Gejolak Idealisme Hansi Flick

Tak pernah menang atas Atletico sejak menangani Barca memicu gejolak pada idealisme menyerang Flick. Ketajaman lini serang Barca tak berarti di hadapan Atletico.

16 Mar 2025 15:35 WIB · Olahraga

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

MADRID, MINGGU — Hansi Flick boleh saja membanggakan ide sepak bola menyerang yang ia bawa ke Barcelona. Lewat idealisme sepak bola menyerang itu Flick membimbing lini serang Barca kembali ditakuti.

Hanya saja, ketajaman lini serang Barca tidak ada apa-apanya di hadapan Atletico Madrid. Semenjak menangani ”Blaugrana” musim ini, belum sekali pun Flick bisa menundukkan pragmatisme yang diusung Atletico.

Singgasana Barca di puncak klasemen Liga Spanyol terusik seusai direbut Real yang menang atas Villarreal pada laga lainnya. Barca bisa kembali ke puncak klasemen, tetapi harus menundukkan Atletico terlebih dulu di Stadion Metropolitano, Madrid, Senin (17/3/2025) pukul 03.00 WIB.

Tuntutan untuk menang dan merebut kembali puncak klasemen memberikan tekanan cukup besar kepada Flick. Apalagi, pelatih asal Jerman itu belum menemukan formula yang mampu membawanya menaklukkan Atletico sejak menerima tawaran menangani Barca musim ini.

Dalam dua pertemuan kontra Atletico, Barca besutan Flick selalu kerepotan. Pada pertemuan pertama di markas Barca, Atletico sukses menang 2-1. Pertemuan mereka selanjutnya tersaji pada semifinal Piala Raja Spanyol. Pada pertemuan pertama, Barca ditahan imbang 4-4.

Barcelona's Gavi, bottom, grimaces in pain as is helped by teammates Ronald Araujo, left, and Frenkie de Jong during a Champions League opening phase soccer between Barcelona and Atalanta match at the Lluis Companys Olympic stadium in Barcelona, Spain, Wednesday, Jan. 29, 2025. (AP Photo/Emilio Morenatti)

Tidak ayal kegagalan menaklukkan Atletico pada dua kesempatan itu memunculkan gejolak idealisme sepak bola menyerang ala Flick. Ide Flick yang menerapkan garis pertahanan tinggi dan bermain langsung (direct) ternyata bisa dimentahkan oleh Atletico yang cenderung pragmatis.

Barca sejauh ini menjadi tim terproduktif di liga seusai mengoleksi 71 gol. Namun, ketajaman itu tidak pernah membawa mereka menang atas Atletico.

”Kami harus fokus sejak awal hingga peluit akhir berbunyi. Kami telah melawan mereka dua kali dalam pertandingan hebat musim ini. Tetapi, kami harus belajar dari kesalahan kami,” kata Flick dalam konferensi pers menjelang laga, dinukil dari laman Barca.

Di bawah arahan Pelatih Diego Simeone, Atletico menjelma menjadi tim yang sangat solid dalam bertahan musim ini. ”Los Colchoneros” sejauh ini hanya kebobolan 18 gol, paling sedikit di liga. Mereka pun menjadi tim dengan catatan nirbobol terbanyak, yaitu 13 kali.

Pada dua pertemuan musim ini, seluruhnya berlangsung di markas Barca. Itu pun Atletico masih tidak terkalahkan. Tugas Flick menjadi lebih berat saat menghadapi Atletico di markasnya. Musim ini, belum sekali pun Atletico pernah kalah di Metropolitano. Dalam 14 laga kandang, Atletico memetik 10 kemenangan dan empat hasil imbang.

Atletico Madrid's Argentine coach Diego Simeone reacts during the UEFA Champions League, league phase football match between Club Atletico de Madrid and Bayer Leverkusen at the Metropolitano stadium in Madrid on January 21, 2025. (Photo by JAVIER SORIANO / AFP)

Bertahan secara disiplin dan tidak memberikan celah pada ruang antarlini menjadi kunci pertahanan Atletico. Ini juga mereka tunjukkan saat sukses mencetak gol cepat saat melawan Real Madrid di babak 16 besar Liga Champions. Setelah mencetak gol melalui Conor Gallagher, para pemain Atletico menurunkan garis pertahanan untuk berfokus mempertebal pertahanan sembari menciptakan peluang melalui serangan balik.

Pertahanan Atletico sudah mampu diurai Barca saat bermain imbang 4-4 pada semifinal Piala Raja Spanyol. Namun, produktivitas di lini serang tidak diimbangi kerentanan pada pertahanan. Atletico mengeksploitasi kecenderungan Barca bermain dengan garis pertahanan tinggi.

”Kami berusaha mengendalikan permainan dengan menguasai bola dan bermain dengan tenang. Itu akan kami coba lakukan di pertandingan ini. Tapi, kami harus berhati-hati agar mereka tidak mengejutkan kami dengan serangan balik,” kata gelandang Barca, Pedri.

Melupakan kekalahan

Di sisi lain, para pemain Atletico masih belum bisa melupakan kekalahan menyakitkan dari Real. Simeone mengakui adanya perasaan frustrasi dan diperlakukan tidak adil akibat dianulirnya penalti Julian Alvarez. Penyerang Argentina itu dinilai melakukan dua kali sentuhan terhadap bola saat menjadi eksekutor pada babak adu penalti.

Atletico Madrid's Robin Le Normand helps Reinildo Mandava during the Champions League round of 16, second leg, soccer match between Atletico Madrid and Real Madrid at the Metropolitano stadium in Madrid, Spain, Wednesday, March 12, 2025. (AP Photo/Bernat Armangue)

Pertandingan melawan Barca bisa menjadi momen penentu Atletico dalam rangka mengejar trofi liga musim ini. Barca saat ini berada di posisi kedua klasemen dengan 57 poin, unggul satu poin dari Atletico yang telah memainkan satu pertandingan lebih banyak. Jika mampu kembali meraih kemenangan, Atletico bisa unggul dua poin atas Barca sekaligus naik ke peringkat kedua.

”Selalu penting untuk menjaga jarak yang tepat di klasemen seiring berjalannya musim. Bagi kami, pertandingan ini adalah tentang menang dan memperkecil jarak. Jika mereka menang, mereka akan semakin dekat dengan gelar,” kata Simeone.

Dua kemenangan atas Barca musim ini menjadi modal yang sangat baik bagi Atletico. Ini adalah pertama kalinya mereka mampu menang dua kali atas Barca dalam satu musim sejak terakhir kali melakukannya pada musim 2005-2006. (REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto