Florian Wirtz dan Robert Lewandowski, Awal Lambat Para Pemain Hebat

Ekspektasi tinggi selalu menyertai pemain besar sejak awal musim. Namun, beberapa pekan berlalu, Wirtz dan Lewandowski kesulitan menampilkan potensi terbaiknya.

26 Sep 2025 11:21 WIB · Olahraga

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

Tidaklah mudah menjadi Florian Wirtz. Dibeli Liverpool dengan harga tinggi menimbulkan beban ekspektasi di pundaknya. Benar saja, setelah beberapa pekan berlalu, Wirtz kesulitan menampilkan performa terbaik di bawah arahan Arne Slot. Hal serupa menimpa Robert Lewandowski di Barcelona. Striker haus gol itu kembali memulai musim dengan lambat.

Liverpool memecahkan rekor transfer Liga Inggris saat mendatangkan Wirtz dengan mahar mencapai 116 juta pound sterling (Rp 2,5 triliun). Rekor itu kemudian segera dipatahkan Liverpool saat merekrut Alexander Isak dari Newcastle United dengan harga 125 juta pound sterling (Rp 2,8 triliun).

Wirtz diharapkan bisa memimpin lini depan sekaligus mengatur serangan dalam formasi 4-2-3-1. Namun, hingga pekan kelima Liga Inggris, Wirtz belum mencetak gol ataupun asis. Dia hanya mencatatkan asis pada ajang Community Shield saat Liverpool takluk dari Crystal Palace lewat drama adu penalti.

Statistik tersebut tidak mencerminkan kualitas Wirtz saat masih bermain di Bundesliga. Musim lalu, Wirtz mencetak 16 gol dan 15 asis dalam 45 penampilan di seluruh kompetisi. Di lima pekan pertama Bundesliga, Wirtz sudah mengoleksi 4 gol serta 1 asis. Menempati posisi sama dan mendapatkan cukup banyak menit bermain di Leverkusen dan Liverpool, performa lambat Wirtz pada awal musim ini terbilang janggal.

Wirtz mengakui performanya pada awal musim ini belum maksimal. Ia mengatakan masih perlu menyesuaikan diri dengan skema permainan Slot yang menuntut determinasi tinggi. Menurut Wirtz, Liga Inggris sangat menguras energi karena para pemain berlari dan menekan (pressing) lebih banyak dari biasanya.

Liverpool's Florian Wirtz escapes a tackle by Burnley's Quilindschy Hartman during the Premier League soccer match between Burnley and Liverpool in Burnley, England, Sunday, Sept. 14, 2025. (AP Photo/Jon Super)
Quote

Pelatih mengatakan kepada saya bahwa di dalam skuad, saya tidak perlu menekan diri sendiri tentang berapa banyak uang yang dikeluarkan klub.

Hal itu berbeda dengan Bundesliga di mana Wirtz merasa masih bisa mengambil jeda. Di Liga Inggris, sedikit saja terlambat bergerak, lawan akan menghukum dengan mencetak gol. Karena itu, mau tidak mau Wirtz memaksakan diri terus berlari demi menutup ruang saat bertahan atau sebaliknya.

Wirtz mengatakan, dirinya telah mengikuti instruksi Slot dengan berlari serta menekan lebih sering, tetapi itu justru membuat staminanya cepat terkuras. Akibat staminanya terkuras untuk berlari dan menekan, ia menjadi kurang maksimal saat menguasai bola.

”Ya, mungkin saja saya mencoba mengoper bola lebih cepat. Saya baru-baru ini berbicara dengan pelatih tentang hal itu dan dia menjelaskan mengapa saya mungkin tidak bisa masuk ke situasi yang biasanya saya hadapi, yaitu saya mempercepat permainan dengan menggiring bola atau mengoper,” kata Wirtz dalam wawancara bersama Sky Sport Jerman.

Meski kesulitan beradaptasi dengan permainan cepat ala Liga Inggris, Wirtz merasa akan bisa mencapai performa terbaik setelah menjalani laga demi laga. Selain itu, dari sisi psikis, Wirtz juga merasakan ada semacam tekanan yang dibalut dalam ekspektasi terhadap harga transfernya.

”Tapi, saat ini, itu (rasa tertekan) sudah usai. Pelatih mengatakan kepada saya bahwa di dalam skuad, saya tidak perlu menekan diri sendiri tentang berapa banyak uang yang dikeluarkan klub. Itu karena rasanya semua orang di sekitar kita bisa menghabiskan uang sebanyak itu jika mereka bermain di tempat lain,” ujarnya.

Spain Soccer La Liga

Kasus Lewandowski

Di Liga Spanyol, apa yang dialami Wirtz serupa dengan kondisi Lewandowski. Bedanya Lewy, sapaan akrab Lewandowski, bukan pendatang baru seperti Wirtz alias sudah berpengalaman di Liga Spanyol. Lewy memulai musim dengan lambat setelah hanya menyumbangkan tiga gol dalam enam laga, termasuk satu gol saat mengalahkan Real Oviedo, 3-1, Jumat (26/9/2025).

Bagi penyerang sekaliber Lewy, torehan tiga gol pada awal musim bukanlah mencerminkan kemampuan aslinya. Musim lalu, Lewy sanggup mencetak empat gol serta dua asis dalam lima laga awal liga. Menurut Lewy, cedera saat pramusim menghalanginya tampil maksimal.

”Jelang akhir pramusim, saya mengalami cedera. Itulah sebabnya, di awal musim situasinya agak sulit bagi saya. Saya butuh waktu lebih lama untuk menemukan kembali ritme saya,” kata Lewy seusai laga melawan Oviedo, dikutip dari Diario AS.

Lewy tidak terlalu mengkhawatirkan jumlah golnya yang seret serta serbuan kritik terhadap penampilannya. Selain persoalan cedera, Lewy menilai, musim juga masih sangat panjang sehingga dia merasa punya banyak waktu untuk memulihkan performa.

”Saya punya kesabaran, saya tidak terburu-buru. Saya selalu ingin melakukan apa yang saya sukai dan ingin saya lakukan, mencetak gol dan membantu tim saya pada akhirnya,” ucapnya.

Selebrasi pemain Barcelona, Robert Lewandowski, setelah mencetak gol dalam pertandingan Liga Spanyol antara Barcelona dan Valencia di Stadion Johan Cruyff, Barcelona, Spanyol, Minggu (14/9/2025).

Meski demikian, Lewy tetap harus sesegera mungkin mengembalikan ketajamannya agar tetap bisa mempertahankan posisi sebagai pemain mula. Di saat performa Lewy menurun, Ferran Torres tampil cemerlang dengan mengemas 4 gol dan 1 asis dalam tujuh laga. Jika tidak segera bangkit, posisi Lewy sebagai penyerang Barca akan selamanya tergantikan oleh Torres.


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Galih Rudanto