Hanya Cristiano Ronaldo Batas Kylian Mbappe

Seorang idola akan selalu menjadi panutan penggemarnya. Demikian pula Mbappe, yang terus berkembang meski gagal melampaui pencapaian Ronaldo.

21 Des 2025 13:48 WIB · Olahraga

AFP

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

Selalu ada ruang bagi Kylian Mbappe untuk mengagumi pencapaian idolanya, Cristiano Ronaldo. Meski sudah mengungguli Ronaldo dari segi koleksi trofi, Mbappe nyatanya belum berhasil melampaui rekor jumlah gol Ronaldo dalam satu tahun kalender.

Butuh alasan bagi seseorang untuk terus mengagumi sang idola. Untuk Mbappe, yang pencapaiannya nyaris setara Ronaldo, jarak antara dirinya dan sang idola senantiasa menipis setiap tahun. Pencapaian besar yang pernah dinikmati Ronaldo seperti memenangi liga domestik dan Piala Eropa sudah pula dirasakan Mbappe.

Satu dari sekian banyak pembeda antara mereka yang ramai dibahas belakangan ini ialah produktivitas gol sepanjang satu tahun. Ronaldo menorehkan pencapaian fenomenal yang barangkali sulit ditandingi pemain Real Madrid mana pun saat mengoleksi 59 gol sepanjang 2013.

Rekor itu hampir dipecahkan Mbappe pada 2025. Sebelum laga melawan Sevilla di Stadion Bernabeu, Minggu (21/12/2025) dini hari WIB, Mbappe sudah mencetak 58 gol sepanjang 2025. Artinya, jika mampu mencetak setidaknya dua gol saja ke gawang Sevila, Mbappe resmi sudah melampaui rekor idolanya tersebut.

Betapa pun Mbappe dipuji dengan kecemerlangannya mencetak gol, ia pada akhirnya mengerti seberapa besar arti ketangguhan Ronaldo. Real sanggup mengatasi perlawanan Sevilla dengan keunggulan 2-0. Namun, di laga itu, Mbappe hanya mampu melesakkan satu gol. Itu pun dari titik penalti. Setelah mencetak gol, Mbappe berselebrasi ”siu” yang jadi ikon Ronaldo.

Spain La Liga Soccer

Sevilla adalah lawan terakhir Real pada 2025. Dengan begitu, kesempatan Mbappe melampaui Ronaldo sudah tidak ada lagi. Walau gagal melebihi prestasi Ronaldo, setidaknya Mbappe membuktikan, dirinya layak berdiri sejajar dengan sang megabintang.

”Hari ini saya menyamai rekor idola saya, Cristiano Ronaldo, pemain terhebat dalam sejarah klub ini. Selebrasi saya didedikasikan untuknya, dia adalah teman dan pahlawan saya,” kata Mbappe, dinukil dari laman Real.

Jika Ronaldo adalah penggalan kisah lama kejayaan Real, Mbappe baru mulai membangun eranya. Ia berubah menjadi pemain yang paling dibutuhkan Pelatih Xabi Alonso semenjak menangani tim musim ini. Real seakan tidak bisa meraih kemenangan tanpa gol demi gol dari Mbappe.

Dengan mencetak gol ke gawang Sevilla, itu berarti Mbape sudah mencetak tiga gol beruntun dalam tiga laga terakhir Real. Dia seperti sudah menjelma sebagai poros permainan Real. Meski tidak dapat dimungkiri, fenomena Mbappe telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan fans Real. Mereka menilai Real terlalu bergantung pada satu sosok dan bukannya pada permainan kolektif.

Kecenderungan itu terlihat pada satu momen saat melawan Sevilla, ketika Arda Guler punya dua opsi, mengumpan pada Mbappe atau Rodrygo. Posisi Mbappe sedikit tidak menguntungkan karena dia hanya punya ruang tembak sempit, berbeda denga Rordygo yang lebih bebas.

Secara sadar, Guler lebih memilih menyodorkan bola kepada Mbappe. Hasil akhirnya sudah bisa ditebak, peluang itu gagal berbuah gol karena bek Sevilla sudah sigap menutup ruang tembak Mbappe. Rodrygo yang punya peluang mencetak gol lebih besar hanya bisa menggerutu kesal melihat keputusan Guler.

Hal itulah yang paling dikhawatirkan saat suatu tim memiliki penyerang yang sedemikian prolifik. Di satu sisi, ia menjanjikan kemenangan. Pada saat bersamaan, pergerakannya sangat mungkin sudah bisa diantisipasi lawan dengan sangat baik.

Real Madrid's Kylian Mbappe, right, attempts to control the ball under pressure from Sevilla's Gabriel Suazo during the Spanish La Liga soccer match between Real Madrid and Sevilla in Madrid, Spain, Saturday, Dec. 20, 2025. (AP Photo/Manu Fernandez)

Adalah hal bagus bagi suatu tim memiliki predator seperti Mbappe. Namun, hal itu bisa menjadi bumerang jika Mbappe terkena hukuman kartu atau cedera. Koleksi gol Mbappe musim ini begitu lebar dengan rekan setimnya. Mbappe menjadi pencetak gol terbanyak Real dengan koleksi 18 gol musim ini. Jumlahnya amat jauh dengan Vinicius Junior di urutan kedua yang baru mengoleksi lima gol.

Meski demikian, ketajaman Mbappe perlu dan sepantasnya disyukuri. Paling tidak ketika ia bermain, kebutuhan Real terhadap gol terpenuhi. Tugas Alonso adalah mengikis jurang ketimpangan gol Mbappe dengan rekan-rekan setimnya agar permainan mereka bisa lebih hidup secara tim.

”Mencetak 59 gol bukanlah hal mudah. Dia (Mbappe) memiliki kualitas dan bakat. Sulit untuk menghentikannya dalam latihan. Semoga tahun 2026 membawa trofi, tetapi untuk itu kita harus meningkatkan level kami,” kata kiper Real, Thibaut Courtois.

Kebanyakan orang menganggap langit sebagai batas segala bentuk pencapaian. Ceritanya berbeda untuk Mbappe. Baginya bukan langit, melainkan Ronaldo-lah batas yang masih harus ia lampaui. Walau sudah pernah memenangi Piala Dunia, Ronaldo punya pencapaian lain yang juga belum berhasil dirasakan Mbappe, yaitu Liga Champions Eropa.

Dengan modal ketajamannya, Mbappe tentu memendam hasrat bisa memenangi Liga Champions untuk pertama kalinya. Itu pula yang menjadi tujuan utamanya bergabung dengan Real musim lalu.


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nanik Dwiastuti