Gempa Bumi 6,9 SR Melanda Filipina

Potret awal gempa bumi di Cebu, Filipina.

01 Okt 2025 11:50 WIB · Internasional

Oleh Ignatius Danu Kusworo

Belasan korban tewas akibat gempa bumi berjajar dalam kantong mayat di luar rumah sakit Provinsi Cebu, Kota Bogo, Filipina, Selasa (30/9/2025) malam. Ratusan warga yang selamat juga berkerumun tak jauh dari rumah sakit itu. Sementara mobil ambulans hilir mudik menurunkan korban untuk mendapatkan perawatan.

Gempa bumi di lepas pantai telah merobohkan dinding rumah dan bangunan pada Selasa malam di provinsi Filipina tengah. Gempa berkekuatan 6,9 skala Richter itu menewaskan sedikitnya 31 orang. Dalam kegelapan malam, penduduk berlarian keluar rumah dan mencari tempat aman. Aliran listrik di sejumlah wilayah terputus akibat gempa ini.

Warga berkumpul di luar gedung kantor setelah gempa bumi di Cebu di Filipina tengah pada Selasa (30/8/2025).

Pusat gempa bumi, yang dipicu oleh pergerakan patahan lokal pada kedalaman 5 kilometer, berada sekitar 19 kilometer timur laut Bogo, kota pesisir berpenduduk sekitar 90.000 orang di Provinsi Cebu.

Jumlah korban tewas di Bogo diperkirakan akan meningkat. Para pekerja sedang berusaha mengerahkan ekskavator untuk mempercepat upaya pencarian dan penyelamatan di desa pegunungan yang terdampak tanah longsor dan bongkahan batu.

Setidaknya 12 orang tewas ketika mereka tertimpa langit-langit dan dinding rumah yang runtuh, beberapa saat sedang tidur, di kota Medellin dekat Bogo, seperti dilaporkan Gemma Villamor, yang mengepalai kantor mitigasi bencana kota, kepada AP. Gempa juga merusak jalan di kota itu.

Kendaraan bermanuver melewati bagian jalan yang rusak di Kota Bogo pada Rabu (1/10/2025).
Para pengendara melewati celah di sepanjang jalan raya utama di Kota Tabogon, Provinsi Cebu, Filipina tengah, pada 1 Oktober 2025. Gempa berkekuatan 6,9 melanda lepas pantai Filipina tengah, menghancurkan bangunan dan menewaskan sedikitnya 69 orang di Pulau Cebu,
Ratusan penduduk berkumpul di luar gedung setelah gempa bumi di Cebu di Filipina tengah pada Selasa (30/9/2025).
Warga berkumpul di luar gedung kantor mereka setelah gempa bumi di Cebu di Filipina tengah pada Selasa (30/9/2025).
Warga melihat bangunan yang runtuh di Kota Bogo, Provinsi Cebu, Filipina Rabu (1/10/2025).

Ratusan warga yang ketakutan berkumpul dalam kegelapan di lapangan rumput dekat stasiun pemadam kebakaran dan menolak untuk pulang beberapa jam setelah gempa bumi melanda Bogo. Beberapa bangunan tampak rusak parah, sementara jalan aspal dan beton yang mereka lewati retak parah. Sebuah gereja Katolik tua di kota Daanbantayan dekat Bogo juga rusak.

Gubernur Cebu Pamela Baricuatro mengatakan, tingkat kerusakan dan korban luka di Bogo dan kota-kota sekitarnya di wilayah utara provinsi tersebut baru akan diketahui siang hari. ”Keadaannya bisa lebih buruk dari yang kita perkirakan,” ujarnya dalam pesan video yang diunggah di Facebook.

Pasien mendapat perawatan di luar rumah sakit Provinsi Cebu, Kota Bogo, setelah gempa bumi yang kuat melanda Kota Bogo, Provinsi Cebu, Filipina tengah, pada Rabu (1/10/2025).
Petugas medis menempatkan seorang penduduk ke dalam ambulans di Kota Cebu, Filipina tengah, pada  Selasa (30/9/2025).
Kerusakan di gereja Keuskupan Agung Santa Rosa de Lima di Kota Cebu seusai dilanda gempa, Selasa (30/9/2025).Gempa bumi lepas pantai yang kuat dengan magnitudo awal 6,9 mengguncang Filipina tengah.
Kerusakan di bangunan gereja Keuskupan Agung Santa Rosa de Lima di Kota Cebu, Selasa (30/9/2025).
Mayat korban gempa tergeletak di luar Rumah Sakit Provinsi Cebu, Kota Bogo, setelah gempa bumi yang kuat melanda Kota Bogo, Provinsi Cebu, Filipina tengah, Rabu (1/10/2025).
Gerai McDonald's yang rusak terlihat di Kota Bogo, Provinsi Cebu, Filipina, Rabu (1/10/2025), setelah gempa bumi lepas pantai terjadi pada Selasa malam.
Sebuah mayat di atas tandu di Kota Bogo, Provinsi Cebu, Filipina, Rabu (1/10/2025), setelah gempa bumi lepas pantai terjadi pada Selasa malam.

Sampai siang ini, korban meninggal telah mencapai 69 orang. Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina sempat mengeluarkan peringatan tsunami dan menyarankan masyarakat untuk menjauh dari garis pantai di Cebu dan provinsi terdekat Leyte dan Biliran karena kemungkinan gelombang hingga 1 meter. (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Ignatius Danu Kusworo
 | 

Editor:

Iwan Setiyawan
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji