Fleksibilitas Rotasi, Rahasia Chelsea Mencapai Semifinal

Fleksibilitas Chelsea dalam rotasi tim sukses mengantar mereka hingga semifinal Piala Dunia Antarklub. Penampilan apik Estevao dan debut Joao Pedro menjadi pemanis.

05 Jul 2025 15:24 WIB · Olahraga

Oleh Kelvin Hianusa

PHILADELPHIA, JUMAT — Pelatih Chelsea Enzo Maresca sempat berkata di awal Piala Dunia Antarklub 2025, mustahil menurunkan skuad sama di tengah cuaca ekstrem Amerika Serikat. Maresca berpegang dengan prinsip rotasi itu dan berhasil membawa Chelsea hingga semifinal.

Chelsea menyudahi trauma dari klub Brasil di Stadion Lincoln Financial Field, Philadelphia, Sabtu (5/7/2025) WIB. Sempat kalah dari Flamengo di babak grup, Cole Palmer dan rekan-rekan sukses menang atas Palmeiras 2-1 dalam laga perempat final yang berlangsung ketat hingga peluit panjang.

”Kami menguasai laga di paruh pertama dan bisa unggul lebih dari satu gol,” kata Maresca tentang dominasi Chelsea. ”Mereka lebih baik setelah turun minum, tetapi kami mengambil alih kontrol lagi pada 25 menit terakhir. Kami pantas menang dan bukan karena keberuntungan,” lanjutnya.

Chelsea memang baru bisa mencetak gol kemenangan pada menit ke-83. Itu pun lewat gol bunuh diri bek Palmeiras Agustin Glay. Namun, seperti kata Maresca, ”Si Biru” pantas menang karena mampu mendominasi laga. Adapun dominasi itu datang dari strategi rotasi skuad ala Maresca.

Maresca tidak pernah menggunakan starter yang sama sejak babak grup hingga babak 16 besar. Itu kembali dipertahankan di laga tadi saat gelandang jangkar Moises Caicedo (akumulasi kartu) dan Romeo Lavia (cedera) terpaksa absen. Sebanyak empat pemain berbeda ditampilkan sebagai starter.

Gelandang Chelsea Cole Palmer (kanan) merayakan gol pembuka ke gawang Palmeiras dalam laga perempat final Piala Dunia Antarklub 2025 di Stadion Lincoln Financial Field, Philadelphia, Sabtu (5/7/2025) WIB.

Salah satunya bek sayap pelapis Malo Gusto yang ditampilkan agar Reece James bisa menjadi gelandang jangkar darurat. Namun, James tiba-tiba cedera saat pemanasan. Peran James pun digantikan gelandang berusia 21 tahun Andrey Santos yang baru tampil 22 menit sepanjang turnamen.

Perubahan posisi pemain juga terpaksa dilakukan. Palmer kembali ke gelandang serang setelah diturunkan di sayap kiri pada laga sebelumnya. Dia mengisi peran Enzo Fernandez yang harus turun sebagai pivot. Adapun Chelsea tetap tampil dengan formasi 4-2-3-1.

Menariknya, rotasi tim itu diikuti dengan penyesuaian taktik yang kemudian jadi kunci kemenangan. Perubahan paling besar terletak di peran bek sayap. Gusto diberikan kebebasan maju, sejajar dengan gelandang serang. Alih-alih menyisir sayap, dia justru bermain sedikit sentral di area halfspace. Area pinggir ditempati penyerang sayap Pedro Neto.

Palmeiras terkejut dengan perubahan Si Biru. Gol pertama yang dicetak Palmer pada menit ke-16 memperlihatkan itu. Pertahanan Palmeiras kebingungan karena Palmer dan Gusto membuka opsi umpan di area tengah pada saat bersamaan. Palmer sukses memanfaatkan celah itu.

Gusto pula yang berperan dalam gol penentu kemenangan. Kesalahan antisipasi Glay bermula dari umpan silang sang bek sayap. Perubahan peran bek sayap oleh Maresca berujung manis. Adapun dalam laga 16 besar versus Benfica, titik vokal serangan berada di sisi kiri lewat bek Marc Cucurella.

”Chelsea lebih baik secara keseluruhan. Mereka memiliki para pemain dan pelatih yang lebih baik. Mereka mungkin sedikit beruntung dengan gol kedua, tetapi itu biasa terjadi di sepak bola. Kami harus menerima itu dan segera beranjak,” kata pelatih Palmeiras Abel Ferreira.

Bek sayap Chelsea Malo Gusto (kanan) mempertahankan bola agar tidak direbut pemain Palmeiras Estevao dalam laga perempat final Piala Dunia Antarklub 2025 di Stadion Lincoln Financial Field, Philadelphia, Sabtu (5/7/2025) WIB.

Chelsea mendominasi permainan dengan unggul mutlak dalam penguasaan bola 62,7 persen dan jumlah tembakan 19-7. Palmeiras hanya mampu menghasilkan dua tembakan tepat sasaran selama 90 menit. Salah satunya berujung gol pada awal paruh kedua.

Menjelang semifinal, Chelsea sudah memainkan total 27 pemain dalam lima pertandingan. Itu memperlihatkan keseriusan pelatih dalam rotasi tim. Tim asuhan Maresca sudah dinanti tim Brasil lain, Fluminense, di semifinal. Duel tersebut akan berlangsung di New Jersey, Rabu depan.

Banyak hal menarik lain dari laga ulangan final Piala Dunia Antarklub 2022 tersebut. Sayap Palmeiras, Estevao, mencetak gol penyeimbang ke calon klub barunya. Dia segera pindah ke Chelsea setelah turnamen. Penyerang baru Chelsea, Joao Pedro, juga menjalani debut dari bangku cadangan.

Maresca terkagum dengan penampilan Estevao yang baru berusia 18 tahun. ”Saya berbicara dengan Estevao untuk pertama kali dan berkata laga itu sempurna. Kami menang dan dia mencetak gol. Anda bisa melihat talenta besarnya. Akan tetapi, seperti pemain lain dari Amerika Selatan, dia harus beradaptasi. Kami akan membantunya,” ujarnya.

Sementara itu, Pedro meninggalkan kesan baik walaupun hanya tampil di paruh kedua. Mantan pemain Brighton and Hove Albion itu sempat mengkreasikan peluang emas untuk Noni Madueke. Kehadiran Pedro menjadi pertanda buruk untuk penyerang Nicolas Jackson yang tidak beranjak dari bangku cadangan. (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

FX Sukoto