Penembakan Presiden Amerika Serikat ke-35 John F Kennedy pada 62 tahun lalu masih menyisakan teori konspirasi hingga kini.
04 Apr 2025 10:10 WIB · Foto
Peristiwa penembakan Presiden Amerika Serikat termuda, John F Kennedy, pada 22 November 1963, 62 tahun lalu, di Dealy Plaza, Dallas, Texas, Amerika Serikat, terus menuai kontroversi tentang konspirasi.
Presiden bernama asli John Fitzgerald Kennedy meninggal seusai peluru yang ditembakkan mengenai leher dan kepalanya. Ia ditembak ketika berada di mobil dengan atap terbuka, pukul 12.30 siang, dalam iring-iringan mobil presiden saat kampanye di Dallas, Texas.
John F Kennedy yang resmi menjabat Presiden Amerika Serikat ke-35 sejak 20 Januari 1961 ditembak oleh Lee Harvey Oswald, seorang mantan marinir, dari jendela lantai enam Texas School Book Depository. Oswalds ditangkap sekitar 90 menit kemudian, ditetapkan sebagai tersangka penembakan Kennedy, dan ditahan polisi.
Dari foto file yang belakangan banyak diunggah, terlihat iring-iringan mobil jenis konvertibel membelah massa yang menunggunya disepanjang Elm Street. Presiden Kennedy berada di dalam mobil 1961 Lincoln Continental dengan atap terbuka, bersama istrinya, Jacqueline, Gubernur Texas John Connally dan istri Connally, Nellie.
Di belakangnya, terdapat mobil pengawal presiden, dengan dua pengawal yang berdiri sambil berpijak di sisi luar kanan dan kiri mobil. Enam pengawal yang lain duduk di dalam mobil tanpa atap.
Hari itu, rombongan meninggalkan lapangan terbang setibanya di Dallas. Presiden JFK dan rombongan menuju Dallas Bussiness dan Trade Mart untuk berpidato dan santap siang. Pukul 12.30 waktu setempat, iring-iringan mobil Kennedy tiba di depan Texas School Book Depository di Dealey Plaza saat terdengan suara tembakan.
Presiden Kennedy tertembak di leher dan kepala, sedangkan Gubernur Cannally terkena peluru di dada.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/03/064d3604-0bd6-4283-b3e4-92d67f974474_jpg.jpg)
Foto file selanjutnya memperlihatkan satu dari empat pengawal terlihat berpindah ke mobil presiden, berusaha memegangi dan melindungi Kennedy yang bersandar di kursi di tengah kepanikan ibu negara.
Mobil melaju kencang menuju Rumah Sakit Parkland Memorial. Setelah 30 menit kemudian, John Fitzgerald Kennedy, Presiden ke-35 AS, dinyatakan meninggal.
Polisi menangkap Lee Harvey Oswald, yang baru bekerja di Texas Book Depository. Dua hari kemudian, 24 November 1963, Oswald mati ditembak sebuah pemilik klub malam, Jack Ruby, saat dipindahkan dari kantor polisi.
Kematian Kennedy ini menimbulkan kontroversi terbesar di Amerika Serikat dan di dunia. Terutama tentang motif Oswald dan dalang yang diduga ada di bekalangnya.
Penyelidikan pertama yang dilakukan Komisi Warren tak lama setelah kematian menyatakan bahwa Oswald bertindak sendiri. Terutama dikaitkan dengan rencana pembubaran CIA yang digagas sejak tahun 1961.
Kontroversi ini juga menarik banyak sineas film. Tercatat setidaknya ada sembilan film bertemakan Kennedy yang dirilis sebagai film bioskop.
Dimulai dari Executive Action di tahun 1973, dibintangi oleh Burt Lancaster, menggambarkan pembunuh, operasi nakal, kepentingan perusahaan yang bersekongkol, dan politisi korup yang semuanya merencanakan untuk membunuh presiden.
Kemudian, JFK (1991) karya Oliver Stone dan disusul JFK: Destiny Betrayed (2021), serial dokumenter empat bagian yang juga disutradarai Oliver Stone. Film ini masih menyisakan pertanyaan tentang kematian JFK.
Film ini mendapatkan delapan nominasi Oscar. Kevin Costner memerankan jaksa Distrik New Orleans Jim Garrison dalam film yang akhirnya mendapatkan dua Oscar ini, yakni untuk sinematografi terbaik dan pengeditan terbaik. Film ini ”menyuarakan” pembunuhan Presiden JF Kennedy sebagai hasil konspirasi pemerintah yang samar-samar dan menyerukan konggres untuk melakukan penyelidikan tentang konspirasi itu.
Film terbaik dengan tema Kennedy dirilis tahun 2023. Film JFK: What the Doctors Saw menceritakan tentang tujuh dokter yang bekerja di UGD Parkland waktu Kennedy tertembak.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/03/a160d9a3-63ad-4187-8150-f5bca7707817_jpg.jpg)
Berbagai spekulasi itu dijawab pemerintah dengan membentuk komisi penyelidikan yang dimulai dari Komisi Warren, sampai membuka file atau dokumen yang berkaitan dengan peristiwa penembakan itu. Pada awal Maret, Pemerintah Amerika Serikat merilis ribuan dokumen tentang penyelidikan penembakan Kennedy. Tak dapat dimungkiri, film JFK berperan besar membuka informasi dokumen rahasia penyelidikan pembunuhan Kennedy.
Terakhir, Sutradara Oliver Stone, penulis naskah Jefferson Morley, dan peneliti film ini, James DiEugenio, dimintai keterangan di ruang sidang Satuan Tugas Deklarasi Rahasia Federal di Capitoll Hill, Selasa (1 April 2025) waktu setempat.
Film JFK ini membawa Oliver Stone dari gedung bioskop ke ruang sidang di Capitoll Hill.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/03/d660d42b-5959-4c05-9dea-f11c217ac4d6_jpg.jpg)
Penulis:
Ignatius Danu KusworoEditor:
Demitrius Wisnu WidiantoroPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra