Hadapi Tim Pelapis, Indonesia Ukir Rekor Terburuk 0-6 dari Jepang

Indonesia menelan kekalahan terburuk di markas Jepang, yaitu 0-6. Kekalahan itu menjadi pekerjaan rumah Kluivert untuk berbenah menghadapi putaran keempat.

10 Jun 2025 19:43 WIB · Olahraga

Oleh Yulvianus Harjono

SUITA, SELASA — Indonesia menelan kekalahan terburuk saat melawan Jepang pada laga terakhir penyisihan Grup C putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Kota Suita, Prefektur Osaka, Jepang, Selasa (10/6/2025). Indonesia terlihat kalah kualitas dibandingkan Jepang, tim yang menurunkan sebagian pemain pelapis, dalam kekalahan telak, 0-6, itu.

Laga pekan kesepuluh putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia itu tidak lagi menentukan nasib kedua tim tersebut. Jepang sudah lebih dulu dipastikan menyegel tiket ke babak utama Piala Dunia dengan status juara Grup C. Adapun Indonesia merebut tiket ke putaran keempat seusai mengalahkan China, 1-0, di Jakarta, pekan lalu.

Dengan demikian, laga ini, khususnya bagi Jepang, menjadi kesempatan untuk memberikan menit bermain yang lebih banyak bagi sejumlah pemain pelapis. Maka, Pelatih Jepang Hajime Moriyasu melakukan rotasi dengan menurunkan susunan pemain yang sangat berbeda dibandingkan saat dikalahkan Australia, 0-1, pada Kamis (5/6/2025) lalu.

Untuk posisi kiper, misalnya, Moriyasu memberikan kesempatan kiper pelapis, Keisuke Osako, untuk tampil. Lalu, pada barisan penyerang, Takefusa Kubo menjadi pilihan utama motor serangan, alih-alih Takumi Minamino atau Yuma Suzuki.

Namun, rotasi pemain itu nyaris tidak mengurangi kualitas permainan Jepang, tim nomor satu di Asia yang kini menempati peringkat ke-15 dunia. Sejak menit pertama, Jepang mengambil inisiatif serangan dan konstan menekan pertahanan Indonesia. Mereka bahkan seolah-olah menjadikan laga itu seperti ”latihan” dengan permainan lepas, operan satu-dua sentuhan, dan penyelesaian tajam.

Pemain Jepang, Shunsuke Mito (kanan), menyundul bola saat ditempel pemain Indonesia, Yakob Sayuri, pada laga putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Kota Suita, Prefektur Osaka, Jepang, Selasa (10/6/2025). Indonesia kalah telak pada laga tersebut.

Serangan Jepang, terutama dari sayap, menjadi momok bagi barisan pertahanan Indonesia, khususnya kiper Emil Audero yang harus jatuh-bangun. Meskipun bermain dengan tim ”kedua”, kolektivitas maupun kualitas individual para pemain Jepang tampak jauh di atas tim Garuda. Sebanyak enam gol Jepang dibuat lima pemain berbeda, yaitu Daichi Kamada (2 gol), Kubo, Ryoya Morishita, Shuta Machino, dan mao Hosoya.

Sisi kanan pertahanan Indonesia menjadi salah satu titik lemah dalam laga itu. Serupa Jepang, rotasi pemain juga dilakukan Pelatih Indonesia Patrick Kluivert. Pada barisan bek tengah, Kluivert memasang Mees Hilgers sejak menit pertama untuk melengkapi trio palang pintu pertahanan bersama Jay Idzes dan Justin Hubner.

Tampilnya Hilgers sebagai pemain mula tidak lepas dari absennya bek andalan, Rizky Ridho, yang mengalami masalah hamstring saat berlatih. Pada posisi sayap kiri, Kluivert juga memberikan kejutan dengan lebih memilih memasang Beckham Putra ketimbang Marselino Ferdinan atau Ricky Kambuaya dalam susunan pemain mula.

Perubahan besar juga terjadi di sayap kanan. Dean James lebih dipilih ketimbang Egy Maulana Vikri. Perubahan itu tampak kurang efektif karena Indonesia nyaris tidak mampu memberikan ancaman pada babak pertama.

Menjelang akhir babak pertama dan pada awal babak kedua, Kluivert memasukkan Ferdinan dan Kambuaya. Namun, pergantian pemain itu tidak memberikan banyak perubahan. Garuda kesulitan mengembangkan permainan.

Penyerang Jepang, Takefusa Kubo, merayakan golnya ke gawang Indonesia pada laga putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Kota Suita, Prefektur Osaka, Jepang, Selasa (10/6/2025). Indonesia kalah telak pada laga tersebut.

Kalah statistik

Secara statistik, Indonesia pun kalah telak. Indonesia tak mampu membuat satu pun tembakan ke gawang lawan. Sementara Jepang membuat total 11 tembakan tepat ke gawang. Penguasaan bola pun jauh didominasi Jepang, yaitu 71 berbanding 29 persen.

Kekalahan di Stadion Kota Suita itu memperpanjang rekor buruk Indonesia saat menghadapi tuan rumah. Tim Garuda kini mencatatkan total empat kekalahan dan tanpa satu pun gol dari empat pertemuan melawan tuan rumah di Jepang sejak 1979 silam. Indonesia kebobolan total 18 gol dari empat duel tersebut.

Selain itu, kekalahan itu juga menjadi yang terburuk yang diderita Indonesia di Jepang. Skor itu melampaui rekor sebelumnya, yaitu takluk 0-5, pada laga kualifikasi Piala Dunia 1990. Kekalahan telak itu juga melengkapi inferioritas Indonesia di hadapan Jepang. Pada duel sebelumnya di Senayan, Jakarta, Indonesia kalah 0-4.

Kekalahan telak itu juga mencoreng rapor Kluivert bersama tim Garuda. Untuk kali kedua, ia tak berdaya mengangkat performa Indonesia menghadapi tim yang kualitasnya lebih bagus. Sebelumnya, skuad Indonesia asuhan Kluivert juga dipermalukan Australia, 1-5, pada laga di Sydney, 20 Maret 2025 lalu. Laga itu sekaligus menandai debut Kluivert bersama tim Garuda.

Dengan demikian, Kluivert masih memiliki banyak pekerjaan rumah untuk meningkatkan kualitas permainan Indonesia pada putaran keempat kualifikasi. Indonesia berpeluang bertemu lawan-lawan tangguh sekaligus tim tradisional di Asia, seperti Irak, Qatar, dan Uni Emirat Arab.

Infografik Olahraga Perbandingan Kondisi Timnas Sepakbola Indonesia dan Jepang

Laga putaran keempat yang diikuti enam tim itu akan digelar terpusat pada 8-14 Oktober mendatang. Hanya dua tim, masing-masing juara grup, yang berhak mendapatkan tiket langsung ke babak utama.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulvianus Harjono
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Rosdiana Sitompul