Lokasi gempa Tibet berada di perbatasan Nepal di dekat Puncak Everest. Suhu dingin minus 8 derajat celsius membuat puluhan ribu korban semakin menderita.
07 Jan 2025 15:30 WIB · Internasional
Catatan editor:
Berita ini terus diperbarui seiring perkembangan peristiwa yang terjadi
TIBET, SELASA — Gempa bermagnitudo 6,8 mengguncang Tibet, China, Selasa (7/1/2025). Sedikitnya 95 orang dilaporkan meninggal dan puluhan orang terperangkap bangunan yang runtuh. Gempa juga dirasakan hingga ke ibu kota Nepal, Kathmandu, yang berjarak sekitar 40 kilometer dari pusat gempa.
Jumlah korban tewas sebelumnya dilaporkan 53 orang. Korban tewas diperkirakan terus bertambah.
Lokasi gempa hanya berjarak sekitar 20 kilometer dari Sagarmatha atau Everest, puncak gunung tertinggi di dunia yang terletak di antara China dan Nepal. Guncangan gempa juga dirasakan hingga Negara Bagian Bihar di India, sekitar 150 kilometer di selatan episentrum gempa.
Stasiun televisi China, CCTV, menayangkan gambar deretan rumah hancur dan tembok roboh di Distrik Xigaze (Shigatse), Provinsi Tibet. Daerah terdampak gempa itu berada di ketinggian 4.300 meter di atas permukaan laut.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/07/8df838a9cd08f28ce910556a3d79b8a9-AP25007186050458.jpg)
Tim Tanggap Bencana China menjelajahi reruntuhan bangunan untuk mencari korban. Sesama warga juga terlihat membantu membagikan selimut untuk menghangatkan badan korban. Saat gempa terjadi, tercatat suhu minus 8 derajat celsius. Suhu di lokasi gempa saat malam diperkirakan turun hingga minus 18 derajat celsius, menurut Badan Meteorologi China.
Aneka potongan rekaman kamera pengaman yang ditayangkan stasiun berita CCTV memperlihatkan warga berlarian di antara rak toko yang terguncang hebat akibat gempa. Beraneka benda besar dan kecil berjatuhan ke lantai toko.
Di kota Lhatse yang berjarak 30 kilometer di utara pusat gempa, sederet restoran terlihat runtuh di bagian depan.
Gempa dahsyat yang terjadi pukul 09.05 itu menghantam Distrik Dingri yang berbatasan langsung dengan Nepal. Tingri terletak di sisi utara Gunung Everest. Menurut Pusat Pantauan Gempa China (CENC), gempa berkekuatan magnitudo 6,8. Sementara menurut Pusat Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa bermagnitudo 7,1.
Daerah itu merupakan tempat tumbukan lempeng Eurasia dan lempeng India yang membentuk bentangan Pegunungan Himalaya dan sekitarnya yang terus-menerus menimbulkan gempa bumi.
”Sudah 53 orang ditemukan tewas dan 62 orang terluka hingga Selasa siang ketika gempa menghantam Distrik Dingri di Kota Xigaze di Provinsi Otonom Xizang (Tibet) pada Selasa pagi,” demikian keterangan kantor berita China, Xinhua.
Lebih dari 1.000 rumah mengalami kerusakan ringan hingga berat. ”Distrik Dingri dan sekitarnya mengalami bencana gempa besar dan banyak bangunan di dekat pusat gempa telah hancur,” demikian laporan stasiun televisi CCTV.
Presiden China Xi Jinping pada Selasa pagi memerintahkan misi kemanusiaan besar-besaran untuk mencari dan menyelamatkan sebanyak mungkin korban, merelokasi hunian warga, serta memastikan keselamatan dan kesejahteraan warga selama musim dingin.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/07/4d3fc4a9aab0610aafdc336e74c97c06-000_36T878C.jpg)
Adapun kantor berita Xinhua melaporkan, Pemerintah Provinsi Tibet sedang menelusuri berbagai desa dan kota di wilayah terdampak gempa untuk menilai kerusakan yang terjadi untuk perencanaan perbaikan.
Badan Penanggulangan Bencana China sudah mulai membagikan bantuan seperti tenda kain, selimut tebal, dan berbagai perlengkapan untuk bertahan hidup di dataran tinggi. Diperkirakan ada 62.000 warga yang hidup di daerah terdampak bencana tersebut.
Gempa bumi umum terjadi di dataran tinggi Tibet dan daerah sekitarnya seperti Provinsi Qinghai, Provinsi Sichuan, dan Provinsi Yunnan. Daerah itu merupakan tempat tumbukan lempeng Eurasia dan lempeng India yang membentuk bentangan Pegunungan Himalaya dan sekitarnya yang terus-menerus menimbulkan gempa bumi.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/07/21b38ec3c723d729b4bb289931802162-000_36T92TN.jpg)
Gempa pada Selasa itu yang terkuat dirasakan dalam radius 200 kilometer pada lima tahun terakhir menurut CENC. Kawasan lainnya seperti kota Kathmandu dan Lobuche di Nepal juga terguncang hebat akibat gempa kali ini.
”Guncangan gempa terasa sangat kuat. Warga yang masih tidur pun terjaga,” kata pejabat Wilayah Namche, Nepal, Jagat Prasad Bhusal, yang wilayahnya berada di selatan puncak Sagarmatha (Everest).
Menteri Dalam Negeri Nepal Rishi Ram Tiwari mengatakan, sejauh ini belum dilaporkan adanya korban jiwa atau kerusakan bangunan di sisi Nepal.
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI) di Jakarta menyatakan terus memantau kondisi warga negara Indonesia (WNI) di Nepal. Kemenlu RI memantau adanya kerusakan di Dingri, Tibet, dan mengungsinya penduduk di Kathmandu, Nepal, hingga Negara Bagian Bihar, India.
Saat ini ada sekitar 70 WNI tinggal di Nepal. KBRI Dhaka di Bangladesh telah memantau WNI di Nepal dan terus mencari informasi mengenai kemungkinan WNI pendaki di Pegunungan Himalaya yang terdampak bencana.
KBRI New Delhi, India, belum menerima informasi mengenai WNI terdampak gempa yang dirasakan di beberapa wilayah India.
KBRI Dhaka menyediakan layanan telepon darurat +880161444452 dan WNI di Nepal yang membutuhkan bantuan dapat menghubungi kantor Konsul Kehormatan RI di Nepal di nomor telepon +917669600082.
Pada 2015, hampir 9.000 orang tewas dan 22.000 orang terluka ketika gempa berkekuatan magnitudo 7,8 mengguncang Nepal. Gempa tersebut menghancurkan hampir setengah juta rumah warga.
Adapun di China, gempa pada Desember 2023 menewaskan 148 orang dan membuat ribuan orang kehilangan rumah di Provinsi Gansu dekat Tibet. Itu gempa bumi terburuk di China sejak 2014 ketika 600 orang tewas di Provinsi Yunnan. (AFP/AP)
Penulis:
Iwan SantosaEditor:
Fransisca Romana Ninik W