Hadiri Pertemuan Dunia Bahas Hak Anak, Puan: Selaras dengan Perjuangan DPR

Ketua DPR Puan Maharani mendukung inisiasi Paus Fransiskus menggelar pertemuan dunia untuk membahas pemenuhan hak-hak anak.

01 Feb 2025 18:10 WIB · Politik & Hukum

Oleh Anita Yossihara dari Roma Italia

ROMA, KOMPAS — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Puan Maharani berkunjung ke Roma, Italia, untuk menghadiri pertemuan pemimpin dan tokoh dunia guna membahas soal pemenuhan hak-hak anak. Puan hadir untuk mendukung inisiasi pertemuan tersebut karena tema yang dibahas juga selaras dengan apa yang selama ini diperjuangkan oleh DPR.

Puan tiba di Roma pada Jumat (31/12025) malam bersama Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri. Megawati juga berada di Roma untuk memenuhi undangan Paus Fransiskus menghadiri World Leaders Summit on Children’s Rights.

Kedatangan mereka disambut oleh Duta Besar RI untuk Takhta Suci Vatikan Michael Trias Kuncahyono dan Wakil Duta Besar RI untuk Italia Tika Wihanasari.

”Saya datang memenuhi undangan Paus Fransiskus karena 3 Februari nanti perwakilan negara-negara berkumpul di Vatican City menghadiri World Leaders Summit on Children’s Rights,” kata Puan, Sabtu (1/2/2025).

Quote

Tema konferensi ini sangat sesuai dengan situasi nyata di lapangan. Karena anak-anak di seluruh dunia terus menghadapi ancaman serius terhadap hak-hak mereka.

Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri didampingi putra-putrinya, Puan Maharani dan Prananda Prabowo, berfoto usai menyalurkan hak suaranya di TPS 024, Kebagusan, Jakarta Selatan, Rabu (27/11/2024).

World Leaders Summit on Children’s Rights akan dibuka oleh Paus Fransiskus di Istana Apostolik, Vatikan. Pertemuan digelar untuk merespons sejumlah persoalan yang dihadapi anak-anak, seperti keterbatasan akses pendidikan, kemiskinan, kekerasan, dan eksploitasi anak. Pertemuan juga akan membahas solusi untuk memenuhi hak-hak anak.

Puan yang diundang sebagai ketua parlemen Indonesia memuji Paus Fransiskus atas inisiatifnya menggelar pertemuan dunia untuk membahas hak anak itu.

”Tema konferensi ini sangat sesuai dengan situasi nyata di lapangan. Karena anak-anak di seluruh dunia terus menghadapi ancaman serius terhadap hak-hak mereka,” tutur Puan.

Anak-anak Palestina berebut makanan dari sebuah dapur darurat di bangunan sekolah Abu Zeitun yang dikelola UNRWA di kamp pengungsi Jaballa, Gaza utara, Kamis (13/6/2024).Puluhan ribu anak Palestina mengalami kekurangan gizi akut dan 3000 diantaranya dikhawatirkan meninggal dunia akibat ketiadaan pasokan bahan pangan akibat blokade Israel. Children queue with pots to receive food aid from a kitchen at the Abu Zeitun school run by the UN Relief and Works Agency for Palestine Refugees (UNRWA) in the Jabalia camp for Palestinian refugees in the northern Gaza Strip on June 13, 2024 amid the ongoing conflict in the Palestinian territory between Israel and Hamas. (Photo by Omar AL-QATTAA / AFP)

Puan menegaskan, pertemuan di Vatikan itu sejalan dengan upaya DPR dalam memperjuangkan hak-hak anak. Di bawah kepemimpinan Puan, DPR telah melahirkan sejumlah legislasi yang mendukung hak anak, termasuk melalui fungsi penganggaran dan pengawasan.

Quote

Pertemuan di Vatikan itu sejalan dengan upaya DPR dalam memperjuangkan hak-hak anak.

Salah satu regulasi yang telah disahkan DPR untuk memperjuangkan hak anak adalah Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2024 tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak pada Fase Seribu Hari Pertama Kehidupan (KIA). Puan berharap Indonesia dapat berkontribusi dalam gelaran World Leaders Summit on Children’s Rights ini.

”Indonesia punya UU KIA sebagai langkah awal. Semoga kita bisa saling belajar untuk membawa kebaikan bagi anak-anak di negara masing-masing,” kata Puan.

Sejumlah peziarah dan wisawatan menikmati pemandangan malam di Alun-alun depan Basilika Santo Petrus di Vatikan, Jumat (15/12/2023). Sebagian dari mereka berfoto di dekat Pohon Natal setinggi 25 meter yang dipajang di depan salah satu situs paling suci bagi umat Katolik dunia itu. *** Local Caption *** Sejumlah peziarah dan wisawatan menikmati pemandangan malam di Alun-alun depan Basilika Santo Petrus di Vatikan, Jumat (15/12/2023). Sebagian dari mereka berfoto di dekat Pohon Natal setinggi 25 meter yang dipajang di depan salah satu situs paling suci bagi umat Katolik dunia itu.

Pernyataan resmi Kantor Pers Takhta Suci Vatikan beberapa hari lalu menyebutkan, pertemuan akan dihadiri oleh sejumlah tokoh dan pemimpin dunia. Selain Megawati, Ratu Rania al-Abdullah dari Jordania, mantan Wakil Presiden AS Al Gore, dan penerima Nobel Perdamaian, Kailas Satyarthi, juga dijadwalkan hadir.

Sepuluh anak dari sejumlah negara akan dihadirkan dalam pertemuan itu. Mereka akan berbagi pesan mengenai pemenuhan hak-hak anak.

Pertemuan akan digelar dalam tujuh rapat pleno yang membahas isu-isu spesifik, di antaranya akses terhadap pendidikan, hak atas keluarga, pelindungan dari kekerasan, dan akses terhadap sumber daya.


Kerabat Kerja

Penulis:

Anita Yossihara dari Roma Italia
 | 

Editor:

Cyprianus Anto Saptowalyono