Setelah lolos Piala Dunia U-17, mimpi Indonesia meraih trofi Piala Asia U-17. Korea Utara jadi lawan tersengit untuk mencapai trofi kampiun Asia perdana.
13 Apr 2025 17:00 WIB · Olahraga
JEDDAH, MINGGU — Tim Indonesia U-17 sepatutnya sudah melupakan performa apik pada babak penyisihan Piala Asia U-17 2025. Korea Utara yang menjadi lawan pada fase perempat final, Senin (14/4/2025) pukul 21.00 WIB, di Stadion Kota Olahraga Raja Abdullah, Jeddah, Arab Saudi, tidak bisa dipandang sebelah mata.
Korea Utara laksana sebuah anomali dalam perkembangan sepak bola modern. Ketika negara-negara berlomba menunjukkan program dan buah pembinaan usia dini, Korut tetap sunyi.
Tidak ada yang tahu bagaimana tetangga Korea Selatan itu membina sepak bola mereka. Begitu pun nasib kompetisi profesional mereka.
Namun, tim-tim muda Korut membuktikan mereka bukan tim semenjana di peta persaingan Asia. Korut U-23 menembus perempat final Asian Games 2022 lalu. Kemudian, tim putri yunior mereka menjadi juara Piala Dunia U-17 putri 2024 dan Piala Dunia U-20 putri 2024.
Tak ayal, kemampuan Korut lolos ke perempat final Piala Asia U-17 2025 dan Piala Dunia U-17 2025 kian melegitimasi keberhasilan program tersembunyi Korut untuk sepak bola. Dengan bermodal sekali menang dan dua imbang dari fase grup, Korut berpeluang menjadi batu sandungan terbesar Indonesia untuk meraih gelar juara Piala Asia U-17 2025.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/11/1317b81fa5ebb1a50eadcd7d955eb16d-WhatsApp_Image_2025_04_11_at_14.04.06_2.jpeg)
Pelatih Indonesia U-17 Nova Arianto menuturkan, Korut adalah tim kuat. Skuad ”Garuda Muda”, tambahnya, harus tampil tanpa cela untuk memenangi laga demi lolos ke babak semifinal.
”Kami menganalisis kekuatan lawan di perempat final. Kami sudah melakukan persiapan secara maksimal. Semoga pemain bisa melanjutkan performa terbaik mereka,” tutur Nova, Minggu (13/4/2025).
Selain mengejar prestasi terbaik dalam keikutsertaan di Piala Asia U-17, Nova mengatakan, perjalanan di fase gugur Arab Saudi 2025 adalah cara terbaik timnya mempersiapkan diri untuk menghadapi Piala Dunia U-17 2025 di Qatar, November mendatang.
Pasalnya, pada babak gugur Piala Asia U-17, Evandra Florasta dan kawan-kawan akan menghadapi duta-duta Asia di turnamen dunia itu. Selain itu, tekanan laga yang disajikan di pentas Asia tidak bisa disaingi dengan laga-laga ekshibisi yang bakal dijalani demi persiapan tampil di Qatar.
”Kami sudah menghadapi lawan dengan berbagai macam karakter permainan di babak penyisihan. Hal itu sangat penting bagi pemain untuk memetik pengalaman serta mengukur sejauh mana kami bisa bertarung di Piala Asia (U-17) dan Piala Dunia (U-17),” kata Nova.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/11/dd558e49d2f645c524812b9d7f777308-IMG_0035.jpeg)
Jika bisa menembus semifinal, Garuda Muda akan menyamai prestasi pada Piala Asia U-17 1990. Meski berpeluang menjadi tim Indonesia kedua yang tampil di babak empat besar, skuad asuhan Nova tentu lebih baik dari tim edisi 1990.
Hal itu berkaca dari performa dan kuantitas peserta. Pada edisi 1990, Indonesia lolos sebagai peringkat kedua grup yang hanya meraup dua hasil imbang. Peserta turnamen saat itu hanya delapan tim sehingga dua tim terbaik dari tiap-tiap grup langsung tampil di semifinal.
Pada Arab Saudi 2025, Nova membawa Garuda Muda meraih tiga kemenangan di fase grup. Alhasil, jika Zahaby Gholy dan kolega dapat menembus babak empat besar, tentu mereka pantas dianggap sebagai tim terbaik Indonesia di ajang Piala Asia U-17.
Manajer tim Indonesia U-17, Ahmed Zaki Iskandar, memastikan ambisi besar Garuda Muda. Misi mereka tidak terhenti untuk merebut tiket ke Piala Dunia U-17 2025, tetapi juga memburu trofi Piala Asia U-17.
Apabila mampu menjadi kampiun, Nova dan anak asuhannya pantas menorehkan tinta emas sepak bola Indonesia. Mereka bakal mencatatkan diri sebagai tim Indonesia pertama yang meraih prestasi tinggi di turnamen resmi Asia.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/07/b5bf3eec3c62549f4cc6e016076726f5-1000396956.png)
”Setelah meraih target lolos Piala Dunia U-17, fokus utama seluruh tim adalah menuntaskan Piala Asia demi menjadi juara Asia,” ucap Zaki.
Korut tentu bukan lawan yang mudah bagi Indonesia. Setelah tampil selalu menang pada empat pertarungan babak kualifikasi, Korut mengemas lima poin di fase grup babak utama.
Rekor nirkalah itu menunjukkan anak asuhan O Thae-song itu memiliki kualitas mumpuni. Di sisi lain, Korut adalah tim yang paling rutin menembus babak semifinal Piala Asia U-17 sejak pergantian milenium.
Mereka lima kali lolos ke babak empat besar dengan dua edisi meraih gelar juara. Capaian lima kali ke semifinal itu hanya bisa disamai oleh Jepang.
”Pemain sangat senang telah memastikan lolos ke Piala Dunia U-17. Kami telah berlatih dan mempersiapkan diri dalam waktu lama untuk merasakan momen ini,” kata Thae-song.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/05/2d6c65491c9f625520160ada91d9c852-WhatsApp_Image_2025_04_05_at_12.23.28.jpeg)
Korut akan menjalani partisipasi keenam di Piala Dunia U-17 sejak edisi 2004. Prestasi terbaik mereka tercipta pada edisi Peru 2005 dengan menembus babak perempat final.
Lebih lanjut, Thae-song menilai timnya masih harus membenahi lini pertahanan untuk menghadapi Indonesia. Korut kemasukan tiga gol pada laga Grup D, yang tercipta ketika ditahan imbang Iran (1-1) dan Oman (2-2).
”Kami harus memperkuat area (pertahanan) itu di laga selanjutnya. Kami juga berusaha meningkatkan kekuatan dan mengurangi kelemahan kami untuk tampil lebih baik di Piala Dunia,” kata Thae-song.
Pemenang duel Indonesia kontra Korut akan menghadapi pemenang antara Uzbekistan dan Uni Emirat Arab. Duel Uzbekistan menghadapi UEA tersaji d Stadion Kota Olahraga Raja Fahd, Taif, Senin pukul 00.15 WIB.
Pertarungan semifinal lainnya akan mempertemukan pemenang laga Jepang versus Arab Saudi dengan Tajikistan melawan Korea Selatan.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Nanik Dwiastuti