Gemilang di Bali, Pemanjat Kadek Asih Kembali Diikutkan Piala Dunia

Kadek Adi Asih, peraih perunggu seri Piala Dunia Panjat Tebing 2025 Bali, akan kembali bersaing di level elite. Dia bagian 10 atlet yang dikirim ke Krakow, Polandia.

04 Jul 2025 16:09 WIB · Olahraga

Oleh Rebiyyah Salasah

JAKARTA, KOMPAS — Pemanjat tebing muda Indonesia yang gemilang di seri Piala Dunia 2025 Bali, Kadek Adi Asih, mendapatkan kesempatan untuk kembali berlaga di dua seri lainnya. Bersama Antasyafi Robby Al Hilmi, yang juga masih berusia muda, Asih akan mendapatkan jam terbang dan pengalaman bersaing di level elite.

Pemanjat disiplin speed Indonesia, Kadek Adi Asih, akan kembali mencicipi perlombaan seri Piala Dunia Panjat Tebing 2025 setelah meraih medali perunggu di Bali pada Mei 2025. Asih bersama sembilan pemanjat speed Indonesia lainnya bakal berlomba di seri Piala Dunia Krakow, Polandia, 5-6 Juli, dan Chamonix, Perancis, 11-13 Juli. 

Selain Asih (18), pemanjat seusianya yang diikutkan lagi seri Piala Dunia adalah Antasyafi Robby Al Hilmi. Keduanya menunjukkan penampilan gemilang pada debut mereka di seri Bali pada Mei lalu. 

Asih sukses merebut medali perunggu setelah memenangi duel small final dengan pemanjat Korea Selatan, Jimin Jeong. Pemanjat tebing asal Buleleng, Bali, ini jadi atlet putri debutan yang langkahnya paling jauh di seri tersebut. 

Pemanjat tebing disiplin speed Indonesia, Kadek Adi Asih, menangis setelah memenangi perlombaan dengan pemanjat Korea Selatan, Jimin Jeong, pada babak small final atau perebutan medali perunggu pada seri Piala Dunia Panjat Tebing 2025 Bali di Pulau Peninsula kawasan Nusa Dua, Badung, Sabtu (3/5/2025).

Adapun Robby menjadi bagian dari empat pemanjat putra Indonesia yang melaju ke putaran final setelah finis ke-13 pada babak kualifikasi. Robby menjadi satu-satunya debutan dari Indonesia yang bisa melaju ke putaran final. 

Baik Asih maupun Robby merupakan wajah baru di pemusatan latihan nasional. Mereka baru bergabung pada awal tahun ini. 

Meski demikian, Asih sebelumnya pernah diundang ke pelatnas untuk jadi sparring partner. Sementara itu, Robby, yang sebelumnya merupakan atlet Cibubur Youth Athlete Training Center, kerap berlatih di tempat yang sama dengan atlet pelatnas di Hotel Santika Premier Kota Harapan Indah, Bekasi, Jawa Barat. 

”Asih dan Robby diikutkan untuk menambah jam terbang. Jika dilihat dari catatan waktu, memang masih bisa bersaing. Akan tetapi, belum berada di level elite sehingga masih butuh banyak jam terbang,” tutur Hendra Basir yang sudah berada di Krakow saat dihubungi dari Jakarta, Jumat (4/7/2025). 

Tim panjat tebing Indonesia disiplin speed berfoto sebelum berangkat ke Krakow, Polandia, untuk mengikuti seri Piala Dunia Panjat Tebing 2025, 5-6 Juli.

Pada sektor putri, Asih ditemani sesama pemanjat Bali, yakni Desak Made Rita Kusuma Dewi. Selain itu, ada pula Susan Hidayah, Puja Lestari, dan Amanda Narda Mutia. 

Sementara pada kategori putra, selain Robby, ada peraih medali emas Olimpiade Paris 2024, yakni Veddriq Leonardo, dan peraih medali emas di seri Piala Dunia Panjat 2025 Denver, Amerika Serikat, Kiromal Katibin. Alfian Muhammad Fajri dan Raharjati Nursamsa juga ikut berlomba di Krakow dan Chamonix. 

Hendra mengatakan, disiplin speed memang tengah berada pada fase cooling down tahun ini setelah menjalani tahun yang sibuk pada 2024. Namun, fase ini tidak berarti mereka tidak ikut kompetisi. Apalagi, Krakow dan Chamonix menjadi bagian dari tiga seri terakhir Piala Dunia tahun ini. 

Para atlet berangkat kompetisi untuk tetap menjaga sentuhan mereka. Tak hanya itu, partisipasi di seri Piala Dunia juga untuk menjaga agar kuota atlet pada seri tahun depan tidak berkurang. 

Pemanjat disiplin lead Indonesia, M Rizky Syahrafli Simatupang, tampil pada babak final seri Piala Dunia Panjat Tebing 2025 Bali di Pulau Peninsula kawasan Nusa Dua, Badung, Bali, Minggu (4/5/2025) malam.

Berdasarkan aturan IFSC, setiap negara akan mendapatkan kuota tambahan untuk seri Piala Dunia jika memiliki atlet pada peringkat antara 1 dan 40 dalam ranking dunia yang relevan pada akhir tahun. Apabila suatu negara punya lebih dari empat atlet yang menempati peringkat 1-40, negara tersebut akan mendapatkan tambahan empat kuota.

”Cuma, ya, yang ditekankan adalah enjoy saja dalam perlombaan. Tidak ada target apa-apa. Yang penting, paling tidak, mengamankan kuota untuk tahun depan, mudah-mudahan bisa bertahan di tiga besar,” ujar Hendra. 

Selain disiplin speed, Indonesia mengirim atlet disiplin lead untuk seri Piala Dunia di Chamonix. Pada sektor putra, Indonesia diperkuat Muhammad Rizky Simatupang dan Musauwir. Sementara itu pada sektor putri, ada Sukma Lintang Cahyani. 

Uji coba pemanjat yunior

Tak cuma pemanjat senior yang berkompetisi, para pemanjat yunior juga dikirimkan ke kejuaraan, yakni ASEAN Championship 2025 di Putrajaya, Malaysia, 4-6 Juli. Indonesia diperkuat lima atlet yang akan berlomba pada disiplin boulder dan lead. Mereka adalah Muhammad Ramzi Firmansyah, Mahesa Caesar, dan Ardana Cikal Damarwulan pada sektor putra, serta Alma Ariella Tsany dan Nur Ismatul Sakdia pada kategori putri. 

Pengiriman lima atlet ini menjadi bagian dari program uji coba dan persiapan penting menjelang SEA Games Thailand 2025. Selain itu, upaya ini juga dilakukan untuk menggenjot performa atlet lead, sejalan dengan target ambisius Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) untuk meloloskan atlet pada disiplin ini ke Olimpiade Los Angeles 2028.

Atlet panjat tebing Indonesia disiplin lead, M Ramzi Firmansyah (kiri) dan Alma Ariella, berlatih di pemusatan latihan nasional panjat tebing di halaman parkir Hotel Santika Kota Harapan Indah, Bekasi, Sabtu (19/4/2025).

”Pengiriman atlet ke Krakow dan Chamonix serta ke Malaysia merupakan keseriusan kami dalam membangun kekuatan Indonesia, terutama disiplin lead dan boulder. Ini juga selaras dengan target utama kami agar atlet disiplin lead lolos kualifikasi ke Olimpiade Los Angeles 2028,” tutur Pristiawan.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

FX Sukoto