AUSTRALIA TERBUKA

Gelar Kedua Alwi Farhan dari Turnamen Super 500

Alwi Farhan menjuarai tunggal putra turnamen Australia Terbuka. Adapun Febriana/Meilysa dan Sabar/Reza kalah di final.

14 Jun 2026 17:01 WIB · Olahraga

Humas PP PBSI

Oleh Yulia Sapthiani

SYDNEY, MINGGU — Alwi Farhan mempertahankan performanya yang cukup konsisten selama enam bulan pertama 2026. Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia itu meraih gelar kedua dari turnamen BWF World Tour Super 500 ketika menjuarai Australia Terbuka.

Alwi meraih gelar kedua dari tiga final pada 2026 ketika memenangi final yang berlangsung di Sydney Olympic Park, Australia, Minggu (14/6/2026). Tunggal putra ranking ke-13 dunia itu menang atas atlet China, Dong Tian Yao, dengan skor 21-13-21-13 melalui performa solid dan tanpa banyak kesalahan.

Alwi menghentikan kejutan yang dibuat Dong dengan mengalahkan Anthony Sinisuka Ginting pada babak pertama, lalu unggulan teratas, Chou Tien Chen, pada babak kedua. Di semifinal, Dong menggagalkan terwujudnya final sesama atlet Indonesia setelah mengalahkan Mohammad Zaki Ubaidillah, 21-19, 9-21, 21-18.

Dengan kemenangan tersebut, Alwi mendapat hasil lebih baik dibandingkan dengan perempat final pada Australia Terbuka 2025. Hasil ini menjadi gelar kedua dari tiga final pada tahun ini setelah menjuarai Indonesia Masters, yaitu pada Januari, yang juga berlevel Super 500.

Final lain dicapai di Swiss Terbuka Super 300, tetapi kalah dari Yushi Tanaka. ”Saya bersyukur bisa meraih gelar Super 500 kedua, tapi perjalanan sesungguhnya adalah perjalanan berikutnya,” ujar Alwi.

Alwi Farhan, wakil Indonesia, bertahan dari serangan Dong Tian Yao pada final tunggal putra turnamen bulu tangkis Australia Terbuka 2026 di Sydney Olympic Park, Minggu (14/6/2026). Alwi menjadi juara.

Atlet berusia 21 tahun tersebut menjalani persaingan BWF World Tour secara penuh mulai 2025. Mendapatkan banyak pelajaran dari pengalaman tersebut, terutama saat berhadapan dengan atlet-atlet top dunia, Alwi tampil cukup konsisten pada enam bulan pertama 2026.

Dia kalah pada babak pertama Malaysia Terbuka sebagai turnamen pertama pada tahun ini, Januari, lalu meraih gelar di Indonesia Masters pada bulan yang sama. Pada tur Eropa, Maret, Alwi mencapai perempat final dalam debut di All England Super 1000, lalu menjadi finalis Swiss Terbuka.

Quote

Rasanya sangat senang (juara di Australia) karena beberapa bulan kemarin saya sangat terpukul dengan kejadian di Piala Thomas.

Catatan baik lainnya adalah mencapai semifinal Singapura Terbuka, juga dalam penampilan pertamanya di turnamen Super 750 tersebut. Juara Indonesia Masters dan Australia Terbuka, final Swiss Terbuka, dan semifinal Thailand Masters menjadi bagian dari pencapaian terbaik Alwi di masing-masing turnamen.

Sempat terpuruk

Hasil di Singapura dan Australia Terbuka didapat setelah Alwi merasa terpuruk seusai tampil buruk dalam kejuaraan beregu putra Piala Thomas di Denmark, 24 April-3 Mei. Alwi bermain tiga kali, tetapi hanya sekali menang ketika Indonesia melawan Aljazair pada penyisihan grup. Indonesia tersingkir pada penyisihan grup untuk pertama kalinya.

Alwi Farhan, wakil Indonesia, bermain pada final tunggal putra turnamen bulu tangkis Australia Terbuka 2026 di Sydney Olympic Park, Minggu (14/6/2026). Alwi mengalahkan Dong Tian Yao (China).

”Rasanya sangat senang (juara di Australia) karena beberapa bulan kemarin saya sangat terpukul dengan kejadian di Piala Thomas. Terima kasih buat semua yang sudah mengkritik, mendukung, dan mendoakan,” kata Alwi.

Setelah Piala Thomas, Alwi tampil di Singapura Terbuka, 26-31 Mei, dengan mengalahkan Toma Junior Popov, tunggal putra nomor satu dunia Shi Yu Qi, dan Kodai Naraoka sebelum kalah dari Alex Lanier. Pada pekan berikutnya, dia tampil di Indonesia Terbuka, tetapi kalah pada babak kedua dalam pertandingan tiga gim melawan Jonatan Christie. Maka, Australia Terbuka menjadi turnamen ketiga dalam tiga pekan beruntun bagi Alwi.

”Perjalanan yang tidak mudah dan banyak rintangan yang harus saya temukan. Saya pastikan, saya tidak akan pernah menyerah dan selalu berusaha menjadi lebih baik,” kata juara dunia yunior 2023 tersebut.

Di Australia Terbuka, Alwi memperlihatkan penampilan terbaik di final. Dia tak banyak membuat unforced error, bisa mengontrol permainan, dan sering mengecoh Dong melalui drop shot. Alwi menuturkan, dia mempelajari permainan lawan saat melawan Anthony dan Zaki.

”Saya mengantisipasi supaya tidak kecolongan dalam menyerang. Dia punya postur yang tinggi. Jadi, bola atasnya tajam. Pada gim pertama, saya bisa mengontrol permainan. Sempat ketat di awal gim kedua, tapi saya bisa balik ke pola gim pertama,” tutur Alwi kemudian.

Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, wakil Indonesia, tampil pada final ganda putri turnamen Australia Terbuka di Sydney Olympic Park, Minggu (14/6/2026). Mereka kalah dari Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian (China) 22-24, 13-21.

Setelah ini, Alwi akan fokus pada persaingan tur Asia level tinggi, Jepang dan China Terbuka, pada Juli, lalu bersiap untuk ajang terbesar dalam persaingan individu, Kejuaraan Dunia, di India, 17-23 Agustus. Dia tak tampil di Macau Terbuka, 15-21 Juni, turnamen yang dijuarainya pada 2025.

Alwi menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang juara setelah finalis lainnya kalah dari pemain-pemain China. Pada ganda putri, duta Indonesia lainnya, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, kalah dari Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian, 22-24, 13-21. Adapun ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani dikalahkan Chen Bo Yang/Liu Yi, 15-21, 19-21.

Febriana/Meilysa

Hasil melawan Chen/Zhang menjadi kekalahan kedua beruntun Febriana/Meilysa di final Australia Terbuka setelah dikalahkan rekan mereka, Rachel Alessya Rose/Febi Setianingrum, pada 2025. Tahun ini, Rachel/Febi disingkirkan Chen/Zhang di semifinal.

Ketenangan menjelang poin-poin akhir menjadi kelemahan Febriana/Meilysa dalam final. Mereka unggul jauh dalam skor 11-5 hingga 16-11 pada gim pertama, tetapi selalu tertinggal dalam perebutan poin ketat setelah 18-18.

”Ke depan, kami harus meningkatkan keyakinan dan ketenangan, juga fokus pada poin-poin akhir,” kata Febriana.

Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani, wakil Indonesia, tampil dalam final ganda putra turnamen bulu tangkis Australia Terbuka di Sydney Olympic Park, Minggu (14/6/2026). Sabar/Reza kalah dari Chen Bo Yang/Liu Yi (China).

Sementara Sabar/Reza gagal mempertahankan perfoma baik saat mengalahkan Chen/Liu pada babak kedua Indonesia Terbuka, sepekan sebelum Australia Terbuka. ”Di sini, mereka main tanpa banyak kesalahan dan jauh lebih rapat pertahanannya. Mereka benar-benar jauh lebih baik dari kami,” kata Sabar.

Meskipun kalah, Sabar berharap hasil di Australia Terbuka meningkatkan kepercayaan mereka karena ini menjadi final pertama mereka pada 2026.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra