Fluminense Versus Al Hilal, Duel Pelengkap Para Pembunuh Raksasa

Fluminense dan Al Hilal berebut tiket semifinal Piala Dunia Antarklub, juga predikat tim pembunuh raksasa sesungguhnya. Pertahanan kokoh jadi senjata utama mereka.

04 Jul 2025 08:00 WIB · Olahraga

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

FLORIDA, JUMAT — Fluminense dan Al Hilal mengacaukan perempat final ideal yang seharusnya mempertemukan Manchester City dan Inter Milan. Bermain cerdik, Fluminense dan Al Hilal sukses mengeliminasi para raksasa Eropa itu untuk saling bertemu pada perempat final Piala Dunia Antarklub di Stadion Camping World, Florida, Amerika Serikat, Sabtu (5/7/2025) pukul 02.00 WIB.

Keberhasilan Fluminense dan Al Hilal menyingkirkan masing-masing Inter dan City tidak ayal membuat mereka mendapat predikat sebagai tim pembunuh raksasa. Kedua tim tersebut membuktikan diri tidak bisa dipandang sebelah mata meski bukanlah favorit di Piala Dunia Antarklub.

Maka dari itu, laga ini ibarat pelengkap bagi mereka sang pembunuh raksasa. Pemenang laga ini pantas menyandang predikat sebagai pembunuh raksasa yang sejati.

Performa dalam beberapa laga terakhir menunjukkan Fluminense dan Al Hilal bukanlah tim sembarangan. Al Hilal belum terkalahkan dalam sembilan laga sebelumnya, adapun Fluminense lebih mengesankan dengan belum pernah kalah dalam 10 laga terakhir di seluruh kompetisi.

Pelatih Al Hilal Simone Inzaghi memberikan instruksi kepada pemainnya saat laga melawan Manchester City pada babak 16 besar Piala Dunia Antarklub di Orlando, 30 Juni 2025. Setelah menyingkirkan City, Al Hilal akan bertemu Fluminense di perempat final.

Sejak menunjuk Simone Inzaghi sebagai pelatih, kekuatan Al Hilal meningkat pesat. Inzaghi membawa Al Hilal lebih kompetitif melalui keterampilan membangun pertahanan yang kokoh. Buktinya, pada babak penyisihan grup, Al Hilal dua kali mampu menahan imbang wakil Eropa, Real Madrid dan FC Salzburg.

City besutan Pep Guardiola pun dibuat frustrasi dengan hanya mampu melesakkan tiga gol dari 69 persen penguasaan bola serta 30 kali percobaan tembakan. Sistem bertahan sangat dalam dengan formasi 5-3-2 akan menjadi penghalang Fluminense melaju ke semifinal.

”Apa yang kami lakukan (melawan City) tidak dapat dijelaskan. Kami bermain melawan salah satu tim terbaik di dunia dan ini lebih memotivasi kami untuk pertandingan berikutnya. Ini adalah pencapaian bersejarah bagi kami, klub, dan seluruh negara. Kami percaya setiap detiknya dan kami telah melakukannya,” kata gelandang Al Hilal, Sergej Milinkovic-Savic, dikutip dari laman FIFA.

Milinkovic-Savic, yang tinggi, kuat, dan memiliki fisik yang tangguh di lini tengah, merupakan elemen kunci dari gaya serangan balik Al Hilal yang terbukti sangat efektif melawan City. Selain Milinkovic-Savic, Al Hilal juga banyak mengandalkan pemain-pemain Brasil, seperti Malcom, Renan Lodi, dan Marcos Leonardo yang mencetak dua gol ke gawang City. Kombinasi mereka menjadi ancaman bagi pertahanan Fluminense.

Bek Al Hilal, Kalidou Koulibaly (tengah), merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Manchester City bersama gelandang Sergej Milinkovic-Savic (kanan) pada babak 16 besar Piala Dunia Antarklub di Orlando, 30 Juni 2025.

Serupa dengan Al Hilal, Fluminense juga sukses mengalahkan Inter dengan memanfaatkan kelengahan lawan di awal laga. Setelah unggul 2-0 di babak pertama, Fluminense mempertebal pertahanan sehingga menyulitkan Inter mencetak gol penyeimbang.

Bek tengah veteran Thiago Silva dan kiper senior berusia 44 tahun, Fabio, menjadi kunci pertahanan tangguh Fluminense. Pengalaman Silva dan Fabio memberi ketenangan di jantung pertahanan. Dengan usia yang semakin menua, ketahanan serta fokus Silva dalam mengawal pertahanan tidak mengendur.

Statistik menunjukkan, pertahanan Fluminense semakin kokoh di babak kedua. Sejak fase penyisihan grup, tidak ada satu pun gol yang bersarang ke gawang Fluminense di babak kedua. Ini mengindinkasikan Al Hilal harus mencetak gol cepat sebanyak-banyaknya dan pantang tertinggal di babak pertama.

Adapun Pelatih Fluminense Renato Gaucho telah memikirkan rencana untuk meredam eksplosivitas Al Hilal dalam serangan balik. Metode serangan balik kilat, menurut Gaucho, merupakan senjata andalan Al Hilal yang harus timnya waspadai.

Para pemain Fluminense berlatih menjelang laga perempat final Piala Dunia Antarklub melawan Al Hilal di Orlando, Kamis (3/7/2025).

Gaucho mengejutkan banyak orang dengan menerapkan formasi yang tidak biasa ketika menyingkirkan Inter. Selama menangani Fluminense, Gaucho cenderung menyukai formasi empat bek.

Namun, untuk kebutuhan taktikal, ia menilai formasi tiga bek lebih efektif dalam menangkal serangan-serangan Inter. Gaucho enggan menjawab lebih jauh saat disinggung mengenai aspek taktik dalam sesi konferensi pers jelang laga, Jumat (4/7/2025) dini hari WIB.

”Rencana yang saya susun untuk besok adalah cara yang menurut saya paling baik. Kami tahu lawan kami sangat cepat dan bermain sangat baik dalam serangan balik. Saya telah menganalisisnya dengan baik dan mengatur tim saya dengan cara itu. Kami berharap dapat menetralkan lawan kami dengan cara sebaik mungkin. Itulah cara kami berpikir dan berharap untuk bermain besok,” kata Gaucho. (AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Galih Rudanto