KERETA API

Banjir Meluas, Banyak Perjalanan Kereta Api Melintasi Cirebon Dibatalkan

Curah hujan tinggi memicu genangan di sejumlah kawasan rel kereta api di Semarang. Kondisi itu berimbas pada perjalanan kereta api yang melintasi Cirebon.

18 Jan 2026 11:51 WIB · Metropolitan

dokumentasi KAI

Oleh Cornelius Helmy Herlambang

BANDUNG, KOMPAS — Sebanyak 28 perjalanan kereta api yang melintasi wilayah Daerah Operasi 3 Cirebon, Jawa Barat, dibatalkan pada Minggu (18/1/2026) per pukul 08.00 WIB. Pembatalan dilakukan karena adanya genangan air di lokasi petak jalan Stasiun Pekalongan-Stasiun Sragi di wilayah Daerah Operasi 4 Semarang.

”Curah hujan tinggi dan genangan air di lintasan menyebabkan sebagian jalur belum dapat dilalui secara aman,” ujar Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 3 Cirebon Muhibbuddin, Minggu.

Akibat kejadian ini, Muhibbuddin mengatakan, KAI melakukan rekayasa pola operasi, termasuk pengalihan rute, pembatasan kecepatan, hingga pembatalan perjalanan. Hal itu dilakukan agar risiko keselamatan dalam perjalanan kereta api dapat dihindari.

Genangan air di lokasi petak jalan Stasiun Pekalongan-Stasiun Sragi di wilayah Daop 4 Semarang, Minggu (18/1/2026). Genangan muncul akibat hujan deras di wilayah itu.

Muhibbuddin memaparkan, ada 28 perjalanan kereta yang melintasi Daop 3 dibatalkan pada Minggu pagi. Perjalanan kereta itu menghubungkan Bandung, Jakarta, Cirebon, Cilacap, Semarang, Tegal, Blitar, hingga Surabaya. Beberapa di antaranya dilayani KA Argo Bromo, Blambangan Ekspres, Brantas, Matarmaja, dan KA Taksaka. 

Selain itu, ada tujuh perjalanan yang diminta memutar untuk menghindari genangan. Perjalanan KA Anggrek, misalnya, memutar via Semarang Tawang-Brumbung-Gundih-Solo Balapan-Kroya-Cirebon. Ada juga KA Jayabaya yang memutar via Cirebon-Kroya-Solo Balapan-Surabaya Gubeng.

Selain pembatalan dan rekayasa perjalanan, Muhibbuddin menyebutkan, petugas prasarana dan sarana KAI tengah memulihkan lintasan hingga menguatkan badan jalan rel. Hal itu dilakukan bersama pemerintah daerah dan instansi lain di lokasi kejadian.

”Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada para pelanggan yang terdampak. Terkait pembatalan, KAI akan memberikan pengembalian bea tiket sebesar 100 persen sesuai ketentuan,” ujarnya. 

Genangan air di lokasi petak jalan Stasiun Pekalongan-Stasiun Sragi di wilayah Daop 4 Semarang, Minggu (18/1/2026). Petugas berupaya memulihkan jalur rel yang terdampak genangan.

Dalam kesempatan yang sama, Muhibbuddin menambahkan, genangan air tidak hanya terjadi Daop 4. Data KAI menyebut, genangan air juga terjadi di beberapa lokasi di wilayah Daop 1 Jakarta.

Beberapa di antaranya di Stasiun Kampung Bandan, Stasiun Jakarta Gudang, Stasiun Jakarta Kota, serta petak jalan antara Stasiun Jakarta Kota dan Stasiun Tanjung Priok.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan curah hujan di wilayah Jabodetabek akan meningkat sepekan ke depan atau hingga 22 Januari 2026. Puncak intensitas hujan diperkirakan terjadi pada 18-20 Januari 2026.

Quote

Curah hujan tinggi dan genangan air di lintasan menyebabkan sebagian jalur belum dapat dilalui secara aman.

Petugas kereta api memastikan lintasan aman dari limpasan air laut di sekitar Jalan RE Martadinata, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (4/12/2025).
Petugas kereta api memastikan lintasan aman dari limpasan air laut di sekitar Jalan RE Martadinata, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (4/12/2025). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini banjir rob yang diprediksi terjadi pada 1 hingga 8 Desember 2025 akibat fenomena pasang maksimum air laut yang bersamaan dengan fenomena Fase Bulan Purnama dan Perigee (Supermoon) sehingga berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum berupa banjir pesisir atau banjir rob di sejumlah wilayah pesisir utara Jakarta. Banjir rob itu diprediksi puncaknya pasang maksimum pada pukul 07.00 hingga 13.00 WIB di sejumlah wilayah, antara lain Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Kalibaru, Muara Angke, Tanjung Priok, dan Kepulauan Seribu.

KOMPAS/AGUS SUSANTO
4-12-2025

Potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, coba ditekan melalui operasi modifikasi cuaca (OMC) dan peringatan risiko aktivitas di luar ruangan.

Terkait potensi itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta menggelar OMC pada 16-20 Januari 2026 untuk mengurangi risiko banjir. OMC digelar BPBD bekerja sama dengan BMKG dan TNI Angkatan Udara.

”OMC merupakan antisipasi potensi banjir dan genangan yang kerap terjadi saat curah hujan tinggi,” ujar Kepala BPBD Jakarta Isnawa Adji, Sabtu.


Kerabat Kerja

Penulis:

Cornelius Helmy Herlambang
 | 

Editor:

Haris Firdaus
 | 

Penyelaras Bahasa:

Priskilia Bintang Cornelia Sitompul