Dongkrak Konsumsi,  Harbolnas Akan Digelar Lebih Lama

Di tengah tren pelemahan daya beli masyarakat, Harbolnas akan digelar lebih lama dari biasanya, yakni selama satu minggu selama 10-16 Desember 2024.

28 Nov 2024 20:45 WIB · Ekonomi

Oleh Agnes Theodora

JAKARTA, KOMPAS — Pemerintah mengkaji sejumlah strategi untuk mengerek laju konsumsi rumah tangga di akhir tahun melalui penyelenggaraan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) yang lebih panjang. Di tengah tren pelemahan daya beli masyarakat, penjualan untuk beberapa produk diperkirakan bisa lebih lesu tahun ini. 

Berdasarkan pengalaman tahun lalu, nilai transaksi saat Harbolnas 2023 mencapai Rp 25,7 triliun, meningkat 13,21 persen dibandingkan transaksi sebelumnya pada 2022. Kali ini, di tengah tren pelemahan daya beli masyarakat sepanjang tahun, pertumbuhan transaksi saat Harbolnas diharapkan tetap meningkat meski bisa jadi melambat dari sebelumnya.

Dalam rapat koordinasi yang digelar di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kamis (28/11/2024), pemerintah mengumpulkan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas persiapan penyelenggaraan Harbolnas 2024 dan upaya mendongkrak konsumsi rumah tangga di akhir tahun. 

Kali ini, di tengah tren pelemahan daya beli masyarakat, Harbolnas akan digelar lebih lama dari biasanya, yakni satu minggu sepanjang 10-16 Desember 2024. Sebagai perbandingan, selama ini, Harbolnas digelar hanya tiga hari, biasanya sekitar tanggal 10-12 Desember.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, untuk menggenjot konsumsi saat momen Harbolnas, ada beberapa fasilitas promo dan diskon belanja yang disiapkan untuk produk dalam negeri. Tak hanya itu, penurunan harga tiket pesawat untuk rute domestik sebesar 10 persen juga merupakan bagian dari promo Harbolnas.

”Nanti akan kita siapkan macam-macam diskon. Untuk belanja beberapa produk nanti ada gratis ongkir (ongkos kirim), untuk tiket pesawat kita buat 10 persen lebih murah, lalu untuk mal-mal ada diskon-diskon yang dibuat secara bertahap,” kata Airlangga seusai rapat yang digelar tertutup.

Harbolnas tidak hanya akan digelar secara daring lewat platform e-commerce, melainkan juga secara luring lewat kegiatan ”Bina Belanja di Indonesia Aja” di pusat perbelanjaan dan ritel modern serta digelar lebih lama hingga 29 Desember 2024. Dari hasil kurasi, ada lebih dari 480 usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang akan ikut serta menjajakan dagangannya. 

Meskipun daya beli masyarakat sedang melemah, pemerintah optimistis transaksi Harbolnas akan tetap bertumbuh dibandingkan tahun lalu. Targetnya, transaksi bisa naik hingga 15-16 persen atau mencapai Rp 28-29 triliun. 

Kesibukan pekerja di warehouse JD.ID di kawasan pergudangan Marunda, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (10/12/2021). Jelang hari belanja online nasional atau harbolnas 12.12, JD.ID memperkirakan akan terjadi lonjakan pembelian sekitar 167 ribu order per hari.

Menteri Usaha Mikro, Kecil, Menengah Maman Abdurrahman mengatakan, Harbolnas kali ini diharapkan tidak hanya menggenjot transaksi di platform daring, tetapi juga secara luring. Pemerintah akan menyiapkan etalase atau lapak berjualan bagi UMKM di berbagai mal dan pusat perbelanjaan. 

”Kita tetap harus men-support yang offline, karena juga tidak sedikit teman-teman pengusaha UMKM yang masih belum terbiasa menjual secara online. Kita akan buka ruang sebesar-besarnya agar semua UMKM bisa berpartisipasi,” kata Maman. 

Ia mengatakan, pemerintah juga sedang mengkaji opsi menyuntikkan subsidi untuk mendorong diskon harga yang lebih murah bagi konsumen. ”Untuk itu lagi coba dikaji. Kita nanti akan menggunakan beberapa platform. Dari sisi paket diskonnya, lagi disiapkan,” ucapnya. 

Ditopang kebutuhan pokok

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Solihin berharap, penyelenggaraan Harbolnas kali ini bisa menaikkan omzet bagi perusahaan di tengah kondisi daya beli dan permintaan yang akhir-akhir ini melemah. 

Ia membenarkan, belakangan ini tingkat penjualan produk ritel khususnya untuk pakaian dan elektronik, sedang menurun. Untuk produk-produk tersebut, tingkat penjualan memang diperkirakan tidak akan terlalu baik. Berbeda dengan penjualan produk makanan dan minuman yang permintaannya masih tetap tinggi. 

Oleh karena itu, transaksi Harbolnas tahun ini diperkirakan akan ditopang oleh penjualan produk kebutuhan pokok. ”Ada beberapa ritel yang memang cukup menantang dan harus terus kita genjot. Selain itu, bukan cuma ritel, tetapi ada juga toko swalayan karena masyarakat setiap minggu juga belum tentu beli baju, tetapi kalau makan, kan, setiap hari,” kata Solihin. 

Ia pun tidak muluk-muluk memasang target untuk transaksi Harbolnas tahun ini. ”Tahun 2022 dan 2023 itu kenaikannya rata-rata sekitar 10 persen. Untuk tahun ini, kita harapkan minimal ada kenaikan yang sama,” ujarnya. 

Direktur Ekonomi Digital Center of Law and Economics (CELIOS) Nailul Huda menilai, tahun ini akan ada koreksi terhadap tingkat penjualan via platform e-commerce akibat daya beli masyarakat yang belum pulih. Penurunan itu sudah terlihat sejak tahun 2023 dengan nilai transaksi e-commerce yang turun dari Rp 476 triliun (2022) menjadi Rp 454 triliun. 

Suasana di Blok B Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (28/10/2024). Pasar Tanah Abang tampak lebih lengang karena daya beli masyarakat yang lesu.

Ia berharap ada peningkatan konsumsi masyarakat seiring dengan tambahan pendapatan dari bonus akhir tahun dan diskon besar saat Harbolnas. Namun, transaksi tahun ini diperkirakan tidak akan setinggi dua tahun lalu. 

”Harbolnas tahun ini tampaknya cukup sepi karena daya beli masyarakat memang melemah. Selain itu, ada faktor inflasi yang diantisipasi (expected inflation) akibat adanya rencana kenaikan tarif PPN (Pajak Pertambahan Nilai) tahun depan dan pembatasan BBM (bahan bakar minyak) bersubsidi,” kata Nailul.


Kerabat Kerja

Penulis:

Agnes Theodora
 | 

Editor:

Muhammad Fajar Marta
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase