Harapan Seabad Pramoedya

Menapaki seabad Pram, semoga buku-buku Pram semakin mudah ditemui di rak perpustakaan, berderet di toko buku, dan terpampang di katalog perpustakaan digital iPusnas.

13 Jan 2025 12:11 WIB · Opini

Oleh Adinan Rizfauzi

Kabar burung itu datang lagi. Kali ini dengan tingkat kepercayaan yang semakin menjanjikan: novel-novel karangan Pramoedya Ananta Toer akan cetak ulang!

Informasi itu saya dapatkan lewat akun Instagram @pramoedyaanantatoer_foundation. Di bagian keterangannya, tertulis bahwa akun tersebut dikelola oleh Yayasan Arsip, Dokumen, dan Perpustakaan Pramoedya Ananta Toer.

”Yang pasti Januari kami akan menerbitkan Tetralogi,” tulis akun itu dalam unggahan story pada Selasa, 7 Januari 2025. Sebelum menyaksikan unggahan itu, sebenarnya saya sudah berinisiatif mengirim pesan soal benar tidaknya kabar cetak ulang karya Pram, juga buku apa saja yang bakal dicetak ulang, ke akun tersebut. Jawabannya: Benar, cetak ulang akan menyasar seluruh buku Pram selama 2025.

Ketika membaca balasan tersebut, tentu saya girang bukan main. Selama ini, saya selalu kesulitan untuk mengakses karangan Pram. Belum ada keterangan resmi penerbit mana gerangan yang bakal mencetak ulang karya-karya Pram. Barangkali itu memang sengaja tidak diterangkan di awal untuk memberi efek kejut. Namun, yang jelas, kabar itu bukan sekadar angin lalu seperti sebelum-sebelumnya.

Konon cetak ulang ini juga berkaitan dengan momentum seabad Pram. Kabarnya, bakal ada event untuk memperingati seabad Pram yang akan digelar di Blora pada Februari nanti sesuai dengan bulan lahir Pram.

Selain novel karangan Pram, cetak ulang juga akan dilakukan untuk karya-karya yang menyangkut sosok Pram yang ditulis oleh penulis lain. Sebut saja buku Pramoedya Menggugat oleh Prof Koh Young Hun serta Pramoedya Ananta Toer dan Sastra Realisme Sosialis karya Eka Kurniawan. Keduanya akan dicetak Penerbit Gramedia Pustaka Utama secara bersamaan.

Selain itu, buku-buku biografi Pram yang ditulis Soesilo Toer, adik Pram, juga tidak ketinggalan dicetak ulang. Yang terakhir ini oleh penerbit Pataba Press.

Berbagai kabar di atas memang sudah selayaknya muncul. Menapaki seabad Pram, semoga buku-buku Pram semakin mudah ditemui di rak perpustakaan, tergeletak berderet di toko buku, dan terpampang di katalog perpustakaan digital yang dikelola pemerintah, sebut saja iPusnas.

Kalaupun rak buku saya nanti tidak langsung terisi buku karangan Pram yang sudah dicetak ulang, semoga buku-buku Pram langsung tersedia di rak buku teman-teman. Ya, biar saya nanti bisa pinjam.

Adinan Rizfauzi Mahasiswa FISIP Universitas Negeri Semarang (Unnes)Patemon, Gunungpati, Kota Semarang


Kerabat Kerja

Penulis:

Adinan Rizfauzi
 | 

Editor:

Yohanes Krisnawan
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .