Final Piala Liga Inggris menyajikan pertarungan dua tim beda dunia. Pemegang gelar terbanyak, Liverpool, ditantang Newcastle yang sama sekali belum pernah juara.
15 Mar 2025 19:03 WIB · Olahraga
LONDON, SABTU — Laga Liverpool melawan Newcastle United dalam final Piala Liga Inggris di Stadion Wembley, London, Minggu (16/3/2025) pukul 23.30 WIB, mewakili dua dunia yang bertolak belakang. Liverpool sebagai tim tersukses dengan koleksi 10 trofi bertemu Newcastle yang awam tanpa rekam jejak trofi. Pertarungan nanti dipastikan sangat sengit mengingat Piala Liga Inggris adalah sandaran pelipur lara mereka.
Pertengahan pekan lalu, Liverpool menerima kenyataan pahit tersingkir pada babak 16 besar Liga Champions Eropa seusai kalah adu penalti dari Paris Saint-Germain. Padahal, ”Si Merah” sudah unggul satu gol pada pertemuan pertama di markas PSG. Dengan performa Liverpool yang sangat impresif musim ini, tidak mengherankan jika mereka digadang-gadang mampu meraih empat gelar dalam semusim. Empat gelar itu, antara lain, Liga Champions, Liga Inggris, Piala Liga Inggris, dan Piala FA.
Akan tetapi, Liverpool nyatanya bukanlah klub yang tidak tersentuh kekalahan. Tim besutan manajer Arne Slot tersebut di luar dugaan takluk pada Plymouth Argyle, yang terbenam di zona degradasi Divisi Championship, pada putaran keempat Piala FA. Liverpool kian terantuk kenyataan seusai disingkirkan PSG di Liga Champions.
Gagal pada dua turnamen tersebut merupakan pukulan telak bagi Liverpool. Dari tim yang awalnya dijagokan mampu menyapu bersih empat gelar, Liverpool kini hanya berkesempatan meraih dua trofi musim ini. Seiring kegagalan menyakitkan di Liga Champions, Piala Liga Inggris menyediakan tempat bagi Liverpool untuk melerai lara.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/01/02/091f927d-1d15-4346-b92e-bc87e1b6e0c0_jpg.jpg)
”Kami harus melakukan yang terbaik untuk mengangkat trofi itu. Kami harus bekerja keras untuk itu. Ini akan menjadi pertandingan yang bagus dan saya sangat menantikannya,” ujar kapten sekaligus bek tengah Liverpool, Virgil Van Dijk, Sabtu (15/3/2025).
Liverpool menatap laga final sebagai juara bertahan dan juga tim tersukses di Piala Liga Inggris. Semenjak digelar pertama kali pada 1960, Liverpool sudah mengoleksi 10 trofi sekaligus menjadi tim tersukses di turnamen tersebut.
Sebaliknya, Newcastle yang menjadi penantang Liverpool di final sama sekali belum pernah merasakan gelar juara. Situasi ini yang menyebabkan duel kedua tim itu bagai perwakilan dua dunia yang berbeda. Liverpool dengan segala kesuksesannya serta pengalamannya di Piala Liga Inggris mendapat tantangan dari Newcastle yang mencoba mengukir sejarah dengan meraih trofi pertamanya.
Tidak seperti Liverpool, Newcastle menatap laga final berbekal hasil positif berkat kemenangan tipis 1-0 atas West Ham pada lanjutan Liga Inggris. Selain itu, meski belum pernah menang Piala Liga Inggris, Newcastle nyaris menjadi juara dua musim lalu, tetapi kalah 0-2 dari Manchester United di laga puncak.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2023/08/28/aa6f99ad-22f0-4fa8-b093-a30e619b93d5_jpg.jpg)
Manajer Newcastle Eddie Howe mengatakan, timnya punya cukup pengalaman untuk mewujudkan ambisi meraih trofi Piala Liga Inggris pertama sepanjang sejarah. Menurut Howe, para pemainnya lebih percaya diri lantaran sukses menyingkirkan empat tim dari Liga Inggris, yaitu Nottingham Forest, Chelsea, Brentford, dan Arsenal sebelum menjejakkan kaki di final.
”Kami telah menjalani serangkaian pertandingan yang sangat sulit di turnamen ini. Saya pikir untuk menghadapi pertandingan-pertandingan itu dengan cara yang kami lakukan dan di tengah-tengah kesibukan dengan Liga Inggris dan Piala FA, kami telah melewati babak demi babak. Sekarang kami telah berakhir di final. Emosi dan kebisingan di luar sana sudah jauh berkurang. Semoga saja, itu membantu kami dalam meningkatkan performa permainan,” tutur Howe.
Meski tidak lebih bergengsi dibandingkan Piala FA atau Liga Inggris, menang Piala Liga Inggris berarti amat penting bagi Newcastle. Inilah kesempatan terdekat bagi Newcastle untuk mengakhiri paceklik trofi domestik. Trofi besar terakhir yang Newcastle raih adalah Piala FA pada 1955. Kala itu, Newcastle sukses mengalahkan Manchester City, 3-1, di final.
Apabila Newcastle sukses mengalahkan Liverpool pada laga nanti, Howe akan mencatatkan nama sebagai manajer Inggris pertama yang meraih trofi besar bersama tim Liga Inggris sejak 2008. Kala itu, manajer berkebangsaan Inggris terakhir yang mampu melakukannya ialah Harry Redknapp saat membawa Portsmouth menjuarai Piala FA. Adapun di Piala Liga Inggris, Steve McClaren menjadi manajer Inggris terakhir yang memenangkannya bersama Middlesbrough pada 2004.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2023/08/28/7dabce91-8a6a-4098-aa1e-4615d359b088_jpg.jpg)
Gelandang Newcastle, Bruno Guimaraes, mengatakan, ia dan rekan-rekannya lebih percaya diri pada laga final kali ini. Mereka telah merasakan pahitnya kegagalan saat kalah dari MU dua musim lalu pada ajang yang sama. Maka dari itu, semua pemain Newcastle sangat berambisi menebus kegagalan itu kali ini.
”Saya merasa kami lebih percaya diri. Karena kami pernah mencapai final sebelumnya, kami tahu kami memiliki lebih banyak pengalaman. Kami telah mengganti beberapa pemain, tetapi dasar permainan masih sama. Kami sedang dalam momen terbaik kami,” katanya. (REUTERS)
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Prasetyo Eko Prihananto