Hakim yang Memukuli Pengunjuk Rasa, Karya Terbaru Banksy

Aksi seniman jalanan, Banksy, di tembok gedung pengadilan di London.

11 Sep 2025 08:30 WIB · Internasional

Oleh Ignatius Danu Kusworo

Publik di London, Inggris, dikagetkan dengan mural tentang seorang hakim yang memukuli seorang pengunjuk rasa tak bersenjata dengan palu di gedung pengadilan paling ikonik di London, Senin (10/9/2025). Pengunjuk rasa yang tergeletak di tanah tampak memegang poster berlumuran darah, sementara seorang hakim dengan rambut palsu tradisional dan gaun hitam memukulnya dengan palu. Mural tersebut merupakan karya terbaru dari seniman Banksy.

Belakangan Banksy mengunggah foto karya tersebut di Instagram. Ini menjadi ciri khas yang biasa ia gunakan untuk mengklaim keaslian sebuah karyanya. Foto tersebut diberi judul ”Pengadilan Kerajaan. London.”

Sebuah karya seni baru oleh Banksy yang menggambarkan seorang hakim memukuli seorang pengunjuk rasa dengan palu di Pengadilan Kehakiman Kerajaan di London, Senin (8/9/2025).

Meskipun karya seni tersebut tidak merujuk pada penyebab atau insiden tertentu, para aktivis menganggapnya merujuk pada larangan Pemerintah Inggris terhadap kelompok Palestine Action. Sebelumnya, pada Sabtu, hampir 900 orang ditangkap saat terjadi unjuk rasa di London yang menentang larangan tersebut.

Defend Our Juries, kelompok yang mengorganisasi protes tersebut, mengatakan, mural tersebut menggambarkan kebrutalan yang disebabkan oleh larangan pemerintah. Dalam sebuah pernyataan, mereka menegaskan jika hukum digunakan sebagai alat untuk menghancurkan kebebasan sipil hal itu tidak memadamkan perbedaan pendapat. Justru akan memperkuatnya. 

Foto tanpa tanggal yang dirilis oleh Banksy memperlihatkan karya seni baru yang menggambarkan seorang hakim memukuli seorang pengunjuk rasa dengan palu di gedung Pengadilan Kehakiman Kerajaan di London, Inggris.
Foto tanpa tanggal yang dirilis Banksy menunjukkan mural yang menggambarkan seorang hakim memukuli seorang pengunjuk rasa dengan palu di Pengadilan Kehakiman Kerajaan di London, Inggris.
Fotografer memotret sebuah karya seni baru Banksy yang menggambarkan seorang hakim memukuli seorang pengunjuk rasa dengan palu di Pengadilan Kehakiman Kerajaan di London, Inggris, Senin (8/9/2025).
Petugas keamanan berdiri di depan lembaran papan yang menyembunyikan karya seni terbaru seniman jalanan Banksy, di luar di Pengadilan Kehakiman Kerajaan di London, Inggris, Senin (8/9/2025).
Seorang pekerja menghapus karya Banksy di tembok Pengadilan Kehakiman Kerajaan di London, Inggris, Rabu (10/9/2025).

Pengadilan telah menyidangkan kasus Palestine Action. Para hakim awalnya menolak permintaan banding organisasi tersebut. Hakim Pengadilan Tinggi kemudian mengizinkan banding tersebut dilanjutkan meskipun pemerintah kini sedang menggugat keputusan tersebut.

Hanya berselang beberapa jam, petugas keamanan di luar gedung pengadilan menutupi karya seni tersebut dengan lembaran seng dan dijaga oleh dua petugas dan kamera keamanan. Pemerintah telah menghapus mural Banksy dengan mempertimbangkan usia gedung pengadilan bergaya kebangkitan gotik Victoria yang berusia 143 tahun. Bangunan ini juga terdaftar sebagai bangunan dan situs bersejarah paling penting di negara ini serta dilindungi oleh hukum.

Mural karya Bansky 'The Migrant Child' sebagian terendam di Venesia, Italia, Jumat (15.10/2019).

Perjalanan karya Banksy

Karya Banksy sering mengangkat isu politik. Banyak karyanya yang mengkritik kebijakan pemerintah terkait migrasi dan perang.

Banksy memulai kariernya dengan melukis gedung-gedung dengan cat semprot di Bristol, Inggris. Kini ia telah menjadi salah satu seniman paling terkenal di dunia. Lukisan dan instalasinya terjual jutaan dollar di pelelangan.

Di Festival Glastonbury, Inggris, tahun lalu, Banksy membuat kejutan dengan mengirimkan sebuah rakit berisi boneka-boneka migran berjaket pelampung saat penampilan salah satu band. Dalam sebuah unggahan di Instagram, Banksy mengklaim aksi tersebut. Perahu kecil itu disimbolkan usaha penyeberangan para migran di Selat Inggris. 

Pengunjung berjalan melewati "Flower Thrower", sebuah reproduksi mural karya seniman Inggris Banksy, saat pembukaan pameran The World of Banksy, The Immersive Experience, di Milan, Italia, Kamis (2/12/2021).

Pada tahun 2019, mural ”The Migrant Child” yang menggambarkan seorang anak korban kapal karam memegang bom asap merah muda dan mengenakan jaket pelampung terpasang di salah satu tembok di Venesia, Italia. Sementara tahun 2018, sejumlah karya, termasuk satu karya di dekat bekas pusat migran yang menggambarkan seorang anak sedang menyemprotkan cat pada wallpaper di atas lambang swastika, ditemukan di Paris, Perancis.

Banksy juga telah menciptakan banyak karya seni di Tepi Barat dan Jalur Gaza, Palestina, selama bertahun-tahun. Selain mural seorang gadis sedang menggeledah tentara Israel, lukisan seekor merpati mengenakan jaket antipeluru, dan seorang pengunjuk rasa bertopeng yang melemparkan buket bunga juga ditemukan di Gaza. Banksy juga merancang wisma ”Walled Off Hotel” di Betlehem, yang akhirnya ditutup pada Oktober 2023.

Pengunjung berjalan melewati "Gadis kecil yang menutupi swastika", sebuah reproduksi mural oleh seniman Inggris Banksy, saat pembukaan pameran Dunia Banksy, Pengalaman Immersif, di Milan, Italia, Kamis (2/12/2021).

Musim panas lalu, Banksy juga menarik perhatian London dengan mural bertema binatang. Seekor gorila tampak menahan gerbang masuk Kebun Binatang London. Selama sembilan hari berturut-turut, makhluk ”ciptaan” Banksy seperti kambing gunung yang bertengger di penopang bangunan, ikan piranha yang mengitari pos penjagaan polisi, hingga badak yang menaiki mobil, muncul di lokasi-lokasi yang tak terduga di seluruh kota. 

Bukan Banksy kalau tidak mengejutkan kota. Nampaknya itu juga yang selalu ditunggu penggemar dan kolektornya di dunia.

(AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Ignatius Danu Kusworo
 | 

Editor:

Heru Sri Kumoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Galih Rudanto