Gregoria Mariska Tunjung menjadi salah satu wakil Indonesia di turnamen Final BWF World Tour. Dia optimistis bisa melangkah lebih jauh dibandingkan dua edisi lain.
10 Des 2024 20:38 WIB · Olahraga
HANGZHOU, SELASA — Pebulu tangkis Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, lolos untuk ketiga kalinya secara beruntun ke turnamen Final BWF World Tour. Performa cukup baik sepanjang 2024 dan hasil undian membuat peluangnya untuk lolos dari penyisihan grup lebih baik dibandingkan dua partisipasi sebelumnya.
Tiket untuk tampil di Hangzhou, 11-15 Desember, didapat Gregoria berkat posisi ketiga dalam Daftar Ranking Final BWF. Tak seperti pada 2023, Gregoria tak mendapat gelar juara sebelum menjalani Final BWF 2024, tetapi itu bukan berarti performanya menurun.
Atlet berusia 25 tahun tersebut memiliki pengalaman berharga untuk bersaing dengan tujuh tunggal putri lainnya, yaitu perolehan medali perunggu dari Olimpiade Paris 2024. Dalam rentang Oktober-November, penampilannya pun konsisten, kecuali ketika tersingkir pada babak pertama China Masters, 19-24 November.
Dalam tur Eropa, dia mencapai semifinal Arctic Terbuka di Finlandia dan Denmark Terbuka. Setelah itu, Gregoria mencapai final Kumamoto Masters.
Dari sisi performa, kemampuannya bermain ketat melawan tunggal putri terbaik dunia, An Se-young, bisa menjadi ukuran. Pemain Korea Selatan itu mendapat penghargaan dari BWF sebagai pemain putri dan tunggal putri terbaik 2024.
Gregoria bermain tiga gim melawan An pada semifinal Paris 2024 meski akhirnya kalah. Dia mendapat pujian pemerhati bulu tangkis internasional berkat penampilannya itu.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/10/4ffa4c4dae3c44a58b250476e8ebec1c-Gregoria_Latihan2_WTF2024_PBSI_20241210.jpg)
Dari undian, saya menganggap ini lumayan bagus. Namun, saya tidak boleh meremehkan lawan karena semua pemain yang lolos ke sini adalah pemain terbaik.
Pada semifinal Denmark Terbuka, Gregoria mengulang seperti yang dilakukannya di Paris, tetapi kali ini dia dihadang cedera. Cedera paha yang menjalar ke pinggang membuatnya mundur pada gim kedua melawan An.
Pengalaman-pengalaman baiknya menjadi modal berharga tunggal putri peringkat keenam dunia itu untuk bersaing di Hangzhou, sama seperti ketika dia lolos ke Final BWF 2023. Namun, ada satu faktor yang bisa menjadi pembeda perjalanan Gregoria, yaitu hasil undian untuk babak penyisihan grup.
Pada 2024, undian grup tak seberat dua tahun beruntun sebelumnya. Dalam persaingan fase grup 2023, Gregoria harus bersaing dengan dua pemain yang lebih baik darinya, yaitu An dan Tai Tzu Ying, ditambah Kim Ga-eun. Gregoria pun hanya bisa menang atas Kim.
Pada 2022, lawan yang dihadapi bahkan lebih berat, yaitu An, Akane Yamaguchi, dan Chen Yu Fei. Dalam persaingan di ”grup neraka” tersebut, Gregoria memainkan setiap pertandingan dalam tiga gim, menang atas Chen, dan tersingkir karena hanya menempati peringkat terakhir grup.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/10/f82827a9b7428071a519d64f1ed2668d-Gregoria2_Latihan2_WTF2024_PBSI_20241210.jpg)
Tahun ini, Gregoria akan bersaing dengan Wang Zhi Yi, Aya Ohori, dan Busanan Ongbamrungphan di Grup A. Dia terhindar dari An yang kali ini akan bersaing dengan Yamaguchi, Han Yue, dan Supanida Katethong di Grup B. Dalam persaingan dengan format round robin, hanya dua pemain terbaik dari setiap grup yang lolos ke semifinal.
”Dari undian, saya menganggap ini lumayan bagus. Namun, saya tidak boleh meremehkan lawan karena semua pemain yang lolos ke sini adalah pemain terbaik,” ujar Gregoria di Hangzhou, Selasa (10/12/2024).
Selain menjadi bekal, performa baiknya pada dua tahun terakhir justru membuat Gregoria makin waspada. ”Pasti semua lawan sudah mempelajari permainan saya. Jadi, saya tidak boleh kalah dalam adu pola strategi,” kata tunggal putri nomor satu Indonesia itu.
Meski berharap bisa memenangi tiga pertandingan fase grup, Gregoria akan fokus pada tantangan pertama, yaitu melawan Ohori, Rabu. Kedua pemain berbagi dua kemenangan dari empat pertemuan lain. Namun, Gregoria kalah dalam dua pertemuan terakhir, yaitu pada perempat final Asian Games Hangzhou 2022 dan babak kedua Perancis Terbuka 2024.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/10/0a8ace9e49c8c4d64ac0633907f26558-DejanGloria_Latihan2_WTF2024_PBSI_20241210.jpg)
Target membalas kekalahan dari lawan juga akan dibawa Dejan Ferdinansyah/Gloria Emanuelle Widjaja saat melawan Horiko Midorikawa/Natsu Saito pada persaingan ganda campuran Grup B. Dejan/Gloria kalah pada pertemuan babak pertama Kumamoto Masters.
”Kami akan mempelajari lagi permainan lawan. Kalahnya seperti apa di pertemuan sebelumnya, lalu melengkapi dan memperbaiki kekurangan masing-masing,” kata Gloria.
Persiapan terakhir untuk menjalani Final BWF ini dilakukan Dejan/Gloria dan anggota tim Indonesia lainnya dalam latihan di Hangzhou Olympic Sports Centre Gymnasium pada Selasa. Mereka memanfaatkan waktu dua jam untuk mematangkan pola permainan dan adaptasi dengan kondisi lapangan.
Dejan mendapat tambahan motivasi karena Final BWF akan menjadi pengalaman pertama. Adapun Gloria tampil dalam turnamen yang sama pada 2018-2020 bersama Hafiz Faizal, tetapi belum pernah lolos dari penyisihan grup.
”Saya senang dan sangat antusias untuk Final BWF pertama. Persiapan kami baik dan kami akan berdiskusi dengan pelatih untuk menyusun strategi yang tepat,” kata Dejan yang didampingi Vita Marissa sebagai pelatih dari PB Djarum.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/10/f58c4840ab70f4fc654402d31e426a3e-FajarRian_Latihan2_WTF2024_PBSI_20241210.jpg)
Wakil lainnya dari Indonesia, yaitu Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi, akan berhadapan dengan ganda putri peringkat kedua dunia, Lee So-hee/Baek Ha-na, pada hari pembuka turnamen. Adapun dua ganda putra, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan Sabar Karyaman Gutama/Muhammad Reza Pahlevi Isfahani, akan saling berhadapan di Grup B.
Bagi beberapa pemain, Final BWF 2024 menjadi panggung terakhir untuk kemudian meninggalkan persaingan internasional. Salah satu pemain ganda campuran terbaik dunia, Zheng Si Wei, mengumumkan akan gantung raket setelah Final BWF sejak 29 November. Pemain berusia 27 tahun ini ingin fokus pada perannya sebagai ayah dan suami.
”Mungkin berita ini dinilai tiba-tiba oleh penggemar, apalagi saya baru memenangi medali emas Olimpiade. Akan tetapi, apa yang saya umumkan ini adalah bagian dari rencana kehidupan. Saya ingin menyeimbangkan karier dan keluarga. Saya dan istri menanti anak kedua. Jadi, saya ingin fokus pada keluarga,” tutur Zheng yang lolos ke final BWF karena mendapat emas dari Olimpiade Paris 2024.
Zheng akan mengakhiri perjalanannya di arena internasional dengan status sebagai salah satu pemain ganda campuran terbaik dunia. Dia mendapat 32 gelar juara BWF World Tour, dalam rentang 2018-2024, bersama Huang Ya Qiong. Ketika rangkaian turnamen level elite BWF masih bernama Superseries, Zheng mendapat delapan gelar dalam duet bersama Chen Qing Chen.
Zheng/Huang juga mempunyai tiga gelar juara dunia dan sebagai puncaknya meraih medali emas Olimpiade Paris 2024. Emas di Paris tersebut memperbaiki hasil yang didapat di Tokyo 2020 saat dikalahkan sesama pemain China, Wang Yi Lyu/Huang Dong Ping, di final.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/08/03/37e01470-dbef-4c22-9381-e25804e81812_jpg.jpg)
Penampilan di Final BWF menjadi yang ketujuh kali bagi Zheng. Dari enam penampilan sebelumnya, dia menjuarai Final BWF Superseries 2016 dan 2017 (bersama Chen) serta Final BWF World Tour 2019, 2022, dan 2023 (Huang).
Pesaing terberat di Hangzhou akan datang dari rekan senegara, Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin, apalagi Zheng/Huang tak bertanding sejak memenangi emas Paris 2024.
Peraih emas ganda putra Paris 2024, Lee Yang, juga akan berpamitan melalui Final BWF. Lee tak hanya sekali mendapat emas Olimpiade. Bersama Wang Chi Lin, dia pun berdiri di podium tertinggi Olimpiade Tokyo 2020.
Acara perpisahan bagi Lee, seperti disebutkan dalam Taipei Times, telah dilakukan di Taipei Arena seusai turnamen Taiwan Terbuka, 3-8 September. Lee/Wang tersingkir pada babak kedua turnamen tersebut. Setelah itu, Lee absen dari turnamen, sementara Wang berduet dengan Hsiang Chieh Hsiu. Meski demikian, Lee/Wang masih mendapat tempat di Final BWF karena mendapat wildcard berkat emas Olimpiade.
”Saya bangga bisa bertahan dalam persaingan bulu tangkis untuk waktu yang lama. Setiap hari, saya tidur pukul 23.00 dan bangun pukul 07.20. Setiap punya kesempatan untuk mempromosikan bulu tangkis, saya akan membantu,” ujar Lee yang akan mengajar di National Taiwan Sport University.
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Wisnu Aji Dewabrata