Harapan Van Nistelrooy Semata Pergi untuk Kembali

Ruud van Nistelrooy berpeluang menyabet predikat pelatih interim Manchester United tersukses. Demi itu, ia wajib menemukan kembali solusi masalah gol "Setan Merah".

09 Nov 2024 16:22 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar - [email protected]

MANCHESTER, SABTU – Ruud van Nistelrooy bakal menjalani gim terakhir sebagai pelatih interim Manchester United pada duel melawan Leicester City, Minggu (10/11/2024) pukul 21.00 WIB, di Stadion Old Trafford. Eks penyerang MU itu berpeluang meninggalkan klub ketika Ruben Amorim tiba, Senin (11/11/2024), tetapi ia menyimpan ambisi untuk menjadi manajer permanen ”Setan Merah” di masa depan.

Van Nistelrooy mengakhiri periode singkatnya sebagai pengganti sementara Erik ten Hag dengan menghadapi Leicester. Setelah memberikan kemenangan 5-1 pada 31 Oktober di babak 16 besar Piala Liga Inggris, harapan besar memayungi Van Nistelrooy untuk memberikan perpisahan indah berupa tiga poin untuk Bruno Fernandes dan kawan-kawan. 

Kemenangan akan membawa Van Nistelrooy menjadi pelatih interim MU tersukses di era modern. Setelah menjalani tiga pertandingan, mantan penyerang yang menyumbang 150 gol dari 219 laga berseragam MU itu sudah menyamai catatan rekan setimnya, yaitu Ryan Giggs dan Michael Carrick, yang mempersembahkan dua hasil positif pada periode singkat mereka menjadi pelatih di masa transisi antardua manajer tetap.

Dalam sejarah MU, hanya TJ Wallworth dengan status pelatih interim yang mampu memberikan tiga kemenangan. Wallworth sempat memimpin skuad MU pada 9 September 1912 hingga 20 Oktober 1912 dengan rekor tiga menang, dua imbang, dan sekali kalah.

Manajer sementara Manchester United, Ruud van Nistelrooy, saat pertandingan Liga Europa antara Manchester United dan PAOK Thessaloniki di Stadion Old Trafford, Manchester, Inggris, Jumat (8/11/2024) dini hari WIB. Van Nistelrooy akan meletakkan jabatan mulai Senin (11/11/2024).
Quote

Ya, tentu saya memikirkan itu (menjadi manajer permanen MU) ketika saya membuat keputusan menjadi asisten pelatih. Saya memiliki ambisi jelas untuk menangani tim (MU).

Selain mengejar catatan rekor untuk catatan pelatih interim MU, Van Nistelrooy memburu tiga poin kontra Leicester demi meninggalkan kesan superpositif bagi manajemen dan suporter Setan Merah. Meski datang ke MU sebagai asisten pelatih dengan menandatangani kontrak selama dua musim, Van Nistelrooy tidak memiliki jaminan akan dipertahankan oleh Amorim yang berencana membawa gerbong staf pelatih sendiri.

Kondisi itu membuat Van Nistelrooy berpotensi besar meninggalkan Manchester dan kemungkinan kembali ke Belanda untuk mencari peluang melanjutkan karier kepelatihannya. Van Nistelrooy sempat menangani PSV Eindhoven dengan mempersembahkan Johan Cruyff Shield 2022 dan Piala Liga Belanda edisi 2022-2023.

Meski akan pergi, Van Nistelrooy berambisi untuk suatu hari nanti mendapat kesempatan menjadi manajer tetap MU. Keputusan untuk menerima pinangan MU dan Ten Hag sebagai asisten pelatih, ujarnya, juga dilatarbelakangi mimpinya untuk berkontribusi sebagai manajer tetap. 

”Ya, tentu saya memikirkan itu (menjadi manajer permanen MU) ketika saya membuat keputusan menjadi asisten pelatih. Saya memiliki ambisi jelas untuk menangani tim (MU),” ujar Van Nistelrooy pada konferensi pers jelang laga, dilansir laman klub. 

Manajer sementara Manchester United, Ruud van Nistelrooy, memimpin latihan di Carlington, Inggris, Rabu (6/112024).
Manajer sementara Manchester United Ruud van Nistelrooy memimpin latihan di Carlington, Inggris, Rabu (6/112024).
Manajer sementara Manchester United Ruud van Nistelrooy memimpin latihan di Carlington, Inggris, Rabu (6/112024).

Menjaga momentum

Van Nistelrooy menyebut amat penting bagi skuad MU untuk kembali mengalahkan Leicester. Di bawah kendali Van Nistelrooy, MU sudah mengemas kemenangan di dua ajang berbeda, yaitu Piala Liga Inggris dan Liga Europa. Menariknya, kemenangan 2-0 atas PAOK, Jumat (8/11/2024) WIB, adalah hasil positif perdana MU di Eropa pada musim ini. 

Alhasil, Van Nistelrooy hanya minus kemenangan di Liga Inggris. Debutnya sebagai pelatih di Liga Inggris berujung hasil remis, 1-1, kontra Chelsea, pekan lalu.

”Kami melaju ke perempat final Carabao (Piala Liga Inggris) dan memetik kemenangan sebagai modal lolos ke fase berikutnya Liga Europa. Kami juga wajib mengemas kemenangan pada Minggu ini demi melanjutkan perubahan momentum positif di dalam tim,” tuturnya.

Dengan kemenangan, MU berpeluang mendekati zona 10 besar. Namun, jika kembali menelan kelalahan, MU yang berada di peringkat ke-13 bisa dilangkahi oleh Leicester yang ada di peringkat ke-15. Kedua tim hanya berjarak dua poin di papan klasemen sementara hingga pekan ke-20.

Sejak pergantian milenium, MU amat dominan atas Leicester pada duel Liga Inggris di kandang. Mereka 10 kali mengalahkan tim berjuluk ”Si Rubah” dari 13 gim. Tiga laga lain berujung dua imbang dan sekali kekalahan. Satu-satunya kekalahan dari Leicester di Old Trafford tercipta pada laga ”hantu” di era Covid-19 ketika MU masih diasuh Ole Gunnar Solskjaer.

Ekspresi Ruud van Nistelrooy, manajer interim Manchester United, saat timnya menghadapi Leicester City pada laga babak 16 besar Piala Liga Inggris di Stadion Old Trafford, Manchester, Inggris, Kamis (31/10/2024) dini hari WIB. MU menang, 5-2.

Namun, untuk mencetak kemenangan perdana di liga, Van Nistelrooy mengakui dirinya fokus membenahi kekurangan gol yang masih menjadi kendala. Sumber utama timnas Belanda awal dekade 2000-an itu menilai, ketiadaan pemain yang bisa menggaransi banyak gol menyebabkan skuad MU kesulitan bersaing dengan tim-tim terbaik Inggris. 

”Saya sepakat, ketika ingin menjadi tim yang sukses di Liga Inggris dan Eropa, tim ini membutuhkan (pemain) yang menjamin banyak gol. Itu adalah fakta di sepak bola dan itu mengapa tim-tim terbaik memiliki tipe pemain seperti itu,” ucapnya.

Rasmus Hojlund dan Joshua Zirkzee memiliki kesempatan untuk membalas keraguan Van Nistelrooy. Dua pemain itu juga bisa memberikan kesan dengan gol ke gawang Leicester demi memamerkan kualitas mereka jelang kedatangan Amorim, manajer anyar.

Sementara itu, Manajer Leicester Steve Cooper menegaskan, kekalahan 2-5 di Piala Liga tidak akan memengaruhi performa dan kondisi mental skuadnya untuk kembali ke Old Trafford. Ia menyebutkan, MU tetaplah tim penuh pemain berbakat yang menuntut timnya untuk tampil tanpa cela demi membawa pulang poin.

”Di mana pun menghadapi Man United, kandang atau tandang, kami menghadapi tim dengan pemain-pemain berkualitas dan itu harus benar-benar dipahami. Kami tidak sabar untuk memberikan penampilan lebih baik dibandingkan kunjungan sebelumnya (ke Old Trafford),” ujar Cooper, dilansir BBC.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata