Gaza, Ukraina, dan Mati Syahid di Misa Inaugurasi Paus Leo XIV

Potret jalannya misa yang mengawali masa kepausan Leo XIV.

19 Mei 2025 10:51 WIB · Foto

Oleh Ignatius Danu Kusworo

Dalam homili di misa inaugurasinya, Paus Leo XIV menekankan dua kata, ”kasih” dan ”persatuan”.

Leo XIV mengatakan bahwa ia ingin menjadi pelayan bagi umat beriman melalui dua dimensi kepausan, kasih dan persatuan, sehingga gereja dapat menjadi kekuatan perdamaian di dunia. ”Saya ingin agar keinginan besar pertama kita adalah gereja yang bersatu, tanda persatuan dan persekutuan, yang menjadi ragi bagi dunia yang berdamai,” katanya.

”Pada masa ini, kita masih melihat terlalu banyak perselisihan, terlalu banyak luka yang disebabkan oleh kebencian, kekerasan, prasangka, ketakutan akan perbedaan, dan paradigma ekonomi yang mengeksploitasi sumber daya Bumi dan meminggirkan yang termiskin,” paparnya.

Seruan untuk persatuan itu penting mengingat polarisasi dalam Gereja Katolik di Amerika Serikat dan sekitarnya. Paus Fransiskus selama 12 tahun masa kepausannya, yang menekankan kepedulian terhadap orang miskin dan terpinggirkan serta penghinaan terhadap sistem ekonomi kapitalis, sering kali mengasingkan kaum konservatif.

Para kardinal bersiap mengambil tempat dalam Misa Kudus untuk Awal Kepausan Paus Leo XIV, di Alun-alun Santo Petrus, Vatikan, Minggu (18/5/2025). (Geser ke kanan untuk melihat foto lainnya).
Paus Leo XIV menyapa umat dari mobil paus sebelum misa Kudus untuk awal masa kepausannya di Alun-alun Santo Petrus, Vatikan, Minggu  18 Mei 2025.
Patung Santo Petrus memegang kunci di Bernini Colonnade dengan latar belakang umat yang mengikuti misa pelantikan resmi kepausan Paus Leo XIV, di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, Minggu, 18 Mei 2025.
Umat berkumpul saat Paus Leo XIV merayakan Misa untuk pelantikan resmi kepausannya, di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, Minggu, 18 Mei 2025.
Suasana Lapangan Santo Petrus di Vatikan sebelum Misa perdana kepausannya, Minggu, 18 Mei 2025.

Pemilihan Leo XIV pada 8 Mei 2025 lalu, melalui konklaf cepat, menimbulkan harapan baru pada banyak pihak yang selama ini bertentangan dengan pilihan sikap paus sebelumnya.

Penampilan Leo XIV yang mengenakan jubah merah dan stola berhias indah pada 8 Mei 2025 saat muncul dan diperkenalkan pertama kali di Balkon Basilika Santo Petrus sangat berbeda dengan pendahulunya, Paus Fransiskus yang hanya mengenakan jubah putih polos. Pilihan jubah Leo XIV mengisyaratkan kembalinya adat tradisional dalam sejerah kepausan.

Menggantikan Fransiskus yang karismatik tetapi impulsif, kini Leo XIV mengambil alih Gereja yang masih berjuang dan mencoba beradaptasi dengan dunia modern.

Paus Leo XIV dalam tur mobil pausnya di Lapangan Santo Petrus di Vatikan sebelum Misa perdana kepausannya, Minggu, 18 Mei 2025.

Sapaan pembuka

Paus Leo XIV, secara resmi membuka masa kepausannya dengan melakukan tur keliling kota pertamanya dengan mobil paus melalui alun-alun. Hal ini menjadi sebuah ritus peralihan yang sudah berlangsung sejak lama.

Misionaris Agustinian berusia 69 tahun itu tersenyum dan melambaikan tangan dari belakang mobil terbuka kepada orang-orang yang melambaikan bendera AS, Peru, dan bendera nasional lainnya. Ia terlihat beberapa kali berhenti untuk memberkati beberapa bayi di antara kerumunan.

Selama Misa, Leo XIV tampak terisak ketika dua simbol kuat kepausan diletakkan kepadanya: selendang wol domba di bahunya dan cincin nelayan di jarinya. Prosesi itu menjadikan dirinya memikul beban tanggung jawab memimpin gereja yang beranggotakan 1,4 miliar. Ia mengarahkan tangannya untuk melihat cincin itu, lalu mengatupkan kedua tangannya di depan dada sambil berdoa.

Foto yang dirilis Media Vatikan menunjukkan kardinal Filipina Luis Antonio Gokim Tagle meletakkan Cincin Nelayan di jari Paus Leo XIV selama misa Kudus untuk awal masa kepausannya, di alun-alun Santo Petrus di Vatikan.
Paus Leo XIV menerima pallium, atau stola wol domba, simbol kepausan, dari Kardinal Mario Zenari, saat Misa untuk peresmian resmi kepausan Paus Leo XIV, di Lapangan Santo Petrus, di Vatikan, Minggu, 18 Mei 2025.

Cincin nelayan tersebut mengingatkan kita pada bagian Injil di mana Yesus menampakkan diri kepada para rasul setelah kebangkitannya saat mereka menghabiskan malam untuk memancing tanpa hasil.

Ia memberi tahu Petrus untuk melemparkan jala di tempat tertentu, dan jala tersebut dipenuhi dengan banyak ikan besar, beberapa di antaranya kemudian dibagikan oleh para rasul kepada Yesus saat sarapan di tepi danau.

Gambar Petrus dengan jala, yang melambangkan misi penginjilan gereja dan persatuannya, terukir pada cincin tersebut di samping nama paus. Ketika seorang paus meninggal, cincin tersebut disilangkan sehingga tidak dapat lagi digunakan sebagai meterai untuk dokumen kepausan.

Momen penting lainnya yang bersifat simbolis dalam Misa adalah ritus representasional kepatuhan kepada Paus Leo, yang dilakukan oleh para kardinal, uskup, pastor, diakon, biarawati, pasangan suami istri asal Peru, dan dua orang muda.

Menteri budaya Iran Seyed Abbas Saleh Shariata (tengah) hadir dalam Misa pelantikan Paus Leo XIV untuk masa kepausannya di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, Minggu (18/5/2025). (geser ke kanan untuk foto lainnya).
Paus Leo XIV disambut pendeta di akhir Misa untuk pelantikan resmi kepausannya di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, Minggu, 18 Mei 2025.
Paus Leo XIV mengadakan Misa selama pelantikan resmi kepausannya di St Peter's Square. Acara ini dihadiri  para kepala negara, bangsawan, dan umat beriman biasa, Minggu, 18 Mei 2025.
Paus Leo XIV bertemu dengan Kanselir Jerman Friedrich Merz setelah peresmian resmi kepausannya di Vatikan, Minggu, 18 Mei 2025.
Ratu Spanyol Letizia dan Raja Spanyol Felipe VI, Sheikh Saud bin Saqr al Qasimi, Raja Emirat Ras al-Khaimah UEA dan Raja Belgia Philippe - Filip dan Ratu Belgia Mathilde (kiri ke kanan) menghadiri Misa Kudus untuk awal kepausan Paus Leo XIV di alun-alun Santo Petrus, Vatikan pada 18 Mei 2025.
Paus Leo XIV menyapa umat dari mobil paus sebelum misa Kudus untuk awal masa kepausannya di Alun-alun Santo Petrus, Vatikan, Kamis 18 Mei 2025.

Di akhir Misa, Leo XIV menyampaikan harapannya agar ada negosiasi untuk mewujudkan ”perdamaian yang adil dan abadi” di Ukraina dan memanjatkan doa bagi rakyat Gaza—anak-anak, keluarga, dan orangtua yang ”tertimpa kelaparan”, katanya. Namun, Leo XIV tidak menyebutkan tentang mereka yang disandera Hamas dari Israel selatan pada 7 Oktober 2023, seperti yang biasa dilakukan Fransiskus saat berdoa untuk Gaza.

Pengamanan ketat 

Protokol diplomatik yang ketat tampak dalam cara mengatur tempat duduk pada misa pelantikan paus. Amerika Serikat dan Peru mendapatkan tempat duduk di barisan depan berkat kewarganegaraan ganda Leo.

Wakil Presiden JD Vance yang pernah berselisih dengan Fransiskus mengenai rencana deportasi migran massal oleh pemerintahan Trump bergabung dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, yang tiba di Roma lebih awal untuk mencoba memajukan perundingan damai Rusia-Ukraina. Presiden Peru Dina Boluarte adalah salah satu dari sekitar selusin kepala negara yang hadir, serta Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.

Suasana perayaan Misa pelantikan Paus Leo XIV di Vatikan, Minggu, 18 Mei 2025.

Protokol diplomatik juga mengatur tata cara berpakaian: saat sebagian besar mengenakan pakaian hitam, segelintir ratu dan putri Katolik, seperti Letizia dari Spanyol dan Charlene dari Monako, mengenakan pakaian putih sebagai hak istimewa khusus yang diberikan kepada mereka.

Tiga lusin gereja Kristen lainnya di dunia mengirim delegasi mereka sendiri, komunitas Yahudi memiliki delegasi beranggotakan 13 orang, setengahnya adalah rabi bergabung dengan perwakilan lainnya memimpin delegasi Buddha, Muslim, Zoroaster, Hindu, Sikh, dan Jain. Keamanan ketat ini mirip seperti saat pemakaman Fransiskus pada 26 April 2025, yang dihadiri sekitar 250.000 orang. 

Vatikan mengatakan, 200.000 orang hadir pada hari Minggu di alun-alun dan jalan-jalan, taman, dan alun-alun di sekitarnya, tempat layar televisi raksasa dan toilet portabel dipasang untuk menyaksikan misa inaugurasi ini. 

Foto ini diambil dan di selebaran pada 18 Mei 2025 oleh Media Vatikan menunjukkan Paus Leo XIV selama audiensi pribadi dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan istrinya Olena Zelenska di Vatikan.
Foto yanhg dirilis oleh Media Vatikan pada hari Minggu, 18 Mei 2025, menunjukkan Paus Leo XIV mendengarkan Presiden Peru Dina Boluarte di Vatikan.

Audiensi pertama Leo XIV

Paus Leo XIV mengadakan audiensi pribadi pertamanya sebagai pemimpin Katolik pada hari Minggu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Sebelmumya, Paus Leo XIV menyoroti harapan akan perdamaian bagi ”Ukraina yang mati syahid”.

Zelensky yang menghadiri misa pelantikan Leo XIV juga berjabat tangan dengan Wakil Presiden AS JD Vance. Vance adalah salah satu pemimpin dunia terakhir yang bertemu dengan Paus Fransiskus, sehari sebelum meninggal pada 21 April. Secara khusus Vance memberikan penghormatan di makam Paus asal Argentina itu setelah tiba di Roma pada Sabtu (17/5/2025) malam.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy (kiri) bertemu dengan Wakil Presiden AS, JD Vance saat mereka tiba dipelantikan resmi Paus Leo XIV di Vatikan, Minggu, 18 Mei 2025.

Dua kata seperti yang disebutkan dalam pembukaan misa, ”Kasih” dan ”Persatuan,” tampaknya akan menjadi obat mujarab bagi Gaza, Ukraina, serta banyak daerah lain yang masih didera konflik.


Kerabat Kerja

Penulis:

Ignatius Danu Kusworo
 | 

Editor:

Heru Sri Kumoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .