Gaya Punggung, Tulang Punggung Tim Renang Indonesia pada SEA Games Thailand 2025

Kompetisi sengit para perenang punggung putri sukses melecut potensi tim Indonesia. Seperti tiga edisi terakhir, gaya punggung akan jadi tumpuan di SEA Games 2025.

03 Des 2025 07:01 WIB · Olahraga

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN

Oleh Kelvin Hianusa, Rebiyyah Salasah

Sebulan jelang SEA Games Thailand 2025, pelatih tim nasional renang Indonesia sempat masih gamang. Mereka kesulitan memutuskan perenang putri yang akan dikirimkan untuk bersaing di nomor gaya punggung. Terlalu banyak pilihan dan bakat di nomor andalan Indonesia tersebut.

Kegundahan itu terekam dalam Kejuaraan Akuatik Indonesia Terbuka di Stadion Akuatik, Jakarta, Kamis (13/11/2025). Pelatih timnas Felix C Sutanto belum bisa menjawab saat ditanya perenang yang turun di nomor 50 meter punggung putri. Nomor itu menyumbang emas di dua edisi terakhir.

Di edisi Vietnam 2021 dan Kamboja 2023, perenang blasteran Indonesia-Jerman, Masniari Wolf, mendominasi nomor tersebut. Meskipun begitu, posisi Masniari justru sempat terancam. ”Kuota hanya dua atlet per nomor, sementara waktu season best Masniari kalah dari perenang muda,” kata Felix.

Quote

Yang kami takutkan juga dia demam panggung. Kalau ditekan, takutnya malah tidak perform. Kesiapan mental jadi pertimbangan pelatih juga. Perenang senior biasa lebih kuat mentalnya.

Perenang Indonesia Masniari Wolf (kiri) dan AA Istri Kania menjadi penyumbang medali SEA Games Vietnam 2021 dari nomor 50 meter gaya punggung. Masniari meraih emas, sementara Kania menyumbang perunggu.

Catatan waktu terbaik Masniari sepanjang tahun ini adalah 29,12 detik yang dicapai di Jerman, Mei lalu. Itu masih jauh di bawah catatannya saat meraih emas di Kamboja, 28,89 detik. Posisinya pun terusik kehadiran perenang yunior, Nicolle Callysta Phiong (15) dan Adelia Chantika Aulia (14).

Nicolle meramaikan persaingan dengan mencatat waktu 28,95 detik di Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2025, awal November. Masalahnya, dia tidak masuk daftar panjang tim renang untuk SEA Games. Pertimbangan lainnya adalah konsistensi performa dan mentalitas sang perenang.

”Karena ini dia (Nicolle) tiba-tiba muncul. Sebelum Popnas, dia masih di atas 30 detik. Yang kami takutkan juga dia demam panggung. Kalau ditekan, takutnya malah tidak perform. Kesiapan mental jadi pertimbangan pelatih juga. Perenang senior biasa lebih kuat mentalnya,” ujar Felix.

infografik
Renang Gaya Punggung

Chantika lebih difokuskan untuk jarak menengah, 100 meter dan 200 meter punggung. Namun, pada tahun ini, dia sudah mampu finis 29,03 detik di 50 meter. Catatan itu sudah melampaui waktu Masniari selama setahun terakhir. Chantika pun sempat dipertimbangkan turun di nomor tersebut.

Pada akhirnya, setelah pertimbangan panjang, Masniari diputuskan tetap turun di 50 meter. Itu merupakan satu-satunya nomor yang akan dimainkan olehnya. Jika tidak turun, dia dipastikan akan tercoret dari tim. Sementara itu, Chantika masih turun di gaya bebas dan jarak menengah gaya punggung.

Satu-satunya perenang punggung yang langsung otomatis mendapatkan tempat sejak awal adalah Flairene Candrea. Dia merupakan pemegang rekor nasional di 50 meter (28,86 detik) dan 100 meter (1 menit 2,25 detik). Kedua rekornas itu dipecahkan di Kejuaraan Nasional Akuatik, akhir Mei lalu.

Perenang asal Jakarta, Flairene Candrea, memberikan testimoni setelah memecahkan rekor nasional pada nomor 50 meter gaya punggung putri dalam Kejuaraan Nasional Akuatik 2025 di Stadion Akuatik, Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (30/5/2025). Sebanyak 591 atlet dari 21 provinsi berkompetisi pada cabang renang. Pada perlombaan di hari kedua ini, perenang asal Jakarta, Flairene Candrea, dan perenang asal Jawa Barat, Muhammad Dwiky Raharjo, berhasil memecahkan rekor nasional.

KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA (YGA)
30-05-2025

Adapun Flairene merupakan peraih emas 100 meter punggung di edisi Vietnam 2021. Dia kini semakin matang di jarak pendek. ”Nomor punggung putri memang ramai (persaingannya). Itu yang memang kami targetkan emas di SEA Games, dari nomor 50 dan 100 meter,” kata Felix.

Kebangkitan Flairene pada tahun ini merupakan pengaruh dari atmosfer kompetitif di nomor punggung. Mantan atlet renang artistik itu sempat pulang tanpa medali di edisi Kamboja. Dia kalah bersinar dari rekan senegara, Angel Gabriella Yus, yang meraih perunggu di 100 meter.

Menyadari persaingan sangat ketat di level senior dan terdapat ancaman dari para yunior, Flairene bekerja lebih keras. ”Jujur tertantang, sih. Kadang ada kesel kalau kalah, tapi pada akhirnya, kami latihan di satu kolam. Persaingan ini buat sparing sesama tim. Jadi, ya, sebenarnya seru saja,” ujar Flairene.

Tulang punggung

Berkat kompetisi sengit para perenang putri di dalam negeri, Indonesia semakin solid di nomor-nomor punggung. Tim ”Merah Putih” sudah meraih enam emas dalam tiga edisi SEA Games terakhir. Dari sekian banyak, hanya satu emas yang berasal bukan dari nomor punggung.

Separuh di antaranya, tiga emas, bahkan disumbang oleh para perenang punggung putri. Alhasil, beban medali tidak hanya lagi disandarkan ke perenang punggung putra I Gede Siman Sudartawa yang sudah meraih sembilan emas SEA Games sejak 2011.

Di sektor gaya punggung putra, asa regenerasi mulai bersemi. Siman, 31 tahun, akan menutup karier cemerlangnya di Thailand. Karena itu, Pengurus Besar Akuatik Indonesia turut mengirimkan perenang 18 tahun Jason Donovan Yusuf yang diplot jadi penerus Siman.

Jason sudah berhasil mencatatkan waktu 25,47 detik di 50 meter punggung putra saat memecahkan rekor KU1 (16-18 tahun) pada Mei lalu. Dengan catatan itu, dia sudah bisa meraih perak di edisi Kamboja. Adapun rekornas di nomor tersebut masih dipegang oleh Siman (25,01 detik).

Perenang Sulteng I Gede Siman (tengah), perenang DKI Jakarta Jason Donovan (kiri), dan perenang Papua Farrel Armando foto bersama setelah pengalungan medali cabor renang nomor 50 meter gaya punggung di PON Aceh-Sumut 2024 di Kolam Renang Selayang, Kota Medan, Sumatera Utara, Senin (16/9/2024). I Gede Siman meraih medali emas setelah mencatatkan waktu 25.46. KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK) 16-09-2024

Tim renang akan diwakili 22 atlet di Thailand. Manajer tim Indonesia Wisnu Wardhana berkata, kemunculan perenang muda memberikan optimisme lebih. Beberapa di antaranya, yakni Chantika dan Jason, bahkan dikirim ke SEA Games sebagai batu loncatan ke Olimpiade Los Angeles 2028.

Karena itu, Wisnu optimistis bisa melampaui raihan tiga emas di Kamboja walaupun dengan jumlah atlet lebih sedikit. Gaya punggung menjadi tulang punggung untuk menggapai misi itu. ”Kami berharap lebih. Ada atlet-atlet yunior yang bisa meraih emas,” pungkasnya.

Sampaikan dukungan Anda untuk atlet Indonesia

Pembaca yang budiman, harian Kompas membuka rubrik Surat untuk Atlet, yang berisi pendapat, penyemangat, atau komentar terkait penampilan atlet Indonesia di SEA Games Thailand 2025. Kirimkan komentar singkat Anda, minimal dua kalimat dan maksimal enam kalimat, dengan mengisi kolom di bawah ini. Komentar yang terpilih akan kami muat di harian Kompas saat pelaksanaan SEA Games 2025.


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa, Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Amin Iskandar