Gelang Firaun Pun Dicuri

Pencurian benda purbakala di Mesir. Sebuah gelang emas berusia sekitar 3.000 tahun milik salah satu firaun dicuri dari museum.

23 Sep 2025 10:21 WIB · Internasional

Oleh Ignatius Danu Kusworo

Rencana Pemerintah Mesir yang akan memamerkan sekitar 2.500 artefak kuno, termasuk topeng emas untuk pemakaman, peti mati perak, dan permata emas, di Italia menjadi berantakan saat gelang berusia 3.000 tahun milik salah satu firaun dicuri. Gelang ini berhasil dicuri dari Museum Mesir di Kairo dan kemudian dilebur untuk diambil emasnya. Kejadian ini membuat warga Mesir marah. 

Menteri Pariwisata dan Purbakala Mesir Sherif Fathy mengatakan bahwa gelang tersebut dicuri pada 9 September 2025 ketika para pejabat di museum mempersiapkan artefak untuk pameran di Italia. Ia mengatakan, ada unsur kelalaian dalam penerapan prosedur di fasilitas tersebut. Peristiwa ini masih diselidiki pihak berwenang dan kejaksaan. 

Foto tanpa tanggal yang dirilis oleh Kementerian Pariwisata dan Purbakala Mesir ini menunjukkan gelang berusia 3.000 tahun milik seorang firaun, yang dicuri dari Museum Mesir Kairo> Gealng tersebut kemudian dilebur menjadi emas.

Gelang yang berisi manik-manik lapis lazuli itu milik Firaun Amenemope, yang memerintah sekitar 3.000 tahun yang lalu. Pihak berwenang mengatakan, gelang itu diambil dari laboratorium restorasi di museum, kemudian berpindah tangan melalui serangkaian pedagang sebelum dilebur. Menteri Fathy mengatakan, laboratorium tersebut tidak memiliki kamera pemantau (CCTV).

Kementerian Pariwisata dan Purbakala Mesir juga merilis video kamera keamanan yang menunjukkan seorang pemilik toko menerima gelang, menimbangnya, dan kemudian membayar salah satu tersangka. Empat tersangka telah ditangkap, termasuk seorang spesialis restorasi di museum yang mengaku memberikan gelang tersebut kepada seorang kenalan yang memiliki toko perak di Distrik Sayyeda Zainab, Kairo. 

Wisatawan mengunjungi museum Kairo, Mesir, Senin, (11/11/2025).

Gelang itu kemudian diduga dijual kepada pemilik bengkel emas dengan harga sekitar 3.800 dollar AS. Gelang itu akhirnya dijual dengan harga sekitar 4.000 dollar AS kepada seorang pekerja di bengkel emas yang kemudian melebur gelang tersebut untuk membuat perhiasan emas baru. Para tersangka mengakui kejahatannya dan uangnya disita.

Hilangnya harta karun yang telah bertahan selama tiga milenium sangat menyakitkan bagi banyak orang di Mesir. Warga Mesir sangat menghargai warisan kuno bangsa tersebut. Mereka mempertanyakan langkah-langkah keamanan di museum dan menyerukan agar langkah-langkah tersebut diperketat di sekitar harta karun negara. 

Museum Mesir di Kairo saat peresmian proyek "Peluncuran Aplikasi Seluler Interaktif untuk Mempromosikan Barang Antik Mesir" di Kairo, Senin (11/11/2024).

Monica Hanna, seorang arkeolog Mesir terkemuka, menyerukan penangguhan pameran di luar negeri sampai kontrol yang lebih baik diterapkan untuk mengamankan artefak tersebut. Hanna adalah dekan di Akademi Arab untuk Sains, Teknologi, dan Transportasi Maritim. Ia kini mengampanyekan pengembalian artefak Mesir yang dipamerkan di museum-museum di luar negeri.

Firaun Amenemope memerintah Mesir dari Tanis di Delta Nil pada masa dinasti ke-21 Mesir. Nekropolis atau kawasan pemakaman khusus Kerajaan Tanis ditemukan oleh arkeolog Perancis, Pierre Montet, pada tahun 1940. Koleksi nekropolis ini memamerkan sekitar 2.500 artefak kuno, termasuk topeng emas untuk pemakaman, peti mati perak, dan permata emas. Koleksi ini direstorasi pada tahun 2021 bekerja sama dengan Museum Louvre di Paris.

Bingkai kosong yang berisi lukisan Vincent van Gogh yang dikenal dengan judul "Poppy Flowers" dan "Vase with Flowers," yang dicuri dari Museum Mahmoud Khalil di Kairo, Mesir, terlihat tergantung di dinding museum pada hari Minggu, 22 Agustus 2010. Tidak ada alarm dan hanya tujuh dari 43 kamera pengintai yang menyala saat lukisan Vincent van Gogh dicuri, kata jaksa agung Mesir.

Pencurian ini mengingatkan akan peristiwa hilangnya lukisan ”Poppy Flowers” karya Vincent van Gogh. Pada 1977, lukisan itu pertama kali dicuri tetapi berhasil ditemukan tahun 2008 di sebuah tempat yang dirahasialan di Kuwait. Belakangan lukisan itu kembali hilang pada 2010 dari Museum Kairo dan masih hilang hingga kini. (AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Ignatius Danu Kusworo
 | 

Editor:

Demitrius Wisnu Widiantoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan