Gelondongan Kayu Kucilkan Kampung Menanggeni

Banjir bandang akibat meluapnya Sungai Tamiang yang membawa ribuan gelondongan kayu menyebabkan Kampung Menanggeni di Aceh Tamiang masih terisolasi.

07 Des 2025 08:00 WIB · Lingkungan

KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO

Oleh Totok Wijayanto

Warga Kampung Menanggeni, Desa Tanjung Karang, Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, segera membawa kardus-kardus berisi barang bantuan dari donatur yang diantar dengan menggunakan angkutan bak terbuka. Secara bergantian dan hati-hati mereka meniti kayu yang saling bertumpuk sehingga membentuk ketinggian sekitar 1 meter. Tumpukan kayu itulah yang menyebabkan perjalanan truk harus terhenti jauh dari pintu masuk kampung.

Kayu gelondongan menumpuk di kawasan Pondok Pesantren Darul Mukhlishin di Desa Tanjung Karang, Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (6/12/2025). Gelondongan kayu tersebut terbawa saat Sungai Tamiang meluap pada pekan lalu. Berdasakan data terkini BNPB, bencana ekologis di Pulau sumatera ini elah menelan korban 914 jiwa dan 389 orang masih dinyatakan hilang.

Banjir bandang akibat meluapnya Sungai Tamiang yang terjadi pada Rabu (26/11/2025) menjadikan kawasan Aceh Tamiang porak-poranda, tak terkecuali kampung Menanggeni ini. Selama lima hari pertama banjir, Menanggeni sempat terkucil karena tinggi banjir minimal 2 meter.

Banjir membuat hampir semua warga kampung mengungsi ke pesantren yang dianggap menjadi tempat paling aman. ”Ada lebih dari 100 keluarga yang mengungsi ke lantai dua pesantren, karena lantai satunya sudah penuh air. Kami bertahan selama lima hari hingga air surut,” ujar Hasnawi (40).

Warga Menanggini, Desa Tanjung Karang, Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, bergotong royong membawa bantuan bahan pangan untuk dibawa ke kampungnya, Sabtu (6/12/2025). Hingga sekarang, kampung mereka masih terisolir akibatnya lingkungannya tertutup lautan gelondongan kayu yang terbawa arus saat banjir bandang Sungai Tamiang pekan lalu. Untuk mencapai tujuan, mereka harus berjalan di atas kayu sejauh sekitar 300 meter.
Warga Menanggini, Desa Tanjung Karang, Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, harus berjalan di atas gelondongan kayu untuk kembali ke kampungnya, Sabtu (6/12/2025).
Warga Menanggini, Desa Tanjung Karang, Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, kembali ke kampungnya setelah mendapatkan bantuan bahan pangan, Sabtu (6/12/2025). Untuk mencapai tujuan, mereka harus berjalan di atas kayu sejauh sekitar 300 meter.
Warga Menanggini, Desa Tanjung Karang, Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, kembali ke kampungnya setelah mendapatkan bantuan bahan pangan, Sabtu (6/12/2025). Hingga sekarang, kampung mereka masih terisolir akibatnya lingkungannya tertutup lautan gelondongan kayu yang terbawa arus saat banjir bandang Sungai Tamiang pekan lalu. Untuk mencapai tujuan, mereka harus berjalan di atas kayu sejauh sekitar 300 meter.
Warga Menanggini, Desa Tanjung Karang, Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, kembali ke kampungnya setelah mendapatkan bantuan bahan pangan, Sabtu (6/12/2025). Hingga sekarang, kampung mereka masih terisolir akibatnya lingkungannya tertutup lautan gelondongan kayu yang terbawa arus saat banjir bandang Sungai Tamiang pekan lalu. Untuk mencapai tujuan, mereka harus berjalan di atas kayu sejauh sekitar 300 meter.
Warga Menanggini, Desa Tanjung Karang, Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, kembali ke kampungnya setelah mendapatkan bantuan bahan pangan, Sabtu (6/12/2025). Hingga sekarang, kampung mereka masih terisolir akibatnya lingkungannya tertutup lautan gelondongan kayu yang terbawa arus saat banjir bandang Sungai Tamiang pekan lalu.

Setelah air surut, perjuangan untuk mencari bantuan belum usai karena lautan gelondongan kayu menutup jalan keluar kampung sepanjang sekitar 300 meter. Warga harus ekstrahati-hati saat berjalan di atas kayu gelondongan yang masih basah. Kayu tersebut berukuran besar, tetapi licin sehingga mudah membuat terpeleset.

Prajurit Batalyon Infanteri 111/Karma Bhakti mengoperasikan eksavator untuk memindahkan lautan gelondongan kayu yang telah mengisolasi Kampung Menanggini, Desa Tanjung Karang, Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, dengan daerah luar, Sabtu (6/12/2025).
Gelondongan kayu tersebut terbawa banjir bandang Sungai Tamiang.

Agar akses satu-satunya menuju Menanggeni segera terbuka, sejak tiga hari yang lalu prajurit Bataliyon Infanteri 111/Karma Bhakti menggunakan ekskavator untuk memindahkan kayu-kayu yang menghalangi jalan. Walaupun saat ini belum selesai, cara itu menyimpan asa akses jalan dapat terbuka sesegera mungkin.

Anak-anak Kampung Menanggini, Desa Tanjung Karang, Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, melihat ekskavator yang sedang berusaha membuka akses ke kampung mereka, Sabtu (6/12/2025). Menanggini terisolir akibatnya lingkungannya tertutup lautan gelondongan kayu yang terbawa saat banjir bandang Sungai Tamiang pekan lalu. Untuk mencapai tujuan, warga harus berjalan di atas kayu sejauh sekitar 300 meter.

 


Kerabat Kerja

Penulis:

Totok Wijayanto
 | 

Editor:

Iwan Setiyawan
 | 

Penyelaras Bahasa:

Galih Rudanto