BerandaInternasionalFilipina Lanjutkan Eksplo...

Filipina Lanjutkan Eksplorasi Migas di Laut China Selatan

Filipina mencabut moratorium eksplorasi minyak dan gas bumi di Laut China Selatan, di kawasan yang disengketakan dengan China. Filipina membuka kesempatan bagi Beijing untuk bergabung mengelolanya.

16 Okt 2020 21:29 WIB · Internasional

Oleh Mahdi Muhammad

 Presiden Filipina Rodrigo Duterte (kiri) bersalaman dengan Presiden China Xi Jinping sebelum melakukan pertemuan di Balai Agung Rakyat China di Beijing, China, 25 April 2019.

MANILA, JUMAT — Presiden Filipina Rodrigo Duterte mencabut moratorium eksplorasi minyak dan gas bumi di Laut China Selatan yang berlaku sejak tahun 2014. Keputusan ini membuka jalan bagi tiga proyek eksplorasi untuk dilanjutkan.

Pemerintah Filipina juga masih membuka kemungkinan untuk bekerja sama dengan Pemerintah China dalam mengelola sumber minyak di Laut China Selatan.

Dalam penjelasannya, Jumat (16/10/2020), Menteri Energi Filipina Alfonso Cusi mengatakan langkah yang diambil Pemerintah Filipina untuk menghentikan moratorium adalah langkah sepihak.

Baca juga : Filipina Protes China

Filipina juga mendasari keputusan itu setelah Pengadilan Arbitrase Permanen di Den Haag, Belanda, pada tahun 2016 telah membatalkan klaim China atas sebagian besar wilayah Laut China Selatan.

 Sebuah foto dari Kementerian Pertahanan Filipina memperlihatkan jalur baru pantai di Pulau Thitu di area sengketa Laut China Selatan, awal Juni 2020.

Cusi mengatakan, keputusan untuk mencabut moratorium diambil dengan itikad baik dan dengan tetap memperhatikan negosiasi yang sedang berlangsung antara Filipina dan China, melalui Forum Ltd dan China National Offshore Oil Corp (CNOOC).

Forum Ltd adalah salah satu unit usaha PXP Energy Corp Filipina yang mengoperasikan Kontrak Layanan 72 yang mencakup eksplorasi gas di Reed Bank, yang berada di dalam wilayah sengketa. PXP sendiri dikabarkan telah melakukan pembicaraan dengan CNOOC tentang kerja sama eksplorasi dan pengembangan bersama di wilayah tersebut.

Baca juga : Pejabat Filipina Kunjungi Pulau Sengketa di Laut China Selatan

Pemerintah Filipina juga telah memberikan lampu hijau pada proyek lainnya, yaitu SC 59 yang dioperasikan oleh Philippine National Oil Company dan SC 75 yang dikerjakan PXP.

Cusi menyatakan, dengan pencabutan moratorium eksplorasi minyak dan gas di LCS, perusahaan yang sudah memegang kontrak karya memiliki kewajiban hukum untuk segera bekerja. Termasuk di dalamnya adalah kewajiban memasukkan modal dan juga mempekerjakan para insinyur serta pekerja teknis asal Filipina.

 Para pengunjuk rasa memperlihatkan sebuah balon dengan pesan anti-China selama rapat umum di dekat Kongres Filipina untuk memprotes pidato State of the Nation (SONA) ke-4 oleh Presiden Rodrigo Duterte, 22 Juli 2019, di kota Quezon, pinggiran kota Manila, Filipina timur laut.

Dikutip dari laman media Jepang, Nikkei, Cusi mengatakan, pencabutan moratorium dilakukan Pemerintah Filipina karena cadangan gas alam di Malampaya semakin menipis.

”Ada keharusan mendesak untuk melanjutkan kegiatan eksplorasi, pengembangan dan produksi di wilayah zona ekonomi eksklusif kami untuk memastikan keberlanjutan pasokan sumber daya energi dari wilayah kami sendiri,” kata Cusi.

Baca juga : Filipina Meminta China Hentikan Perampasan

Pemerintah China menyatakan kerja sama di antara dua negara dipastikan akan terus berlangsung untuk mengelola sumber daya minyak dan gas di Laut China Selatan.

”China dan Filipina telah mencapai konsensus tentang pengembangan bersama sumber daya minyak dan gas di Laut China Selatan. Kedua negara juga telah membentuk mekanisme kerja sama untuk konsultasi yang relevan,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian. (REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Mahdi Muhammad
 | 

Editor:

Pascal Bin Saju