepak bola tanpa kegembiraan justru membuat dia semakin terpuruk.
”Saya sangat gelisah. Saya ingin membuktikan banyak hal, tetapi pada akhirnya saya tidak membuktikan apa pun. Itu sangat sulit, karena saya sangat kecewa dengan permainan saya. Saya kemudian menyadari, jika saya tidak menikmati permainan, semuanya akan salah. Sejak itulah semuanya berubah,” ungkap Lopez.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/10/22/5ab50b18-a1a4-4e8b-a60d-2eeef902a1ed_jpg.jpg)
Lopez bisa menemukan kegembiraan bermain karena akhirnya menerima dirinya berada di luar gelembung Barcelona. Dia juga mendapat dorongan dan kepercayaan dari Pelatih Linares Alberto Gonzalez yang memberi dia kesempatan kedua untuk berkembang.
Sejak bermain dengan kegembiraan, terciptalah gol demi gol dari sepakan kakinya. Dia mencetak 12 gol dalam 10 laga bersama Linares, empat di antaranya gol penentu kemenangan.
Dia juga menemukan posisi di mana dia bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya, yaitu sebagai penyerang sayap dan gelandang serang. Posisi itu kemudian sering dia tempati saat masuk ke tim utama Barcelona.
”Saya melihat sepak bola yang sesungguhnya, lumpur. Itu membuat saya berkembang. Itu adalah tahun yang membuat saya melompati semuanya. Terima kasih kepada mereka yang menjadikan saya saat ini,” ujar Lopez kemudian.
Semusim ditempa di Linares, Lopez dipanggil kembali oleh Barcelona. Dia pun langsung membuat gebrakan dalam laga persahabatan kontra Real Madrid menjelang musim 2023-2024.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/10/22/939b37a3-db5c-4a12-9c18-6a299a5dcaa9_jpg.jpg)
Lopez mencetak gol dari luar kotak penalti melalui sepakan kaki kirinya. Bola melesat ke sudut kanan atas gawang Real Madrid yang terlalu jauh dari jangkauan kiper Thibaut Courtois. Gol itu dinilai sebagai penentu Lopez masuk skuad Barcelona musim 2023-2024.
Lopez menunjukkan kelasnya dalam musim pertama bersama Barcelona dengan mencetak 11 gol. Dia menjadi gelandang dengan gol terbanyak, capaian yang menempatkan dirinya di antara para pemain elite. Musim kedua, 2024-2025, dia menceploskan delapan gol dan membuat 10 asis dalam 46 laga.
Musim lalu, dia mengulang pencapaian Lionel Messi. Lopez mencetak dua gol dan dua asis dalam laga kontra Valencia. Pemain Barca sebelumnya yang meraihnya adalah Messi, berselang 1.916 hari dalam laga kontra Valladolid, 29 Oktober 2019.
Rasanya sangat bagus setelah pertandingan dan sekarang kami bisa mengalihkan perhatian ke ”el clasico”. —Fermin Lopez
Laga kontra Valencia itu dinilai magis oleh Barca karena Lopez tampil brilian dengan menyelesaikan 57 dari 65 umpan, empat dari lima dribel, dan memenangi 50 persen duel, yaitu delapan dari 16 kali duel.
Musim ini, dia membuat kehebohan di panggung Liga Champions Eropa dengan mencetak trigol ke gawang Olympiakos. Barca pun menang 6-1, Rabu (22/10/2025) dini hari WIB. Menurut Opta, Lopez menjadi pemain Spanyol pertama yang mencetak hattrick untuk Barcelona dalam sejarah Liga Champions.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/10/22/5a02cd8e-db6b-4295-94a2-96d60ab9864f_jpg.jpg)
Namun, bagi Lopez, kesuksesan ini bukan semata miliknya, melainkan hasil kerja kolektif tim.. Capaian itu adalah buah mentalitas yang dia bangun selama di Linares, yaitu saat dirinya ditempa menjadi pemain yang memahami arti kerja tim.
Dalam sepak bola, tidak ada pemain yang lebih besar dari klub. Oleh karena itu, dia meminta semua pemain Barca dalam laga kontra Olympiakos membubuhkan tanda tangan ke bola yang dipakai dalam laga itu.
”Saya membawa bola ke ruang ganti untuk ditandatangani oleh rekan-rekan setim saya karena pencapaian ini juga karena mereka. Saya berterima kasih kepada seluruh tim,” ujar Lopez.
Hasil solid di Liga Champions ini juga menjadi bekal krusial Barca untuk menjalani el clasico pada 26 Oktober mulai pukul 22.15 WIB. Barca akan tandang ke markas Real Madrid, Stadion Santiago Bernabeu.
”Saya sangat gembira, kami memerlukan kemenangan seperti ini. Rasanya sangat baik setelah pertandingan dan sekarang kami bisa mengalihkan perhatian ke el clasico. Adalah mimpi bisa memiliki bola pertandingan, ditandatangani semua rekan setim, saya bawa pulang,” kata pemain berusia 22 tahun itu dikutip ESPN.
Penulis:
Agung SetyahadiEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase