Gol Menit Terakhir Boris Kopitovic Selamatkan Bali United

Gol menit terakhir striker Boris Kopitovic menyelamatkan Bali United dari kekalahan yang sudah di depan mata pada laga pekan pertama BRI Super League.

10 Agt 2025 17:56 WIB · Olahraga

Oleh Prasetyo Eko Prihananto

GIANYAR, KOMPAS — Bali United nyaris dipermalukan tim tamu Persik Kediri pada laga pekan pertama BRI Super League di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Minggu (10/8/2025). Gol menit terakhir yang dicetak oleh striker Boris Kopitovic menyelamatkan tuan rumah pada laga yang berakhir dengan skor 1-1.

Bali United yang menguasai pertandingan tertinggal terlebih dulu lewat gol yang dicetak gelandang Telmo Castanheira menit ke-78. Tuan rumah menciptakan banyak peluang berbahaya, tetapi penyelesaian akhir yang buruk dan penampilan apik kiper Persik, Leonardo Navacchio, membuyarkan harapan tuan rumah.

Peluang emas di antaranya didapat Mirza Mustafić dan Reyner Barusu pada menit ke-47 secara beruntun. Tendangan keras Mustafić berhasil diblok Navacchio yang lantas dikuasai oleh Reyner. Akan tetapi, bola tendangan Reyner masih melenceng tipis di sisi kanan gawang Navacchio.

Reyner kembali memperoleh peluang pada menit ke-54. Lagi-lagi, tendangan kerasnya dari sisi kiri kotak penalti masih melebar. Tiga menit berikutnya, umpan silang Kopitovic dari sayap kanan ke mulut gawang gagal dimanfaatkan oleh Irfan Jaya.

Bali United kalahkan PSIM Yogyakarta

Melalui serangan balik, Persik berhasil mendapatkan peluang dari Ezra Walian menit ke-63. Tendangan keras Ezra dari luar kotak penalti masih bisa ditepis oleh kiper Bali United, Mike Hauptmeijer.

Untuk mempertajam serangan, Pelatih Bali United Johnny Jansen memasukkan striker tim Indonesia U-23 , Jens Raven, pada menit ke-76 menggantikan Mustafić.

Bertubi-tubi menyerang, Castanheira membobol gawang tuan rumah melalui skema bola mati. Castanheira menaklukkan Hauptmeijer dengan sundulan keras menyambut umpan sepak pojok dari Ezra Walian.

Para pemain tuan rumah dibuat frustrasi dengan kecemerlangan Navacchio. Salah satunya pemain pengganti Jens Raven yang tendangan kerasnya dari dalam kotak penalti masih berhasil ditepis Navacchio beberapa menit sebelum laga berakhir.

Upaya tuan rumah baru berhasil pada menit 90+5 setelah lini belakang Persik gagal membuang bola saat kemelut terjadi di depan gawang. Kopitovic pun berhasil membobol gawang tim tamu melalui sundulan yang mengarah ke sisi kiri gawang Navacchio.

Catatan buruk

Arema FC bertekad mengakiri rekor buruk di kandang sendiri saat menjamu PSBS Biak pada laga pekan pertama BRI Super League, Senin (11/8/2025). Dengan materi pemain dan pelatih anyar, ”Singo Edan” tentunya bertekad memetik poin sempurna pada laga perdana musim baru.

Arema kini diasuh pelatih baru, Marcos Santos, yang menggantikan Ze Gomes. Sejumlah pemain baru didatangkan untuk memperkuat skuad, misalnya Yann Motta, Paulinho Mocchelin, dan Matheus Balde.

Pesepak bola Persija Jakarta Arlyansah Abdulmanan (tengah) berebut bola dengan pesepak bola Arema Malang  Bayu Setiawan (kiri) saat laga persahabatan di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta, Sabtu (26/7/2025). Pertandingan yang digelar dalam rangka peluncuran tim dan jersey Persija Jakarta menjelang Super League 2025/206 tersebut dimenangkan Persjia Jakarta dengan skor akhir 3-0. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/nz

Musim lalu, sejumlah stadion digunakan untuk kandang Singo Edan. Kemenangan terakhir Arema di kandang didapat pada 13 Maret 2025 saat menjamu Barito Putera dengan skor 4-2, yang saat itu digelar di Stadion Supriyadi, Blitar.

Namun, setelah itu, Arema selalu gagal mendulang poin penuh pada empat laga kandang berikutnya. Mereka kalah 0-1 dari Madura United dan ditahan imbang 1-1 Persebaya Surabaya pada laga yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta.

Saat kemudian kembali ke markas mereka sesungguhnya, Stadion Kanjuruhan, Malang, performa Arema tidak membaik. Mereka takluk 0-3 dari Persik Kediri dan 0-2 dari Semen Padang, yang memungkasi torehan buruk Arema di Kanjuruhan saat kompetisi masih bernama Liga 1.

Secara total, Arema yang menempati peringkat ke-10 musim lalu mengalami enam kali kekalahan dan lima imbang di kandang sendiri. Singo Edan secara total mengemas 47 poin, dari 13 kali menang, 8 kali imbang, dan 13 kali kalah.


Kerabat Kerja

Penulis:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Didik Durianto