Harga Beras Merangkak Naik, Bulog Lampung Salurkan 39.300 Ton Beras SPHP hingga Akhir Tahun

Penyaluran beras dilakukan bersamaan dengan bantuan pangan beras untuk masyarakat prasejahtera. Pembeliannya dibatasi 10 kilogram per orang.

16 Jul 2025 19:09 WIB · Ekonomi & Bisnis

Oleh Vina Oktavia

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS — Harga jual beras di sejumlah pasar tradisional dan modern di Lampung merangkak naik dalam sepekan terakhir. Menyikapi gejolak harga itu, Bulog Lampung mulai menyalurkan beras stabilisasi pasokan dan harga pangan atau SPHP pada Juli hingga Desember 2025.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kantor Wilayah Lampung Nurman Susilo mengatakan, SPHP mulai disalurkan melalui kios di pasar yang sudah bermitra dengan Bulog. Selain itu, penyaluran SHPH juga dilakukan melalui Koperasi Desa Merah Putih, kios binaan milik pemerintah daerah, dan gerakan pangan murah.

”Program stabilitasi pasokan dan harga pangan sudah mulai berjalan. Bulog ditugaskan untuk menyalurkan 39.300 ton beras SPHP mulai Juli hingga Desember 2025,” kata Nurman saat memberikan keterangan di Bandar Lampung, Rabu (16/7/2025).

Menurut dia, setiap kios akan mendapat pasokan maksimal 2 ton per minggu. Kios yang sudah bermitra dengan Bulog wajib memasang spanduk dan pemberitahuan harga eceran tertinggi beras SPHP sebesar Rp 12.500 per kilogram agar konsumen mengetahuinya.

Beras SPHP juga hanya boleh dijual kepada konsumen terakhir atau masyarakat yang membutuhkan. Pembelian beras SPHP dibatasi maksimal dua kemasan atau 10 kilogram untuk memastikan program tersebut tepat sasaran.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Lampung Nurman Susilo saat ditemui di Bandar Lampung, Senin (19/5/2025) sore.

Bulog juga memperketat penyaluran beras SPHP. Hanya kios di pasar yang bisa mendapat penyaluran beras SPHP. Kios-kios di permukiman penduduk tidak bisa mendapat penyaluran beras SPHP untuk mencegah praktik penyelewengan.

Sejauh ini, kata Nurman, belum ada temuan terkait praktik penyelewengan atau pengoplosan beras SPHP. Namun, Bulog Lampung pernah mendapati pedagang eceran menjual beras SPHP di atas HET.

Setelah ditelusuri, pedagang eceran tersebut mengaku mendapat pasokan beras SPHP dari pedagang lain. Dari temuan itu, Bulog akhirnya memperketat saluran distribusi untuk memastikan beras SPHP hanya dijual kepada konsumen akhir atau masyarakat. Hal itu penting untuk memastikan kesesuaian harga beras sesuai dengan HET.

Kios yang terbukti melakukan penyelewengan juga akan mendapat sanksi tegas berupa pemutusan kemitraaan. Pedagang yang sengaja melakukan praktik pelanggaran juga dapat dikenai sanksi pidana.

Nurman menambahkan, pihaknya juga masih terus melakukan penyerapan gabah petani dengan harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp 6.500 per kg. Dari target serapan 143.000 ton sepanjang 2025, Bulog telah menyerap sebanyak 139.900 ton atau setara 97 persen.

Sejumlah ritel modern di Bandar Lampung hanya menjual beras SPHP yang dikeluarkan Perum Bulog dan beras kemasan premium tidak tersedia pada Senin (19/2/2024). Saat ini, harga jual beras di Lampung masih di atas harga eceran tertinggi.

Karena itu, Bulog Lampung meminta masyarakat tidak perlu panik terhadap ketersediaan beras di pasaran. Stok di Bulog mencukupi. Pihaknya juga siap intervensi menjaga stabilitas harga beras.

Saat ini, stok beras di gudang Bulog Lampung sebanyak 151.857 ton. ”Ini stok yang sangat banyak untuk Bulog Lampung sepanjang 10 tahun terakhir,” ujarnya.

Tujuan penyaluran beras SPHP tentu untuk menstabilkan harga beras di pasaran. Penyaluran beras SPHP yang akan terus dilakukan hingga akhir tahun diharapkan membuat harga beras tidak semakin meroket.

Bantuan pangan

Nurman menambahkan, penyaluran beras SPHP juga dilakukan bersamaan dengan program bantuan pangan beras untuk masyarakat prasejahtera. Pihaknya akan mulai penyalurkan bantuan pangan untuk 732.982 keluarga penerima manfaat. Kuota beras yang akan disalurkan sebanyak 14.659 ton.

”Bantuan pangan bulan Juni-Juli 2025 akan disatukan penyalurannya pada bulan Juli 2025. Setiap penerima akan mendapat 20 kg beras,” katanya.

Saat ini, pihaknya tengah memberikan bimbingan teknis kepada petugas pelaksana yang akan membantu Bulog Lampung dalam menyalurkan bantuan pangan tersebut. Para petugas adalah masyarakat/perwakilan desa, seperti karang taruna atau pusat kesejahteraan sosial, yang ada di desa.

Suasana di Toko Beras Tugu Makmur di Pasar Tugu, Kota Bandar Lampung, pada Senin (11/9/2023). Sejak harga beras naik, masyarakat banyak mencari beras Bulog.

 

Sementara itu, berdasarkan pantauan Kompas, kenaikan harga beras di pasaran sudah berlangsung sejak pekan lalu. Harga beras medium Rp 13.000-Rp 13.500 per kilogram (kg), sementara harga beras premium Rp 14.000-Rp  16.000 per kg, tergantung merek.

Quote

Ini stok yang sangat banyak untuk Bulog Lampung sepanjang 10 tahun terakhir.

Nimah (60), salah satu pedagang beras di Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, menuturkan, pada April-Juni 2025, harga beras medium masih Rp 12.000-Rp 12.500 per kg. Namun, harganya kini naik.

Menurut dia, harga beras terkerek naik seiring dengan berakhirnya masa panen rendeng. Kondisi itu membuat stok gabah berkurang sehingga harga gabah di tingkat petani juga mengalami kenaikan. Saat ini, harga gabah kering di tingkat petani mencapai Rp 7.000-Rp 8.000 per kg.

”Penggilingan beras mulai kesusahan mencari stok gabah dari petani. Kalaupun ada, harganya sudah tinggi. Ini yang membuat harga beras di pasaran juga ikut naik,” katanya.

 


Kerabat Kerja

Penulis:

Vina Oktavia
 | 

Editor:

Irma Tambunan
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra