Target meraih gelar juara di turnamen bulu tangkis All England gagal terwujud. Perjalanan tim Indonesia, terutama pemain muda, dilanjutkan ke Swiss Terbuka.
09 Mar 2026 19:28 WIB · Olahraga
Humas PP PBSI
BASEL, SENIN — Indonesia gagal mewujudkan target meraih satu gelar juara dari turnamen bulu tangkis All England di Birmingham, Inggris, 3-8 Maret. Namun, masih ada sisi positif dari penampilan pemain muda yang akan diteruskan ke Swiss Terbuka, 10-15 Maret.
Dengan level lebih rendah dibandingkan All England BWF World Tour Super 1000, Swiss Terbuka Super 300 tak dihadiri sejumlah pemain top dunia. Situasi ini seharusnya bisa dimanfaatkan skuad Indonesia dengan baik.
Pada nomor ganda putra, seperti terdapat dalam undian yang dirilis pekan lalu, hanya ada dua ganda putra dari peringkat sepuluh besar dunia yang bermain di Swiss. Mereka adalah Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty dan Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen yang menjadi dua unggulan teratas. Juara dan finalis All England, Kim Won-ho/Seo Seung-jae dan Aaron Chia/Soh Wooi Yik, absen.
Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana dan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, yang menempati peringkat ke-13 dan ke-17 dunia, bahkan menjadi unggulan ketiga dan keempat. Selain dua pasangan itu, ganda putra Indonesia diawakili Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat. Adapun dua pasangan senior, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani, absen.
Raymond/Nikolaus akan tampil dengan status sebagai semifinalis All England. Mereka mencapai tahap itu dalam partisipasi pertama pada turnamen bulu tangkis tertua di dunia tersebut. Dalam perjalanan menuju semifinal, Raymond/Nikolaus mengalahkan Fajar/Fikri, yang menjadi unggulan kelima, pada babak kedua dan Liang Wei Keng/Wang Chang (3) di perempat final.
Performa mereka menjadi nilai positif dalam kacamata pengurus PP PBSI, di samping catatan negatif tanpa gelar juara. Untuk pertama kalinya sejak 2011, kecuali pada 2021 dengan adanya diskualifikasi pada tim Indonesia karena kasus Covid-19, ”Merah Putih” tak menempatkan wakil di final.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/08/998c04f082a9558babbf251397f8145d-AE_ray_joaquin2.jpeg)
Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Eng Hian bahkan memberi apresiasi khusus kepada Raymond/Nikolaus sebagai wakil Indonesia dengan pencapaian terbaik. ”Dalam perjalanannya, mereka mampu mengalahkan pasangan unggulan kelima dan unggulan ketiga. Bahkan, ketika menghadapi pasangan nomor satu dunia sekaligus juara bertahan di semifinal, mereka tetap mampu memberikan perlawanan yang sangat baik. Penampilan seperti ini menunjukkan bahwa mereka memiliki potensi dan kualitas untuk terus berkembang ke depan,” kata Eng Hian.
Debutan lain, Alwi Farhan, juga meraih hasil lebih baik dari seniornya, Jonatan Christie. Alwi mencapai perempat final setelah menyingkirkan Chou Tien Chen pada babak kedua sebelum dikalahkan Kunlavut Vitidsarn. Adapun Jonatan tersingkir pada babak kedua karena kalah dari Lin Chun Yi yang akhirnya menjadi juara.
Pemain lain yang mencapai perempat final adalah Putri Kusuma Wardani, Rian/Rahmat, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, dan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah. Adapun hasil buruk didapat Leo/Bagas dan Sabar/Reza yang tersingkir pada babak pertama, Fajar/Fikri dan Jonatan (kalah pada babak kedua).
”Ada dua sisi dari hasil tim Indonesia di All England kali ini. Dari sisi positif, perkembangan pemain-pemain muda menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan. Mereka mampu tampil kompetitif di turnamen dengan level dan tekanan tinggi. Ini menjadi indikator bahwa regenerasi berjalan dan para pemain muda mulai mampu bersaing di level tertinggi,” kata Eng Hian.
Namun, Eng Hian mengatakan, target meraih gelar yang tak terpenuhi akan menjadi bahan evaluasi, seperti dari sisi strategi pertandingan hingga konsistensi performa di fase krusial. Eng Hian berjanji, PBSI akan berusapa mencari metode pembinaan yang semakin efektif agar atlet potensial terus berkembang secara optimal.
Selain Raymond/Nikolaus, pengalaman dari All England bisa dibawa Alwi, Amri/Nita, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel, dan tiga ganda putri Indonesia untuk bersaing di Swiss. Selain itu, ada empat wakil yang terbang dari Jakarta. Mereka adalah Mohammad Zaki Ubaidillah, Anthony Sinisuka Ginting, Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil, dan Dejan Ferdinansyah/Bernadine Anindya Wardana.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/06/0ac7db1df5b48f8c73115075636c4615-WhatsApp_Image_2026_03_06_at_20.28.30.jpeg)
Persaingan tunggal putra masih terbilang ketat dengan adanya tunggal putra nomor satu dunia, Shi Yu Qi, Chou, Loh Kean Yew, serta juara All England, Lin Chun Yi. Atlet Taiwan ini berada dalam performa terbaik setelah meraih gelar India Terbuka Super 750 pada Januari. Juara All England lain yang akan bermain di Swiss adalah ganda putri, Liu Sheng Shu/Tan Ning, dan Ye Hong Wei/Nicole Gonzales Chan (ganda campuran).
Tim Indonesia tiba di Basel, Swiss, pada Minggu sore dan menggelar latihan pada Senin pagi. Tujuan utama latihan tersebut adalah menjaga kondisi fisik, terutama tenaga.
”Pagi ini programnya lebih fokus ke menjaga tenaga karena untuk tim ganda putra dan ganda putri, besok sudah bermain. Jadi, persiapan hari ini adalah untuk bermain di hari Selasa,” kata pelatih fisik pelatnas bulu tangkis, Ahmad Jaelani.
Salah satu wakil yang sangat memerlukan latihan untuk menjaga kondisi adalah ganda putri, Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi. Mereka akan menjalani turnamen ketiga dalam tiga pekan beruntun. Sebelum bermain di All England, pasangan yang berpartner pada tahun ini tersebut tampil di Jerman Terbuka.
”Latihan di gimnasium seperti ini cukup penting buat kami untuk menjaga tenaga, apalagi kemarin sudah beristirahat dalam perjalanan dari Inggris ke sini dan besok sudah bertanding,” kata Amallia yang dijadwalkan bertemu Paulina Cybulska/Kornelia Marczak (Polandia) pada babak pertama.
Tunggal Putra
1. Alwi Farhan
2. Mohammad Zaki Ubaidillah
3. Anthony Sinisuka Ginting
Tunggal Putri
1. Putri Kusuma Wardani
Ganda Putra
1. Raymond Indra/Nikolaus Joaquin
2. Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana
3. Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat
Ganda Putri
1. Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum
2. Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari
3. Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi
Ganda Campuran
1. Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu
2. Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah
3. Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil
4. Dejan Ferdinansyah/Bernadine Anindya Wardana
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan