Indonesia mengganti skuad untuk kejuaraan Piala Sudirman. Gregoria Mariska Tunjung diganti karena sakit.
22 Apr 2025 11:10 WIB · Olahraga
JAKARTA, KOMPAS — Menjelang keberangkatan ke China untuk mengikuti kejuaraan bulu tangkis Piala Sudirman, tim Indonesia mengganti salah satu atletnya. Gregoria Mariska Tunjung terpaksa batal memperkuat tim karena sakit.
Sakitnya Gregoria, yang terkena vertigo, diketahui ketika dia tak jadi bermain dalam simulasi pertandingan yang digelar di pelatnas bulu tangkis Cipayung, Jakarta, Senin (21/4/2025). Dalam pertandingan yang mempertemukan sesama atlet tim Piala Sudirman itu, Gregoria digantikan oleh Ester Nurumi Tri Wardoyo untuk melawan Putri Kusuma Wardani.
Simulasi menjadi bagian dari persiapan sebelum tampil di Xiamen, China, pada 27 April hingga 4 Mei. Tim Indonesia, yang akan berangkat pada Kamis, menjadi bagian dari 16 tim peserta.
Persaingan dimulai dari fase penyisihan dalam empat grup dengan format round robin. Indonesia akan bersaing dengan Denmark, India, dan Inggris di Grup D untuk berebut dua posisi teratas sebagai syarat lolos ke perempat final.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/09/cb976caebf11d6a9d6f3374b43e336df-Gregoria5_R32_BAC2025_PBSI_20250409.jpg)
Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Eng Hian di sela acara simulasi mengatakan, Gregoria tak jadi tampil dalam simulasi karena sakit. ”Dia pusing dan muntah-muntah,” katanya.
Pada hari yang sama, Ketua Umum PBSI Fadil Imran mengatakan, Gregoria batal tampil di simulasi karena sakit. ”Kepastian keberangkatannya menunggu rekomendasi dokter,” katanya.
Dengan kondisi Gregoria tersebut, PBSI menghubungi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) pada Senin malam sambil menunggu rekomendasi dari dokter. Komunikasi dengan BWF dilakukan karena pendaftaran nama atlet telah melewati batas akhir, pada 14 April.
PBSI akhirnya memastikan tunggal putri nomor satu Indonesia itu batal memperkuat Indonesia di Piala Sudirman pada Selasa pagi. ”Gregoria Mariska Tunjung batal berangkat ke Piala Sudirman 2025 setelah dinyatakan oleh dokter terkena vertigo. Gregoria harus istirahat total beberapa hari untuk memulihkan kondisinya,” kata Eng Hian.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/21/b8e0f33900fb4c7d39caeafaa7517d7e-20250421ags4.jpg)
Sesuai persetujuan BWF, mantan atlet ganda putra itu melanjutkan, Gregoria digantikan Ester dalam tim. Dengan demikian, sektor tunggal putri diperkuat Putri dan Ester sebagai atlet nomor dua dan tiga Indonesia, di bawah Gregoria.
Putri tampil cukup baik sejak September 2024 setelah istirahat dari turnamen selama dua bulan untuk memperbaiki semua faktor dan menyusun ulang motivasinya. Tahun ini, dia mencapai perempat final Malaysia Terbuka Super 1000, perempat final Indonesia Masters Super 500, serta semifinal Thailand Masters dan Swiss Terbuka Super 300.
Selain hasil, kualitas permainannya pun lebih baik. Atlet berusia 22 tahun itu mengalahkan Gregoria pada babak pertama Malaysia Terbuka dan memaksa pemain-pemain top dunia lain, seperti Chen Yu Fei, Wang Zhi Yi, dan Ratchanok Intanon, bermain tiga gim.
Ester, yang berusia 20 tahun, menunjukkan potensinya sejak yunior ketika menjadi semifinalis Kejuaraan Dunia Yunior pada 2022. Saat naik level, dia menjuarai Indonesia Masters Super 100, menjadi semifinalis Korea Masters Super 300 pada 2023, lalu mencapai final Australia Terbuka Super 500 2024.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/21/370de3343f4b5d3b7e43ba1706cdfd9a-20250421ags5.jpg)
Namun, Ester harus menepi dari turnamen sejak September karena cedera pada tulang kering kaki kiri. Dia baru kembali ke kompetisi pada Maret 2025 di turnamen Ruichang Master Super 100 dan mencapai semifinal. Setelah itu, Ester kalah dari Pusarla V Sindhu pada babak pertama Kejuaraan Asia.
Pelatih tunggal putri Imam Tohari bercerita, dirinya sempat khawatir karena engkel Ester terkilir saat bertanding di Ruichang Master. Kembali dari sana, Ester menjalani terapi.
”Semula, dengan latihan dengan intensitas 70-100 persen, Ester bisa bertahan 2-3 hari. Setelah itu bertambah baik. Dengan latihan pada intensitas sama, dia bisa bertahan dari Senin hingga Sabtu, jadi, aman untuk mengikuti turnamen,” tutur Imam.
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Nur Adji