Fotografer Legendaris  Asal Brasil, Sebastiao Salgado, Berpulang

Fotografer legendaris asal Brasil, Sebastiao Salgado, wafat dalam usia 81 tahun.

24 Mei 2025 12:05 WIB · Klinik Foto

Oleh Demitrius Wisnu Widiantoro

Fotografer dan pencinta lingkungan asal Brazil Sebastiao Salgado meninggal pada usia 81 tahun karena leukemia. , ungkap keluarganya pada hari Jumat.  Berita duka ini diumumkan  oleh Akademi Seni Rupa Perancis  dan Instituto Terra   lembaga dimana ia menjadi anggotanya pada Jumat (23/5/2025) waktu setempat tanpa merinci penyebab dan tempat kematiannya.

Fotografer Brasil Sebastiao Salgado memberi isyarat saat berdiri di depan karyanya di galeri Bene Taschen dalam pameran Gold di Cologne pada 6 Februari 2020.
Penerima gelar kehormatan Sebastião Salgado berfoto selama upacara Wisuda Harvard di Cambridge, Massachusetts, AS, pada 29 Mei 2022.
Foto selebaran yang dirilis oleh Kepresidenan Brasil menunjukkan Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva (kanan) memberikan foto berbingkai tahun 1975 karya Sebastiao Salgado yang diambil di Nova Lisboa (sekarang Huambo), Angola, berupa patung Maria da Fonte simbol pemberontakan rakyat Portugis tahun 1846 sebagai hadiah kepada Presiden Angola Joao Lourenco di Istana Planalto di Brasilia pada tanggal 23 April 2025.

Namun berdasarkan keterangan dari keluarga, Salgado meninggal karena serangan leukimia. Penyakit kanker darah yang merenggut nyawa Salgado ini muncul sebagai komplikasi dari serangan malaria yang didapatkannya pada 2010 saat berkunjung ke Indonesia.  " Lima belas tahun kemudian, komplikasi dari penyakit ini berkembang menjadi leukemia parah, yang akhirnya merenggut nyawanya," imbuh keluarga tersebut.

Kunjungan Salgado ke Indonesia sendiri tidak lepas dari pekerjaannya sebagai fotografer. Ia memang kerap bepergian ke penjuru-penjuru dunia untuk mengerjakan proyek fotonya. Saat ke Indonesia pada 2010 lalu  ia sedang mengerjakan proyek “Genesis”.

Fotografer Brasil Sebastiao Salgado berjalan di sekitar foto-fotonya yang merupakan bagian dari pameran "Genesis", yang siap dibuka untuk umum di Museum Lingkungan Kebun Raya Rio de Janeiro, pada 27 Mei 2013.

Proyek "Genesis" sendiri adalah salah satu karya paling monumental dari Salgado. Proyek ini dikerjakan selama delapan tahun (2004–2012) bersama istrinya, Lélia Wanick Salgado. Proyek ini merupakan perjalanan visual ke bagian-bagian dunia yang masih alami, dengan tujuan utama untuk menunjukkan keindahan dan keragaman planet ini sebelum dampak besar dari peradaban modern.

Sebastião Salgado lahir di Aimorés, Minas Gerais, Brasil pada 1944. Awalnya ia berprofesi sebagai ekonom. Namun pada 1973 ia beralih ke fotografi. Salgado dikenal karena karya dokumenternya yang kuat secara visual dan emosional, terutama dalam hitam putih. Dalam perjalanan karirnya sebagai fotografer karyanya banyak memenangkan penghargaan tentang alam dan kemanusiaan.

Gaya Salgado ditandai oleh citra hitam-putih, nada suara yang kaya, dan skenario yang penuh muatan emosi. Banyak foto terbaiknya diambil di komunitas miskin, terutama di Amazon dan Afrika.  

Seorang pria berjalan melewati papan informasi  dari pameran mendiang fotografer Brasil Sebastiao Salgado yang akan diselenggarakan di pusat budaya Casa Firjan di Rio de Janeiro, Brasil, pada 23 Mei 2025.
Pengunjung menghadiri pameran "Gold: Serra Pelada" karya mendiang fotografer Brasil Sebastiao Salgado di Pusat Kebudayaan CAIXA Cultural Recife di kota Recife, negara bagian Pernambuco, Brasil pada 23 Mei 2025.
Pengunjung menghadiri pameran "Gold: Serra Pelada" karya mendiang fotografer Brasil Sebastiao Salgado di Pusat Kebudayaan CAIXA Cultural Recife di kota Recife, negara bagian Pernambuco, Brasil pada 23 Mei 2025.
Pengunjung menghadiri pameran "Gold: Serra Pelada" karya mendiang fotografer Brasil Sebastiao Salgado di Pusat Kebudayaan CAIXA Cultural Recife di kota Recife, negara bagian Pernambuco, Brasil pada 23 Mei 2025.

Dalam pernyataannya yang dikutip Kantor Berita Associated Press (AP), Instituto Terra menuliskan bahwa karya  Salgado menyingkapkan dunia dan kontradiksinya dan membawa kekuatan tindakan transformatif. Selayaknya Salgado menjadi salah satu fotografer terbaik di zaman ini. “Salgado tanpa lelah terus  lelah berjuang untuk dunia yang lebih adil, manusiawi, dan ekologis  melalui lensa kameranya” imbuh anggota keluarga Salgado.


Kerabat Kerja

Penulis:

Demitrius Wisnu Widiantoro
 | 

Editor:

Heru Sri Kumoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji