Ukraina menyasar lima pangkalan udara militer di Rusia. Lebih dari 40 pesawat tempur strategis Rusia rusak dan terbakar.
02 Jun 2025 08:50 WIB · Internasional
KYIV, SENIN — Rusia dan Ukraina dijadwalkan melangsungkan pembicaraan damai kembali di Istanbul, Senin (2/6/2025) ini. Namun, pada Minggu (1/6/2025), kedua negara saling serang dengan menggunakan pesawat nirawak. Sejumlah fasilitas umum, pesawat, dan lapangan udara hancur dalam serangan itu.
Serangan terkoordinasi itu dilakukan oleh unit khusus Ukraina. Operasi tersebut bertajuk ”Jaring Laba-laba”.
Seorang pejabat keamanan Ukraina secara anonim kepada The Associated Press (AP), Minggu kemarin, menjelaskan, Ukraina sudah menyiapkan serangan itu dalam waktu satu setengah tahun. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengawasi langsung persiapan serangan itu.
Sesuai dengan rencana, Ukraina mengangkut pesawat nirawak dengan menggunakan truk kontainer jauh ke dalam wilayah Rusia. Ukraina menyasar pangkalan udara Rusia di kota Belaya, Siberia timur; di Olenya; di Kutub Utara dekat Finlandia; dan di Ivanovo dan Dyagilevo yang terletak di timur Moskwa.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/02/336dc51942f6a46d8d0627e866f14f30-RUSSIA_UKRAINE_CONFLICT_130214383.jpg)
Lebih dari 40 pesawat tempur diserang di pangkalan udara di kota-kota tersebut. Serangan pesawat nirawak Ukraina itu merusak puluhan pesawat militer Rusia yang diperkirakan bernilai tujuh milliar dollar AS pada Minggu siang.
”Sejumlah pesawat yang rusak di antaranya pesawat A-50, pembom Tu-95 dan Tu-22M,” kata pejabat itu.
Pesawat-pesawat itu sebelumnya dipakai Moskwa dałam serangan ke Ukraina. Moskwa menggunakan pesawat pengebom jarak jauh Tupolev Tu-95 dan Tu-22 untuk meluncurkan rudal ke Ukraina. Sementara A-50 digunakan untuk mengoordinasikan target dan mendeteksi pertahanan udara serta rudal berpemandu.
Kementerian Pertahanan Rusia dalam sebuah pernyataan mengonfirmasi serangan tersebut. Melalui pernyataan di Telegram, Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan beberapa pesawat militer terbakar, tetapi tidak ada korban jiwa. Selain itu, beberapa orang sudah ditangkap.
Igor Kobzev, Gubernur Wilayah Irkutsk Rusia, tempat pangkalan udara Belaya berlokasi, mengatakan, ”Serangan tersebut merupakan serangan pertama di Siberia.”
Kobzev meminta penduduk untuk tidak panik. Ia lalu mengunggah sebuah video amatir yang tampaknya memperlihatkan sebuah pesawat tanpa awak terbang di langit dan gumpalan asap abu-abu yang besar.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/02/d545ade4-1344-4c30-8069-ea1ff486af96_jpg.jpg)
Andrey Chibis, Gubernur Wilayah Murmansk, tempat pangkalan Olenya berada, juga mengatakan, pesawat-pesawat tanpa awak Ukraina terbang melintas kepala dan pertahanan udara beroperasi mengantisipasi serangan tersebut.
Serangan Ukraina disebutkan terjadi di lima lapangan udara pada pukul 12.50 waktu setempat. Dijelaskan dalam pernyataan itu, drone FPV merusak pesawat dan memicu kebakaran di pangkalan udara di wilayah Irkutsk yang berlokasi di lebih dari 4.000 kilometer (2.500 mil) dari Ukraina dan di wilayah Murmansk utara Rusia. Namun, Rusia berhasil menggagalkan serangan Ukraina di wilayah Amur di timur jauh Rusia dan di wilayah barat Ivanovo dan Ryazan.
Terpisah, Kepala Komunikasi Angkatan Udara Ukraina Yuriy Ignat menyatakan, di saat yang sama, Rusia juga terus-menerus menyerang Ukraina. Rusia meluncurkan 472 pesawat nirawak. Jumlah tersebut merupakan jumlah terbesar yang diluncurkan sejak invasi penuh Rusia ke Ukraina pada bulan Februari 2022.
Serangan rudal Rusia yang mengarah ke lokasi salah satu unit pelatihan telah menewaskan belasan tentara. ”Hingga pukul 12.50 siang waktu setempat atau 16.50 WIB, 12 orang diketahui telah tewas dan lebih dari 60 orang terluka,” kata Ignat.
Serangan itu menyebabkan Komandan Pasukan Darat Ukraina Mykhailo Drapaty mengumumkan pengunduran dirinya. Ia mengatakan, ia bertanggung jawab atas kematian prajurit tersebut.
Drapatyi dikenal sebagai seorang komandan yang disegani. Di bawah kepemimpinannya, Ukraina merebut kembali wilayah di garis depan timur untuk pertama kalinya sejak serangan balik Kyiv tahun 2022.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/02/f7b01b47-263e-485c-93e6-4a823fca544a_jpg.jpg)
Secara terpisah pada hari Minggu, tentara Rusia mengatakan telah merebut desa lain di wilayah Sumy di utara Ukraina. Hal itu menimbulkan kekhawatiran Kyiv bahwa Moskwa dapat melancarkan serangan darat baru.
Rusia mengklaim sudah merebut beberapa permukiman di wilayah tersebut dalam beberapa minggu terakhir. Rusia juga mengumpulkan lebih dari 50.000 tentara di sisi lain perbatasan. Pihak berwenang di wilayah tersebut telah mengevakuasi lebih dari 200 desa di tengah penembakan yang semakin intensif.
Di Rusia, para pejabat mengatakan, sebuah ledakan merobohkan sebuah jembatan jalan di wilayah Bryansk yang berbatasan dengan Ukraina pada hari Sabtu. Jembatan yang roboh menggagalkan perjalanan kereta penumpang menuju Moskwa dan menewaskan tujuh orang.
Sebuah jembatan kereta api lain di wilayah Kursk juga diledakkan beberapa jam kemudian, pada Minggu dini hari. Ledakan itu menghentikan sebuah kereta barang dan melukai masinisnya.
Pihak berwenang tidak mengatakan siapa yang berada di balik ledakan tersebut, tetapi para penyelidik mengatakan penyelidikan kriminal sedang dilakukan.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/02/818f98b8-6977-425a-9671-cb86670f73cc_jpg.jpg)
Serangan skala besar Ukraina itu terjadi di saat Ukraina bersiap untuk berunding dengan pihak Rusia di Istanbul, Senin ini. Perundingan itu digelar untuk untuk menjajaki prospek gencatan senjata.
Presiden Zelenskyy mengatakan akan mengirim delegasi. Menteri Pertahanan Rustem Umerov memimpin delegasi itu.
Zelensky, meski sebelumnya skeptis dengan keseriusan pihak Rusia, mengatakan, ia telah menetapkan target untuk pertemuan tersebut. Di media sosial, Zelenskyy menyatakan, Ukraina menargetkan gencatan senjata penuh tanpa syarat dan pengembalian tahanan dan anak-anak yang diculik.
Adapun Rusia mengatakan, Rusia sudah merumuskan persyaratan perdamaian versi Moskwa. Namun, Kremlin menolak untuk mengungkapkannya terlebih dahulu. Presiden Rusia Vladimir Putin juga mengesampingkan usulan Turki agar pertemuan tersebut diadakan di tingkat pemimpin.
Kantor berita Rusia mengatakan, delegasi Rusia sudah menuju Istanbul pada hari Minggu untuk perundingan tersebut. Serangan intensif yang dilancarkan masing-masing pihak terjadi saat Kyiv dan Moskwa berusaha memperlihatkan bahwa mereka datang dari posisi yang kuat. (AP/AFP/REUTERS)
Penulis:
Helena Fransisca NababanEditor:
Bonifasius Josie Susilo HPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .